
.
.
Nafas keduanya memburu saat saling menangkis serangan demi serangan..bahkan Tio sesekali juga berusaha memberi serangan balasan, meski hanya serangan yang mudah dipahami oleh Dania.
Tio nampak begitu santai meski Dania terus saja melayangkan pukulan dan tendangannya.
sesekali bahkan Tio melayangkan senyum tipis kala Dania terus memberi tatapan tajam.layaknya elang untuk dirinya
" apa kau tidak lelah ??" tanya Tio saat Dania memberi jeda dalam serangannya.
Dania menggenggam kuat jemarinya ia membuat tipuan pukulan dan langsung menjegal salah satu kaki Tio. sebenarnya Tio sangat tau taktik yang dipakai Dania, namun seakan ia ingin mengalah, Tio terbanting dilantai begitu saja.
Saat melihat Tio terjatuh, Dania langsung memutar tubuhnya dan meninggalkan tio begitu saja tanpa bicara sepatah katapun.
dalam hatinya seakan mendidih seperti air yang masih dimasak diatas bara api.
Tio mendegus kesal dipertemuan kedua, bahkan ia tak memiliki titik terang untuk berdamai dengan Dania. wanita yang dulu pernah singgah dihatinya.
.
.
Dania membasuh wajahnya ditoilet agar suhu panas didalam hatinya sedikit berkurang. ia mengatur nafas dan sesekali memejamkan mata,
" kau kenapa Dania ??" suara terdengar tiba-tiba hingga membuat Dania terperajak dan reflek menengok kebelakangnya.
Nampak jesi yang tersenyum tipis sebagai balasan.
"kau.. aku fikir siapa.." ujar Dania
" kau kenapa ?? dan dari mana ??" tanya Jesi dengan mengulang pertanyaannya tadi.
" emm..aku..aku..habis mengejar tikus. entah bagaimana tikus bisa masuk keruang VVIP." jawab dania dengan mengembangkan senyumnya.
" benarkah ?? wah, pak widi pasti kena omel nanti... tapi sudah kau tangkap kan ??!" Jesi nampak.begitu percaya.
" sudah.. sudah aku buang juga. tenanglah, hanya tikus kecil aku bisa mengatasinya."Ujar Dania seraya menepuk pundak Jesi. "bagaimana perutmu ?? apa masih sakit ??" tanya Dania
" sudah lebih baik. ternyata aku mau datang bulan. tadi sakit sekali.." jawab jesi.
" ya sudah. ayo kita kerja lagi." ajak Dania.
Jesi mengangguk keduanya beriringan keluar dari kamar mandi.
.
.
Tio duduk diantara teman-temannya. wajahnya nampak begitu tak secerah sebelumnya. Attalah yang melihat cukup merasa keheranan.
" kau kenapa ??" bisik Attalah.
" direstoranmu sendiri kau merasa bosan ?? wajahmu kusut sekali ?? kau dari mana ??" tanya Attalah dengan beberapa pertanyaannya.
" diamlah." balas Tio dengan suara sedikit meninggi. hingga dua klien didepannya menatap kearah Tio dan Attalah.
" apa anda berdua tidak setuju tuan ??" tanya salah satu klien Tio.
" em..bu..emm..maksud saya.. iya. kami setuju. mana yang harus kami tandatanganni ??" Jawab Tio yang begitu saja mau bekerja sama.
" benarkah tuan ??" seakan tak percaya salah satu klien Tio memperjelas.
Attalah merasa tidak terima, ia bahkan belum melihat semua proposal dari Klien mereka. namun saat Attalah hendak bicarapun selalu dipotong Tio.
" cepat mana yang harus ditanda tangani ??!!" balas Tio.
" ini..ini..tuan.. silahkan.." Klien Tio langsung menyerahkan berkas mereka.
" hey !! baca dulu !!?" protes Attalah.
"baca saja nanti !!" balas Tio yang sudah selesai memberi tanda tangan.
" jika sudaj selesai, saya harus segera pergi." pamit Tio seraya berdiri dan menundukkan kepalanya.berpamitan.
hal itu semakin membuat Attalah bertambah heran.
" hey Tio !! kau mau kemana ??!!" panggil Attalah.
namun Tio seakan sudah kehilangan moodnya. saat tiba dibawah bersamaan dengan Widi yang hendak keatas mengantar minuman kesukaan Tio.
" Tuan.. mau kemana ?? ini minumannya baru saja akan saya bawa naik.." tanya Widi penuh sopan.
Dari arah dapur juga nampak Dania yang membawa nampan berisi pesanan pelanggan yang lain.
melihat Dania nampak.biasa saja, bahkan bisa tersenyum dengan pelanggan pria yang lain membuat Tio mengepalkan kuat tangannya.
"wanita itu..!!" gerutu Tio dalam hati.
" tuan ??! tuan ??!" panggil Widi saat melihat bosnya malah mematung menatap kearah lain.
" tu..-
" pecat karyawan baru yang menyiapkan menu untuk kami tadi !! dia sangat ceroboh !!!" ucap.Tio dengan nada tinggi hingga siapa saja bisa mendengarnya. setelah berkata demikian, Tio langsung melenggang bebas keluar dari Restoran itu. hatinya amat tidak terima Dania mengabaikan dirinya dan malah membalas senyum pria lain.
Sedangkan Dania yang mendengar begitu terkejut. ingin protes Namun sang empu sudah pergi.begitu saja tanpa dosa.
"apa maksud bajingan tadi ?? memintaku dipecat ,?? memang siapa dia ??!" gerutu Dania dalam.hati dengan begitu kesal juga.
.
.
.