
bab 46
.
.
.
Dania, Tio dan Davi tiba dirumah sakit. sesuai janji dengan dokter yang akan memulai pengobatan dan terapy ringan pada Davi.
Setelah mendaftar, Tio langsung membawa Davi yang selalu dalam gendongannya serta tangan dania yang sejak tadi tak ia lepaskan sedikitpun meski Dania terus berusaha melepas, namun bukan Tio namanya jika membiarkan Dania berjalan tanpa ia pegang.
" Ayah..Davi jalan saja..Ayah tidak capek ??" tanyanDavi.
" tentu saja tidak. Ayah malah senang."balas Tio penuh senyum, tak lupa ia menghadiahi Davi kecupan dipipinya.
" lepas tanganku Tio, lihatlah semua orang memperhatikan kita !!" pinta Dania
" Itu karna kita sangat serasi dania..sudahlah hentikan memikirkan orang, fikirkan saja aku." goda Tio seraya memainkan kedua alisnya.
" hentikan ocehanmu yang tidak penting Tio !! aku mual mendengarnya !!" balas dania dengan cepat.
Tio hanya menyeringai. hingga mereka tiba didepan ruangan Dokter Mike, rekan Tio yang akan menangani Davi.
beberapa pasien nampak berantri didepan, suster juga nampak memanggil satu persatu.
Tio tak terlalu memperhatikan semuanya, ia langsung hendak masuk keruangan temannya itu.
Namun dengan cepat Dania menahan lengan Tio.
" Ada apa sayang ??" tanya Tio dengan jelas.
" Cih !! lihatlah, kita harus menunggu antrian !!?" Jawab Dania seraya menunjuk dengan mata beberapa pasien yang duduk menunggu.
" biarkan saja !! Mike itu temanku, dia tidak akan protes."balas Tio.
" tetap saja itu namanya curang, mereka datang lebih dulu, kasihan jika harus kembali menunggu karna kau yang menyerobot waktu mereka." tutur Dania.
"huh.. baiklah. aku turuti katamu sayang." balas Tio lagi yang diimbangi merayu Dania.
Suster yang membantu Mike yang juga mengenal Tio melihat Tio duduk diantrian pasien.
" Tuan Tio.. kenapa duduk disitu ?? biasanya langsung masuk ??" saa suster itu.
" biasanya aku kesini hanya main. ini aku kesini sebagai orang tua pasien. jadi aku akan mengantri."terang Tio dengan santai.
" oww begitu. tapi tidak masalah jika tuan hendak masuk lebih dulu." balas Suster lagi.
" tidak usah. istriku tidak mau."balas Tio lagi dengan singkat.
" baiklah kalau begitu saya permisi." suster segera menuntun pasien yang tiba pada antriannya.
" Tio. apa kau tidak geli mengatakan aku ini istrimu ??!! kita tidak memiliki ikatan apapun Tio?!! kau sadar tidak sih ??!!" Bisik Dania.
Tio menengok kearah dania dan menatap dengan intens mata indah yang selama ini ia rindukan.
" terserah kau percaya atau tidak. tapi setelah malam kita membuat Davi waktu itu, kau sudah menjadi istriku. saat ini aku hanya tinggal mengesahkan statusmu menjadi nyonya Wiguna saja. dan aku juga tinggal menunggu kau mengatakan 'ya' saat aku mengajakmu menikah."balas Tio dengan sungguh-sungguh. Kembali jantung dania berdegup kencang tak beraturan. tatapan Tio yang begitu mendalam selalu bisa membuat Dania bungkam.
Cupp..
Sontak Dania tersentak saat lamunannya dikejutkan dengan Tio yang dengan kilat mengecup bibirnya.
" Tio !!!" Protes Dania.
" Ayah.. Davi juga disayang.." protes Davi tak mau kalah.
" oh..baiklah sayang, emuacch.." Tio terus menghujani wajah davi dengan Ciuman hingga Davi terkekeh kegelian saat Tio membuat Davi kegelian.
Dania yang tadi hendak marah urung lagi, sebab Tio pun sudah disibukkan dengan Davi.
.
.
.