
bab 122
.
.
.
Dania mengeluarkan lagi semua isi didalam perutnya dengan memuntahkan beberapa kali.
" Baby kau kenapa ?? Baby sayang," Tio memegangi tubuh Dania dengan terus menciumi Kepala Dania yang terlihat lemah.
" Hubby ganti bajumu. kau bau sekali !!" Pinta Dania dengan suara parau dan amat lemah. Meski cukup lemah Dania berusaha mendorong Tio agar sedikit menjauh.
" Oh..maaf..maaf, aku sampai lupa belum mandi. Baiklah, aku bantu kekamar ya ?? nanti aku akan segera mandi." Tio pun hendak membantu Dania.
" Tidak usah. aku bisa sendiri. aku bisa muntah lagi jika dekat denganmu yang bau." balas Dania yang perlahan berdiri dan melangkah keluar dari kamar mandi.
Tio sedikit keheranan, Biasanya meski ia belum mandi Dania tidak akan protes saat memeluknya pulang kantor begini. Tio sampai membau tubuhnya beberapa kali, "Aku masih wangi kok, kenapa dengan istriku ??" gumam Tio.
.
Dania membaringkan tubuhnya yang amat aneh dan terasa lemah.
" Kenapa aku seperti ini.. Rasanya perutku..ah, Lemas sekali.." Gerutu Dania yang sesekali memejamkan mata.
Tak berapa lama, Tio sudah keluar dengan Setelan celana pendek dan kaos santai. Rambutnya bahkan masih basah hingga sembari keluar Tio masih mengusap dengan handuk.
Melihat Dania yang bersandar sembari memejamkan mata, Tio cukup sedih. setelah meletakkan handuk ditempatnya, Tio menghampiri Dania.
"Baby.." Panggil Tio seraya mengarahkan tangan membelai rambut pendek Dania.
Perlahan kelopak mata Dania terbuka.
Baru saja Dania hendak bersandar didada Tio. lagi,
huweeekk !!!
Dania berlari kekamar mandi.
" Tidak bisa.. aku harus menghubungi Zakia." Gumam Tio yang berlari menyusul Dania. Segera Tio meraih ponselnya dan menghubungi Dokter wanita kenalannya.
Tiba dikamar mandi Tio merasa amat prihatin melihat Dania yang masih memuntahkan isi perutnya.
" Ya ampun baby.. kau muntah terus sejak tadi.." Ucap Tio baru saja mau memegang tubuh Dania, Dania buru-buru mencegahnya.
" Jangan mendekat !!! kau sudah mandi belum sih hubby !?! kenapa bau sekali !?!" Protes Dania seraya mengusap mulutnya dengan tisu setelah membersihkannya.
Tio melongo mendengar ucapan Dania. ia pun menciumi tubuhnya, tidak bau.
" Baby, aku sudah mandi. wanginya juga wangi sabunmu yang aku pakai." ucap tio.
" Tapi kau bau sekali !!! aku jadi tidak bisa memelukmu !!" Omel dania yang mengatur nafasnya cukup lemah sekali.
" Bau apa ?? Bau sabunmu loh yang aku pakai.." Balas Tio lagi.
" baby.. jangan bercanda dong, masa aku tidak boleh dekat denganmu !!?" ucap Tio
" kalau kau tidak bau aku pasti mau hubby !! padahal aku ingin sekali memelukmu !!" Omel Dania dengan terlihat kesal.
Tio kebingungan dengan tingkah aneh Dania.
Ketukan pintu membuat Tio segera membukanya.
" Selamat malam." sapa Zakia dokter yang dihubungi Tio.
" Oh kau, cepat sekali. masuklah." Tio menyuruh Zakia masuk kedalam. Bik sumi kembali turun setelah mengantar dokter Zakia kekamar tuannya.
Dania melihat siapa yang datang, bisa dilihat dari penampilannya jika Wanita yang baru datang adalah
seorang dokter.
" Malam kak.." sapa Zakia.
" Malam. kau disuruh Tio ya ??" Tanya Dania memastikan.
" Iya. Kau muntah terus, mana aku bisa tenang jika belum diperiksa."timpal Tio menjawab pertanyaan Dania.
" Hubby.. aku hanya pusing.." dania nampak tak enak pada dokter yang datang.
" Sudahlah.. Ayo Zakia periksa istriku." Perintah Tio.
"baiklah kak."
Zakia tersenyum geli melihat perdebatan suami istri didepannya.
" Tidak apa kak, aku hanya memeriksa kok." Ucap zakia pada Dania.
" Maaf ya membuat waktumu terganggu," Balas Dania.
" kakak bicara apa, Kak Tio itu teman kakakku, tidak ada yang mengganggu. ini kewajiban." Timpal Zakia yang mulai membuka tas yang ia bawa, guna mengeluarkan beberapa alat yang akan ia gunakan memeriksa Dania.
.
.
.
Udah jangan tanya kenapa Zakia nyasar kesini, 😊😊
otor lagi kangen aja ama neng Zakia. 😁😁
yanga belum kenal siapa Zakia. silahkan mampir kekarya remahan otor berjudul 'LUKA DAN CINTA'
Cerita dia ada disana.👍👍
.
.