
Bab 187
.
.
.
*Dia mantan kekasih Denis adiknya istriku, namanya Celine. Karna kebodohan Denis, Celine hilang setelah menemui Denis 3 hari yang lalu. Tepatnya malam dia kerumah denis.
Saat aku melakukan pencarian, Mobilnya masuk kejurang dijalan G, tapi dia tidak ada disana. Jika pun dia meninggal atau terluka seharusnya masih disana.
Segera lakukan pencarian, Karna kami sangat membutuhkan dia untuk memberi penjelasan.
D menutup ponselnya setelah membaca pesan dari sang bos*.
D mendekati Celine yang masih tertidur dengan dada yang bergemuruh. Dunia seperti sangat sempit sekali baginya. Bahkan wanita yang dimaksud bos besarnya kini tengah berada disisinya D sendiri.
"Kenapa ?? Kenapa harus Tuan Denis ??" Gumam D dengan menatap nanar Celine.
Terlihat Celine mengeliat dan perlahan membuka matanya. Wajah datar D lah yang pertama Celine lihat.
"Tuan.. Tidak tidur ??" tanya Celine dengan suara parau khas bangun tidur.
D yang melamun tersadar lalu mengarahkan matanya pada Celine.
"Kau bangun ?? Kenapa ?? Mau minum ?? atau ada yang sakit ??" D begitu kawatir dan antusias.
Celine mengembangkan senyumnya. Lalu perlahan meraih tangan D dan menggenggamnya dengan erat. "Aku sangat beruntung.Karna bertemu pria sebaik tuan."
D terdiam dibuatnya.
"kau sudah lebih baik ??" tanya D
Celine segera menggangguk. "Iya. Aku akan baik tuan. Aku tidak mau membuat tuan kawatir lagi."
"Jangan bicara begitu.. aku tidak apa-apa."Balas D.
"Terima kasih atas kebaikannya.. Maaf jika beberapa hari ini aku membuat tuan kesulitan. Besok aku akan kembali kerumah Orangtuaku tuan. Dan lusanya aku akan kembali keLondon. Aku rasa ini jalan terbaik untuk hidupku.."terang Celine
Deggg !!!
Entah mengapa rasa tidak rela tiba-tiba muncul dihati D, namun secepat mungkin D menepisnya.
Celine menggenggam jemari D dengan erat. "Terima kasih sudah membuatku kuat Tuan..anda tidak akan aku lupakan."
Tanpa berkata apapun, D malah berhambur memeluk Celine dengan begitu erat. Mulutnya yang sulit mengungkapkan apapun, bahkan ingin mencegah pun rasanya tidak mampu.
Celine tak menolak, ia menerima dan membalas pelukan D. Karna bagi Celine, D adalah pria penolong yang sangat baik untuk dia..bahkan D begitu perhatian dengannya meski mereka baru saling mengenal.
.
.
Pagi sekali D sudah mengantar Celine menuju rumah kedua orangtua Celine.
sepanjang perjalanan keheningan begitu terasa, D masih terus bergelut dengan fikirannya, sementara Celine berusaha kuat menerima kenyataan dan akan menatap masa depan yang lebih baik.
"Ini rumahmu ??" tanya D.
"Bukan. rumah orangtuaku."jawab Celine.
"Kau anak orang kaya. pasti berita kepergianmu sudah menyebar didaerah sini."ucap D.
"Aku sudah mengirimi Mama surat. Jadi itu tidak akan terjadi."balas Celine.
"Tuan. Ayo turun.." Ajak Celine.
"Emm.. Tidak.. Aku disini saja."Ucap d.
" Kenapa ??" Celine menatap D penuh tanya.
D bingung akan bicara apa.
"Baiklah. Aku akan menunggu jawaban tuan, sampai mama dan papaku kemari.."Celine kembali duduk dengan tenang.
"Jangan begitu.. Segeralah turun. Orangtuamu pasti merindukanmu."Kata D.
Dan benar saja, gerbang terbuka memperlihatkan dua orang paruh baya yang menatap kearah mobil D.
"Mama.. Papa.."Gumam Celine penuh haru.
"Ayo.. Tuan.." Celine turun terlebih dulu dan berlari menghambur memeluk kedua orangtuanya.
D bisa melihat pertemuan anak dan orangtua itu.
Hingga ia tak menyadari Celine mengetok pintu mobilnya.
"Tuan.. Keluarlah !!!" pinta Celine dengan buru-buru.
D akhirnya terpaksa keluar.
dan sesuatu yang mengejutkan, Celine.menggandeng lengan D seraya menarik D mendekati kedua orangtua Celine.
"Ma.. Pa.. Dia Tuan D, dia yang menolongku, memberiku makan dan pakaian, dan juga menjagaku. Tuan D begitu menghormati dan menghargaiku."Celine penuh semangat memperkenalkan D.
Sambutan hangat diterima D dari orangtua Celine. "Selamat datang tuan D..terima kasih sudah menjaga putri kami. "ucap papa Celine.
"Iya.. Kami tidak tau jika bukan bertemu anda putri kami akan menjadi apa.." tambah mamanya Celine.
D menundukkan kepalanya. "Nyonya dan tuan terlalu berlebihan."
"Baiklah.. Sebaiknya kita masuk saja. Akan nyaman jika ngobrolnya didalam. mari tuan D.. Silahkan.." papa celine mempersilahkan.
"Ayo tuan.."Tanpa menunggu jawaban D Celine menarik D masuk kedalam rumahnya diikuti kedua orangtua Celine dibelakang mereka.
.
.
.