
bab 84
.
.
.
Dan benar saja. pesta mewah dan megah terlaksana sesuai apa yang diinginkan Tio.
para tamu mulai berdatangan dari berbagai kalangan. bahkan Tio juga sengaja mengundang orkestra guna memeriahkan pernikahannya.
Dekorasi Dalam gedung sangat indah sesuai keinginan Dania. dan entah bagaimana Tio masih bisa mengingatnya.
Tio berdiri dilorong bersama Davi menunggu Dania.
" Ayah..Ibu lama sekali.." ucap Davi.
Tio.terkekeh dibuatnya. "itulah wanita nak. terlalu lama."balas Tio.
Davi pun tertawa mendengar ucapan sang Ayah. hingga tak lama Dania sudah terlihat bersama Kedua temannya.
Too
Dania i
Nampak sekali wajah Dania yang tegang Karna akan berada didepan banyak orang dengan gaun yang sangat besar dan mewah itu.
Tio pun sangat terpukau dengan Istrinya itu. Gaun pilihannya sangat cocok dan melekat sempurna ditubuh Dania.
Riana menyerahkan tangan Dania pada Tio. sesaat mereka berdua saling tatap dengan senyum terpancar masing-masing.
" Baiklah.. kalian segera keluar saja." ucap Wanda.
Tio menempatkan tangan Dania dilengannya. sementara Davi dituntun Tio disebelah kanan.
Lampu nampak redup saat kedua mempelai akan masuk kedalam pesta. Nuansa romatis bisa terasa saat kedua mempelai menapaki karpet merah dimana jalan mereka menuju singgasana kebahagiaan.
" Tio..tamumu banyak sekali.." bisik Dania saat sadar banyak sekali orang yang menatap dirinya.
" Sadarlah sayang.. kau sekarang istri CEO perusahaan ternama. Bersiaplah menjadi nyonya Wiguna."balas Tio.
" sombong sekali.." gerutu Dania.
" Ayah.." Panggil Davi seraya menatap sang ayah.
" tenang sayang.. Kau pangeran malam ini.." balas Tio yang terus membawa dua belahan jiwanya menuju Singgasana.
Dibawah, Mama Hilda sangat terharu melihat putrinya yang amat bahagia. Kepingan masa sulit dimana kepergian Dania dulu, Membuat mama Hilda sangat bersyukur. setidaknya ia masih diberi kesempatan melihat putrinya bahagia.
Disisi lain Namira dan Attalah juga menatap penuh bahagia. Apalagi Namira, ia yang begitu menganggap Tio keluarganya sangat bersyukur atas kebahagiaan yang kini Tio rasakan.
Attalah merangkul pinggang Namira."apa yang kau lihat ??"
" Lihatlah.. Hans.." balas Namira lirih.
Attalah mengikuti tatapan Namira kearah pelaminan.
" Hans ??" Attalah memastikan.
" Iya. Dia disana..dia menemani Tio." Balas Dania dengan tatapan amat sendu.
" kau merindukan dia ??"tanya Attalah dengan senyum.
"Besok kita jenguk dia.. jangan sedih lagi..Hans kita melihatnya.." ucap Attalah seraya menatap putra kecil mereka yang berada digendongannya.
Namira ikut menatap putra mereka dan mengembangkan senyum.
"Hans..kami semua sudah bahagia..semoga Kau disana juga Bahagia.." batin namira
.
.
Acara pesta berlangsung hingga malam yang larut. Dan setelah menunggu cukup lama akhirnya semua tamu sudah pulang.
Dania yang nampak lelah bisa dilihat Tio. Bukannya menanggapi Dania yang sudah kusut, Tio malah memilih turun dengan menggendong Davi yang juga terlihat lelah dan meninggalkan Dania diatas pelaminan.
" Tio kurang ajar.. dia meninggalkanku.." gerutu Dania yang memilih duduk.
.
" Davi..Sama paman denis ya ?? ayah mau bawa Ibu berobat dulu." ucap Tio pada Davi sembari berjalan.
" Memang ibu sakit ya ??" tanya Davi yang sudah bersandar dipundak sang ayah.
" Iya. nanti kalau Davi nurut. Davi bisa punya adik. Davi mau kan punya adik ?? biar ada temannya kalau main dirumah." kembali bujukan sesat Tio terlontar pada putranya sendiri.
" Mau ayah.." balas Davi penuh semangat.
" anak pintar." Tio mencium pipi Davi dengan senangnya.
" Kak.." Sapa Denis yang melihat Tio mendekatinya.
" Nak Tio..Mau istirahat ya ??" tanya mama Hilda.
" iya ma." balas Tio.
" Denis.. kau bisa menjaga Davi ?? Dania sepertinya lelah, kasihan jika harus mengurus Davi." ucap Tio dengan santai dan tetap cool seolah ucapannya serius.
" sini sama nenek yuk.." ajak Mama.Hilda.
" Mama pasti lelah. biar Denis saja yang menjaga Davi." Timpal Denis.
Denis meriah Davi yang ada digendongan Tio.
" Davi sama paman ya ??" tawar Denis.
" Nanti temenin davi ya paman ??" pinta Davi.
" Iya pasti.. ayo.." Denis segera membawa Davi untuk beristirahat.
Mama hilda pun turut mengekor mengikuti Denis yang membawa Davi.
Sunggingan senyum nampak diwajah Tio. " Akhirnya.. malam kedua juga.." Tio cekikikan seraya melenggang Hendak pergi dari Sana.
Dania yang geram karna Tio mengabaikannya, "oh.. kau mau pura-pura lagi ya Tio.." gumam Dania, yang kemudian Mengambil heelsnya dan melemparkan tepat mengenai kepala Tio.
tookk !!
" Awww !!!" Tio seketika Memegangi kepalanya yang cukup terasa saat Heels Dania mengenai kepalanya.
.
.
.