
bab 169
.
.
.
"Bagaimana kau punya luka seperti ini ??" Tanya D seraya menempatkan ramuan buatannya diluka Willy.
Willy terlihat meringis menahan sakit. "Kenapa bertanya ?!! bukannya kau sudah tau.."
"Salahmu sendiri bertindak gegabah. Seharusnya kau katakan padaku jika ingin membunuh mereka."Balas D.
Willy hanya mendegus kesal.
"Sebegitukah berharganya wanita itu sampai kau rela melukai dirimu ?? apa wanita yang kemari tadi yang kau katakan kemarin ??" Cerocos D dengan terus mengobati luka Willy.
"Aakkhh !! pelan-pelan !!!" Protes Willy.
"Makanya jawab !!" timpal D.
"Bukan dia ?!!"balas Willy dengan cepat.
" Lalu yang mana ??!! Apa dia secantik bidadari sampai-sampai kau rela mempertaruhkan nyawamu begini ?!!"
"Kak bisa tidak jangan membahas itu lagi ??! Aku tau aku salah, makanya aku minta maaf. berhenti mengataiku terus- terusan !!?" Tutur Willy.
D hanya menatap Willy sekilas lalu menyudahi pengobatannya.
"Jangan sembarangan membawa orang kerumah ini. Karna rumah ini termasuk jalan pintas menuju markas besar. jika tuan Tio tau kita bisa kena hukuman."Ucap D mengingatkan.
"Iya aku tau. lagian wanita tadi itu juga bekerja bersama tuan Tio. dia tidak mungkin melakukan hal aneh."Balas Willy.
"Kita hanya harus waspada."
D mensejajarkan duduknya disisi Willy. "Jika kau hendak menjalin hubungan dengan wanita, kau harus katakan siapa kau sebenarnya. Tidak semua orang bisa menerima pekerjaan kita. setidaknya kau tidak sampai kecewa karna sebuah penolakan."Nasehat D.
Willy terdiam sesaat. ia hampir saja lupa dengan pekerjaannya sesungguhnya. "Nona Wanda pasti tidak akan bisa menerima pekerjaanku ini.."Batin Willy.
D menepuk pundak Willy seraya berdiri. "Sudah jangan terlalu difikirkan, istirahatlah. aku akan mengabari tuan Tio."
" Terima kasih." ucap Willy pelan.
D hanya menggangguk dan segera keluar dari kamar Willy.
Willy memilih berbaring diatas ranjang dengan fikiran berkelana entah kemana.
.
.
Tio meletakkan kembali ponselnya diatas meja nakas lalu kembali duduk disisi Dania.
Denis yang juga masih disitu menatap Tio seolah.bertanya.
" Willy kerumah D. D ahli obat-obatan herbal. jadi Biarkan D mengobati Luka Willy dengan herbal saja. Itu pilihan Willy sendiri,"Terang Tio
Dania menggangguk pelan. "Syukurlah. jika begini aku kan bisa tenang."
"D itu siapa kak ??" Tanya Denis.
" Orang yang bekerja dengan kakak."jawab Tio dengan singkat.
"Bekerja dikantor ?? kok aku tidak pernah melihatnya ?? apa lagi mendengar namanya." Tanya Denis lagi.
Denis terdiam seketika.
"Hubby.. kapan aku bisa pulang ?? Davi pasti mencari kita ??" Tanya Dania seraya duduk bersandar.
" tunggu sebentar ya baby..dokter masih mau memeriksamu sekali lagi." Tio membelai pucuk kepala Dania.
"Kak.. aku keluar dulu ya.." Pamit Denis.
"Kau mau kemana ??" tanya Dania.
"Mencari angin. sekalian mau memeriksa resto." Balas Denis.yang sudah melangkah keluar.
anggukan Dania mengakhiri ucapan Denis.yang sudah tidak terlihat lagi.
.
.
Didalam mobil Ponsel Denis berdering, meski nampak malas Deni segera menerima panggilan masuk itu.
" halo. siapa ini ??"
" Hallo Den.. ini aku Celine."Suara Celine terdengar.
criitt !!!
Denis yang entah mengapa menghentikan mobilnya secara mendadak. matanya membulat seperti orang yang terkejut.
"Den.. denis ?? kau masih disana ??" tegur Celine saat hening denis tak bersuara.
"Oh.. iya. maaf, aku sedang menyetir jadi agak sulit."Denis beralasan.
" benarkah ?? maaf kalau begitu. Aku hanya mau memberitaumu, Besok malam papa dan mama mengundangmu untuk makan malam. apa kau bisa datang ??" Tanya Celine saat mengutarakan Niatnya.
Denis terdiam seketika. besok malam juga adalah kencan pertamanya dengan Wanda. "Ya ampun.. bagaimana ini ??!!" batin Denis
"Halo Den ??" Celine memanggil Denis yang tak kunjung bersuara.
" em.. lihat besok ya Cel, soalnya besok pekerjaanku sedikit banyak."Jawab Denis dengan asal.
" Oh begitu ya.. baiklah."Ucap Celine yang terdengar tak bersemangat.
" Maaf ya.. nanti aku coba usahakan" Timpal Denis lagi.
"iya. aku tunggu kabar darimu. baiklah, hati-hati dijalan Den..aku tutup dulu.."
" Iya." Denis menjawab cukup singkat hingga panggilan itu terputus.
denis membuang nafas dengan lega saat panggilan sudah berakhir.
" Huh.. akhirnya.. ya ampun. bagaimana aku terperangkap seperti ini ??!! siapa yang harus aku pilih ?!!" Gerutu Denis seraya memijit pelipisnya.
.
pusing kan lu.. syukurin 😁😁😁
Sepi banget ya ??
otor butuh kopi kayaknya. ngantuk banget nih
🤗🤗
.