Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Akhir bahagia



Bab 207


.


.


.


Dan benar saja, ternyata dugaan Dania benar. Celine mulai mengandung. Usia kandungannya juga sudah masuk sekitar 3 minggu. D bahkan terlihat begitu posesif dengan keadaan celine.


.


.


Waktu terus bergulir, beberapa bulan telah berlalu. Semua sudah menemukan kebahagiaan masing-masing, meski banyak drama yang mereka semua harus lalui.


Tak ada kebahagiaan yang melebihi rasa bahagia yang dirasakan Dania saat ini. Sebab ia sama sekali tidak menyangka, jika masa depannya amat membahagiakan seperti ini. Bisa berkumpul dengan keluarga, dan juga dengan pria yang begitu ia cintai.


Lika-liku kehidupan yang ia jalani seolah sebagai mimpi buruk yang ia alami beberapa tahun lalu.


Tanpa sadar air mata mengalir dipipinya saat teringat semua yang telah terjadi.


Bahkan saat sebuah tendangan diperut ia rasakan, Dania perlahan mengusap perutnya yang membuncit untuk kedua kalinya.


"Kau bahagia sayang ?? Ibu juga sangat bahagia.. mimpi Ibu sudah menjadi kenyataan.."Dania berbicara dengan Bayi didalam perutnya.


" tentu saja.."Suara Tio terdengar dibelakang Dania.


Dania menengadah menatap pria yang berstatus suaminya itu.


"Apa yangbkau fikirkan ??" Tanya Tio seraya ikut duduk, memandang senja dibalkon kamar bersama sang istri.


Dania menempatkan diri dalam dekapan Tio. "Aku hanya merasa seperti mimpi. Bisa dekat denganmu, Davi bisa sembuh, Hidupku Tidak terombang-ambing, bisa berkumpul dengan keluargaku..Semua masih terasa mimpi Hubby.."


Tio mengusap kepala Dania dengan lembut.


"Dulu, aku selalu berfikir. Bertemu denganmu adalah suatu hal yang mustahil, Bahkan bisa sangat aku hindari. Tapi nyatanya, Aku malah kembali terpikat denganmu.."Tambah Dania.


Tio hanya menerbitkan senyum dan belum berkomentar.


"Kau.." Dania menatap lekat Tio. "Pria pengecutku, Yang aku benci beberapa tahun lalu, ternyata bisa membuktikan semuanya. Memberikan banyak kejutan dan kebahagiaan untukku, dari keluarga, teman dan semuanya, kau beri kebahagiaan untuk mereka juga.. Terima kasih.. Kau sangat sempurna.."Ucap Dania dengan tulus.


"Aku tidak sesempurna itu. Aku hanya ingin menebus semua kesalahanku terdahulu, ya.. Meski dengan aku melakukan semua ini tidak akan bisa, tapi setidaknya aku akan terus berusaha. Berusaha menjadi yang terbaik untukmu.."Balas Tio.


Dania memeluk tio dengan erat.


Namun Senyum Dania luntur seketika saat perutnya tiba-tiba merasakan sakit.


"Aaww.. Hubby.. Aasstt...perutku.."Dania memegangi perutnya.


"Kenapa sayang ?? mana yang sakit ??" Tio begitu kawatir dan segera antusias.


Terlihat sebuah air keluar dari ******** Dania.


"Hubby. Aku mau melahirkan, Aasst..."Ucap Dania


"Apa ??!! Oh.. Em.. Baiklah.."


"Bik Sumi !!!! Siapkan mobil !!!" teriak Tio yang langsung mengangkat tubuh Dania dan membawanya turun.


.


.


.


Suara tangisan bayi melengking memenuhi kamar bersalin. Tio menghujani wajah Dania dengan kecupan dan rasa syukur yang tiada henti.


Diluar ruangan, Sudah ada mama Hilda dan Wanda yang setia menunggu disana.


Keduanya saling berpelukan karna turut bahagia, bahkan Davi juga ikut senang akhirnya adik yang ditunggu telah lahir juga.


Tak lama terlihat Dania dipindahkan keruang rawat diikuti suster yang membawa brankar bayinya.


"Kak..laki-laki atau perempuan ??" tanya Wanda saat Tio keluar.


"Perempuan.."Jawab Tio dengan lirih.


"Selamat ya kak.."balas Wanda.


"Iya selamat ya nak Tio.. Lengkap sudah formasi keluarga kalian.."tambah Mama Hilda.


"Ayah.. Ikut !!" Rengek Ravi.


"Baiklah sayang.. Ayo.."Tio menggandeng tangan putranya menuju ruang rawat Dania.


.


.


Baik wanda maupun Celine sama-sama tengah bermain dibrankar bayi yang diletakkan tak jauh dari Brankar Dania yang dalam pemulihan.


"Lihatlah kak.. Pipinya gemes sekaki.." ucap Celine.


"Iya.. Oh ya, Kau sudah tau jenis kelamin anakmu ??" tanya Wanda.


"Katanya sih juga perempuan.. Tidak tau nantinya. Kak D selalu melarangku sering-sering USG."Balas Celine.


"Kenapa ??" Wanda keheranan.


Celine memilih membisikkan saja pada Wanda. Wanda seketika tertawa kecil mendengarnya.


"ya ampun.. Wanita kalau bertemu memang begitu ya ??" Ucap Denis yang duduk disisi D dan juga Tio.


"Bahkan mereka melupakan kita."Balas D.


"Jangan lebay begitu !!! Lagian kalau malam kan sudah semalaman dengan bajingan seperti kalian !!" Omel Tio.


"Kakak.. Kenapa bilang kami bajingan !!!?" Protes Denis.


"Lihatlah,"Tio menunjuk kearah Wanda dan Celine. "Kalian membuat perut dua wanita itu kepenuhan seperti itu !!"


"Ah.. Kakak..Kau saja sampai dua, berarti kau lebih baijingan dari kami. Iya kan kak D ??" Timpal Denis.


D hanya tersenyum saja tanpa berani berkomentar.


"Sialan !!!" Umpat Tio.


Ceklek...


Pintu ruang rawat Dania terbuka memperlihatkan Riana yang masuk bersama Willy.


"Dan.."sapa Riana yang melepas genggaman tangan Willy mendekatu Dania.


"selamat ya.. Akhirnya baby girlnya louncing juga..Sorry, aku ada sedikit keperluan jadi tidak bisa menemanimu tadi.."Ucap Riana.


"Terima kasih Ri.."balas Dania.


"Keperluan apa Ri ?? Dan lagi, kau datang bersama Willy ??" Wanda keheranan.


"em.. Maaf sebelumnya. Selama ini aku tidak pernah cerita. Aku dan willy memang menjalin hubungan. Dan sekitar 3 bulan lagi kami akan menikah."terang Riana seraya menatap Willy yang teetunduk tersenyum.


Denis dan Tio terperajak karna terkejut. Berbeda dengan D yang tau sejak lama namun berusaha diam.


"Hey Wil !!? Kau melupakan aku ??" protes Denis.


"maaf tuan.."Willy hanya tertunduk.


"Wah.. Ini berita baru lagi, selamat ya kak.." celine amat antusias.


"Terima kasih.."Riana nampak malu-malu.


Dania sangat bahagia. Kini tidak ada lagi air mata, yang ada hanya kebahagiaan yang akan mereka lalui. Semua telah menemukan tambatan hati masing-masing dengan kehidupan masing-masing


.


.


.


.


Tamat


.


.


.