
bab 79
.
.
.
Dikamar Dania, Wanda dan Riana setia menunggu temannya itu bangun. mereka juga sudah menggunakan gaun masing-masing dengan riasan lengkap. MUA juga sudah siap disana guna merias Dania sang calon mempelai wanita.
" wanda..Dania kok belum bangun juga ??" tanya Riana
wanda Baru mau menjawab, yang dibicarakan sudah mengeliat dan mulai membuka matanya.
Benda pertama yang dilihat Dania adalah bunga yang ada diatasnya.
Segera Dania mengerjapkan matanya beberapa kali, memperjelas apa dia sedang bermimpi atau tidak.
" Aku dimana ini ??" gumam Dania yang langsung terbangun.
Netranya membulat sempurna saat melihat kedua temannya duduk disisi ranjang dimana ia tertidur barusan.
mata Dania mengedar keseluruh ruangan kamar yang dihias layaknya kamar pengantin. Otak dania terus memutar juga menerka dan menerka.
" Dania.. sudahlah, berfikirnya nanti lagi. segera mandi dan ganti. acara akad sudah mau mulai." ucap Wanda yang tidak sabar. sebab jika ia terlambat Tio akan memarahinya.
" Apa ?? ini dimana ??" tanya Dania seraya menatap Riana dan Wanda.
" Ini kamar pengantinmu Dania. Dan hari ini kau akan menikah. jadi cepatlah mandi dan ganti bajumu."jawab Riana.
Dania masih tak percaya dengan yang didengar. ia terus mengurai benang kusut diotaknya, namun belum juga terhubung, Wanda sudah menarik Dania.
" hey !!! apa-apaan ini !!" protes Dania.
" Diamlah !!! jangan sampai gajiku dipotonh tuan Tio gara-gara kau yang terus berfikir begitu !!" balas wanda yang segera mendorong Dania masuk kedalam kamar mandi.
.
.
Seakan menjadi orang yang nampak bodoh, Dania hanya bisa patuh dan menurut dengan MUA dan juga dengan kedua temannya.
Hingga Seorang Dania yang tak pernah ber make up tebal kini berubah menjadi Dania yang sangat cantik saat MUA telah selesai meriasnya.
dania
Wanda dan Riana benar benar menganggumi kecantikkan Dania yang begitu terpancar.
" Ini kalian serius ?? aku..aku..aku akan menikah ??" Tanya Dania lagi.
" Iya Dania.. impianmu akan segera terwujud, Pria yang begitu kau idamkan akan membuktikan kesungguhannya padamu. Dan, aku mau menjelaskan sesuatu, Tuan Tio selama ini menyuruhku menemuinya bukan untuk membokingku, tapi karna ia memberikan pekerjaan yang halal untukku, yakni membuatmu lebih dekat dengannya. Malam diwaktu kau kabur itu, Tuan Tio bertanya segalanya tentang kau. dia mempekerjakan aku untuk menjaga kau dan melaporkan segala apa yang kau lakukan." terang Wanda seraya memegangi Tangan Dania.
" Aku tau. selama ini kau telah salah faham. tapi aku menunggu waktu yang tepat menjelaskannya. Tuan Tio pria yang setia Dan. kau sangat beruntung Mendapatkannya." tambah Wanda.
" Jadi yang terjadi pagi tadi itu rencana kalian juga ??" terka Dania saat mengingat kejadian dimana ia mendengar suara tembakan.
" Eh.. bukan dong !!! kami bekerja diluar rumah kalian.." balas Riana dengan cepat.
" kau juga dibayar Tio ??!!" Dania benar-benar tak menyangka.
Riana nampak cengengesan dengan terkaan Dania.
" Sudahlah. marahnya nanti saja. ayo keluar. waktu ijab kabul akan segera tiba. tuan Tio pasti sudah dibawah." ajak wanda yang berusaha mereda amarah Dania.
" Tapi.. dimana Da..-"
" Ibu..." Suara Davi membuat Pertanyaan Dania terhenti.
Dania yang memang hendak menanyakan keberadaan Davi segera menyambut sang putra.
" Davi sayang.. kau tampan sekali.." puji Dania saat melihat Putranya nampak begitu rapi dengan setelan jas putih.
"tapi Ayah lebih tampan Buk..Kata Ayah, Ibu dan Ayah akan menikah ya ?? menikah itu apa Buk ??" tanya Davi dengan celotehnya.
" Ayahmu bicara begitu ?? apa dia tidak memberitaumu apa itu menikah ??" Dania bertanya pada Davi.
Davi segera menggeleng. "Ayah bilang. hanya Ibu yang tau." balas Davi.
" Tio..." Dania nampak amat geram.
Wanda segera meraih Davi. "Davi sama bibi ya.. Kak Ridwan juga dibawah loh.. yuk ajak ibu turun, kasihan Ayah menunggu kan.."
" iya. Davi tadi memang disuruh memanggil ibu." ucap davi seraya meraih jemari Dania dan menautkannya.
" Ayo buk." ajak Davi.
Sekilas Dania menatap davi. semua serasa mimpi, Tio benar-benar membuktikan segala ucapan keseriusannya kali ini.
.
.
.