Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Aku terlihat keren kan



Bab 185


.


.


.


Siang hari Denis diharuskan kembali kekantor setelah melakukan pencarian keberadaan Celine, Karna tidak ada jasad atau apapun yang tertinggal dimobil Celine yang jatuh kedalam jurang.


Dengan langkah malas serta wajah ditekuk, Denis menapaki tangga guna masuk kedalam kantornya. Saking tak terlalu fokus, Denis tak sadar jika Ternyata wanda sudah berdiri diambang pintu masuk kantor dengan menghadap Denis.


" Kau sudah temukan dia ??" Tanya Wanda suaranya nyaris bergetar. Selama hidup wanda tak pernah merasakan jatuh cinta, namun kali ini saat ia mulai merasakannya, Sebuah ujian atau apa ini namanya malah membuat hancur hatinya.


Perlahan Denis mengangkat kepalanya. Ia faham betul dengan suara yang baru terdengar.


"Wanda.." Ucap Denis dengan begitu terkejut.


Dilihat dari matanya saja, Denis sudah dapat menduga kekasihnya itu sudah tau tentang semuanya.


Sebisa mungkin Wanda menahan air mata yang hendak menerobos dengan sendirinya.


"Kenapa kau bohong padaku Den ??" Suara parau Wanda begitu menyayat hati Denis. Apalagi tatapan nanar wanda, sungguh benar-benar amat menyakitkan.


"Maafkan aku Wan.."Denis tertunduk. Ia sudah tidak bisa menyembunyikan apapun lagi.


"Kau mau membuatku menjadi wanita jahat ?? Kenapa tidak kau katakan tentang hubungan kalian padaku sebelumnya ??!!" Lolos sudah, air mata sudah tak bisa dibendung Wanda.


Denis yang tak kuasa melihat Wanda menangis segera menarik tangan Wanda menuju mobilnya.


Meski wanda hendak meronta, namun Denis berusaha terus mencegahnya. Hingga akhirnya mereka berdua segera meninggalkan kantor. Denis harus menjelaskan semuanya pada wanita dewasa itu.


.


.


Seakan mendapat angin segar, Celine begitu bahagia dan menikmati perjalanannya. D benar-benar membawa Celine kesebuah pusat perbelanjaan.


Sesuatu yang sangat aneh bagi D sendiri, melihat Celine tersenyum sangat membuatnya bahagia. Namun dengan cepat D menepis fikiran aneh itu dari otaknya.


Setelah perjalanan cukup jauh, D memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu masuk Mall terbesar dikota itu.


"Tuan yakin kita akan belanja disini ??" tanya Celine.


"Iya." balas D secara singkat.


yang membuat D keheranan. "Kenapa lagi ?? Kau mau belanjanya dimana ?? Tidak cocok disini ??"


"bukan begitu..Tapi mana mungkin aku keluar seperti ini ?? Aku kan sedang sembunyi.." Celine menatap D dengan sungguh-sungguh.


"Tadi kau sendiri kan yang minta jalan-jalan.."


" Iya.. Tapi aku lupa jika sedang sembunyi !!?"


" Lalu bagaimana ??" D begitu tak tau harus bagaimana.


" Tuan punya kaca mata ??" Tanya Celine dengan cepat.


D terdiam saat Celine dengan pedenya mengambil kaca mata D yang bertengger dilaci mobil.


Tanpa mendapat persetujuan D, Celine segera memakainya.


Belum berhenti disitu, Celine melihat penampilannya dari kaca spion depan.


"wah.. Aku terlihat keren kan tuan ??" Ucap Celine berpose


" Jadi kau mau belanja atau mau bercermin terus ??!!" tegur D.


"Tentu saja belanja. Let's go.."Celine langsung turun tanpa mengajak D.


D hanya bisa menggelengkan kepalanya. D tak menyadari dirinya kini begitu berubah dan amat penyabar menghadapi Celine.


Celine berjalan penuh semangat memasuki mall itu, sementara D juga setia mengekor dibelakang Celine. Seolah menjaga, D amat waspada dalam segala keadaan.


" Tuan.. Boleh aku ketoko baju itu ??" Tunjuk Celine seraya berbalik kebelakang pada D.


D terlihat menggangguk.


Celine yang bersemangat segera berlari kecil untuk masuk.


"Astaga.. Bagaimana bisa aku mengikuti gadis kecil itu.." gumam D yang turut mengikuti langkah Celine memasuki sebuah gerai toko baju dress anak muda.


.


.


.