
.
.
.
" ahhhh !!!" teriak Davi begitu histeris.
" Sayang tenanglah.. ibu disini nak..tenang ya.." Dania berusaha menenangkan. Sedangkan Wanda yang diminta menjaga Davi juga ikut kawatirmelihat histerisnya Davi.
" Wanda, anakku kenapa bisa begini ??" tanyq Dania.
" Dan, ini semua karna miss Ayla. dia tadi kesini dan marah-marah lagi..!!" ucap Wanda.
" dia kesini ??!!"Dania Memperjelas.
" iya," balas Wanda dengan sungguh-sungguh.
" aahhhhkkk !!! ibu..ibu...ibu.. dia jahat...jahat.. takut..." Davi terus berontak hingga terlepas dari dekapan sang bunda. dan memukul kepalanya sendiri.
Dania segera berlari mendekati Putranya.
" sayang, ini ibu nak.. ini ibu ..." Dania berusaha bicara selembut mungkin.
Namun entah mengapa hari itu Davi tak bisa dikendalikan.
Wanda berinisiatif mengambil obat Davi. "Dan coba paksa dia minum obatnya, siapa tau bisa ??!"
" kau fikir Davi hewan !!! bagaimana memaksa dia jika didekati saja dia tidak mau !!" balas Dania dengan kesal.
Dania panik bukan main, ia segera merogoh ponsel dalam tas yang tergantung dipundaknya, namun saat Dania hendak menghubungi dokter yang menangani Davi, Suara Davi berangsur mereda dan pelan.
Dania langsung menatap kearah Davi dimana entah sejak kapan Davi berada dalam dekapan pria yang memakai jas membelakanginya.
Wanda pun keheranan, Davi bisa tenangnhanya dengan dekapan Dari pria yang tidak sama sekali ia kenal.
" Tenang ya.. Om akan mengusir orang jahatnya.."suara pria itu terdengar ditelinga Dania. dan suara yang begitu familiar ditelinga Dania.
"benarkah ??" batin Dania.
" anda siapa ??" Wanda membuka suara.
Tio mengangkat tubuh Davi dalam gendongannya. dan Davi menyembunyikan wajahnya didada Tio. entah mengapa anak itu merasa nyaman berada dalam dekapan orang asing itu.
Mata Dania membulat sempurna, sampai tak berkedip beberapa saat."kau !!"
Tio menerbitkan senyum hingga menbuat ia terlihat tampan. Wanda dibuat terpesona dengan sosok Tio dihadapannya.
" maaf, aku terpaksa mengikutimu." ujar Tio sembari menatap Dania.
Dania hendak bicara, namun tertahan dengan kedatangan Miss Ayla dengan dua bodyguartnya.
" aku datang lagi dania !!! bayar uang sewa kontrakanmu !!! kalau tidak bisa bayar segera pergi saja !! telinga ku mau pecah mendengar anak gilamu teriak-teriak terus !!!" ucap miss Ayla dengan suara meninggi.
Dania beranjak dari jongkoknya dengan mata memerah. "kau ini manusia atau bukan !!! aku bilang jika sudah punya uang pasti akan ku bayar !!!" balas Dania masih dengan suara pelan namun penuh penekanan.
" kapan kau akan punya uang !! ingat, kau sudah nunggak 2 bulan Dania !!! cih.. dasar !!!" timpal Miss Ayla bernada penghinaan.
Tio masih diam dengan pertikaian dihadapannya. sedangkan Wanda juga hanya bisa diam, miss Ayla termasuk bosnya dalam prostitusi pekerjaannya.
Dania mengontrol dirinya, sadar jika Tio kini ada dihadapannya.
miss Ayla sedikit heran dengan tanggapan Dania. biasanya Dania tidak akan terima dan akan melawan tapi kali ini Dania berusaha lembut didepannya. Miss Ayla mengedarkan mata dan berhenti pada Tio yang berdiri tegak dengan menggendong putra Dania.
"oh.. kau tamunya Dania ya ?? mau memboking dia ?? cih.. Dania..dania.. bahkan saat kutawari kau seenaknya menolak, ternyata kau kerja sendiri ya ??!!" tuduh Miss Ayla penuh hinaan dengan menatap Tio dan Dania bergantian.
dania memejamkan mata, sesaknya dadanya karna ingin sekali menyumpal mulut ibu kontrakannya.
" maaf, saya bukan tamu atau siapapun Dania." balas Tio dengan jelas.
" benarkah !!!?? aku tidak percaya tuh, bagaimana ?? bahkan dania itu tidak punya suami kan ??!! sudah pasti anak gilanya ini anak dengan sembarang orang, makanya jadinya ya seperti ini !!!" ejekan dan hinaan kembali dilayangkan Miss Ayla
Plakk !!!!
" aakkhhh !!! Dania !!!" teriak Miss Ayla saat pipinya terkena serangan lima jari dari Dania.
" jika kau berani menghina anakku, aku akan merobek mulutmu itu mucikari gila !!!" bentak Dania berapi-api.
Bodyguard miss Ayla langsung mendekat dan hendak mencekal Dania namun secepatnya Tio menepis kedua pria bodyguard miss Ayla.
" jangan sentuh dia !!" cegah Tio.
" om.. takut.. Takut.." rintih Davi yang terus memejamkan matanya. tubuhnya mulai bergetar hingga bisa terasa oleh Tio.
" tenang ya. davi sama Ibu dulu mau ?? om mau mengusir orang-orang jahat ini dulu..mau ya ??" tawar Tio dengan berbisik.
Davi perlahan mengangguk. Tio sedikit lega, setidaknya Davi tidak mendengar cemoohan dari Miss Ayla.
Tio mendekati Dania dan menyerahkan Davi. "bawa dia masuk. biar aku yang tangani mereka" ucap Tio dengan serius.
Dania tidak menjawab ia hanya menatap Tio terus.
" apa yang kalian tunggu !!! bawa wanita bar-bar itu !!!" perintah Miss Ayla. pada kedua bodyguardnya.
Tio mendorong Dania agar masuk kedalam rumah. dan segera mencekal dua pria anak buah Miss Ayla.
terjadi perkelahian kecil disana. Tio dengan mudahnya melumpuhkan dua pria itu.
" berhenti !!" Tio mencegah.
dua pria itu menghentikan aksinya hendak menyerang Tio.
" berapa uang sewa kontrakan dania yang tertunggak ??" tanya Tio.
" kau mau membayarnya ??" tanya miss Ayla balik.
Tio mengangguk pelan.
" dua juta yang tertunggak !! dan bulan ini satu juta, jadi semua 3 juta !!" miss Ayla menerangkan.
Tio meraih dompetnya dan segera meraih uang lembaran dari dompetnya. dengan kasar pula Tio melempar lembaran uang yang jika.dihitung lebih dari 3 juta.
" ambil dan pergilah !! jangan ganggu dania lagi !!" ujar Tio.
Miss Ayla tersenyum sumringah. "nah begini dong.. kenapa tidak dari tadi..ayo kita pergi.." Miss ayla segera mengajak dua bodyguardnya pergi dari situ.
.
.
.