Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Bertemu Klien



bab 131


Dijalan Dania memilih langsung pulang, meski dengan sang mama, Tio tetap memberikan pengawalan untuk Dania.


Disepanjang jalan Dania menjadikan pundak sang mama sandaran. Ponsel Dania tak lama berdering, Dan dengan malasnya Dania mengambilnya dari dalam tas yang ia bawa.


Tertera Nama Hubby disana hingga membuat Dania terlihat amat bersemangat.


" Dari Tio ??" Terka mama Hilda..


" Iya ma."Balas Dania nampak sumringah.


Segera Dania menggeser tanda hijau dan menempelkan benda pipih itu ditelinganya.


" halo Baby.. kau sudah selesai periksa kedokter ?? apa kata Zakia tadi ??" Terdengar jelas suara Tio


" Sudah. aku dijalan mau pulang. Dia baru berusia 6 minggu.." Balas Dania dengan senyum bahagianya.


" Selamat sayang.. jaga kesehatan selalu, langsung katakan padaku jika menginginkan sesuatu." pesan Tio.


" pasti hubby, kau sudah makan ??" Tanya Dania


" belum, belum waktunya. aku juga masih harus menemui klien. apa kau menginginkan sesuatu ??" Tio balik.bertanya.


"Tidak.. aku mau pulang saja. sebenarnya aku ingin sekali kekantormu." Dania nampak.gundah sekali.


" Tidak apa.. aku faham sayang. ya sudah aku tutup dulu ya ??" Pamit Tio.


" Baiklah.. jangan lupakan makan siang meski kau sibuk sekali."Pesan Dania.


" Tentu baby.."Panggilanpun segera berakhir.


Dania kembali bermanja pada sang mama.


" Kau merindukan Tio ??" tanya mama Hilda lirih.


" Tentu saja ma.. tapi aku takut mual jika dekat dengannya.." Balas Dania penuh frustasi.


Mama Hilda tertawa kecil. " bersabarlah nak..Sepertinya calon anak kalian sangat ingin diperhatikan."


Dania nampak tersenyum tipis juga. Kehamilannya yang sekarang sangat berbeda dengan yang pertama.


.


.


Sepanjang jalan Tio terus berkutat pada berkas yang disiapkan wanda.


" Wanda. nanti kau harus siapkan bahan jika ada yang bertanya. tidak terlalu sulit, ada Denis juga nanti. dia yang merekomendasikan perusahaan kita." Ucap Tio tanpa melihat wanda yang duduk didepan.


" Siap tuan. tapi nanti tolong bantu saya jika ada kesalahan." balas Wanda yang cukup grogi dengan pekerjaannya kini. beberapa kali wanda mengatur nafasnya agar tidak terlalu nervous.


Sementara Tio hanya menggangguk tanpa menjawab. ekspresi tetap jika bersama wanita lain selain istrinya.


Tak berapa lama mobil berhenti tepat disebuah cafe yang disepakati.


Tio nampak segera turun bersama dengan Wanda. Tanpa sengaja Denis juga terlihat baru datang.


Tio terlihat menatap mobil Denis yang juga berhenti disisi mobilnya.


" Maaf kak aku sedikit terlambat.." Ucap Denis yang baru turun. tak lupa ia menerbitkan senyum sapaan pada Wanda yang dibalas anggukan tertunduk oleh wanda.


" Carilah sekretaris. kau sepertinya membutuhkannya."Saran Tio.


Denis mendekati Tio. "belum ada yang cocok kak."


" Kau ini.. ayo.." Ajak Tio yang melangkah lebih dulu.


Wanda nampak terlihat menundukkan pandangannya kala berjalan sejajar dengan denis. Denis terlihat mencuri pandang sesekali pada Wanda. hingga menimbulkan senyum kecil dari bibir Denis.


" Maaf membuat anda menunggu tuan Jeko dan tuan kill."Sapa Tio saat sudah disisi dua kliennya.


yang disapa langsung berdiri dan menatap Tio. keduanya langsung terlihat berjabat tangan dengan Tio dan juga dengan denis.


wanda yang tak sengaja menatap kedua klien bosnya seketika membulatkan mata.


Degup jantung Wanda semakin memacu saat netranya bertemu dengan mata dua pria klien yang masih berjabat tangan dengan Tio dan Denis.


"Mereka !!!"


.


.


.