Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Teman baru



bab 24


.


.


.


Atas bantuan Riana, Akhirnya Dania bisa bekerja direstoran tempat Riana bekerja selama ini.


pagi itu Dania hendak berangkat bekerja. sebelum itu, ritual pagi yang biasa ia lakukan adalah mengurus Davi, menyiapkan obat dan makanan untuk Davi untuk nanti siang.


Tanpa sengaja Davi yang keluar dari rumah sebentar bertemu gadis kecil yang juga seusia dengannya.


gadis itu nampak tersenyum ramah pada Davi. namun memang Davi yang sulit sekali berinteraksi dengan orang asing langsung tertunduk malu dan menyembunyikan wajahnya.


"eh..tunggu !!" panggil Gadis itu.


Davi menghentikan langkahnya yang hendak masuk kedalam rumah. gadis yang tinggal disebelah kontrakan Davi itu segera berlari menghampiri Davi.


" kau baru tinggal ya disini ?? namamu siapa ??" tanya Gadis itu.


Namun Davi nampak hening tak.bisa menjawab.


dania yang bisa mendengar jika diluar ada yang mengajak putranya berbicara segera menuju keluar.


Senyum terbit disudut bibir Dania saat melihat gadis kecil yang cantik hendak mengajak Putranya mengobrol.


" Davi sayang.. itu teman nak..teman Davi.." Dania memberi penjelasan.


" hay tante.." sapa gadis itu.


Dania membalas " hay cantik..siapa namamu ??"


" namaku Viera. aku tinggal disebelah kontrakan tante."jawab gadis itu dengan cepat dan jelas.


"benarkah ?? wah..kebetulan sekali, Davi pasti senang punya teman. iya kan nak ??" Dania mencoba memancing interaksi Davi.


Davi memang harus dibuat seperti itu. jika tidak sindrom yang ia derita akan kambuh.


" oh.. nama dia Davi ya Tante ??" tanya Viera kecil.


" iya. Viera mau kan temenan sama Davi ??" tanya Dania.


" tentu saja. Selama ini Viera tidak punya teman dekat. rumahnya jauh-jauh. mama selalu melarangku pergi jauh." terang Viera.


dari kontrakan sebelah Dania juga keluar ibu muda yang usianya memang diatas Dania yang seperti mencari keberadaan anaknya.


" eh.. ada mbak Dania.." sapa Ibu muda itu.


" maaf Bu sarah. saya yang mengajak Viera mengobrol tadi."balas Dania.


" tidak apa Mbak dania..saya fikir Viera pergi jauh." timpal Ibu Sarah.


" memang kenapa kalau pergi jauh bu ??" tanya Dania.


" Viera tidak seperti anak yang lain mbak Dania. dia sakit, dia tidak boleh kecapekan." balas Ibu sarah.


Dania memperhatikan Viera, sekilas memang Viera tak menunjukkan wajah atau pun sikap jika dirinya sakit.


" Memangnya Sakit apa Bu ??"


" Kanker Mbak dania.."balas Ibu sarah dengan tenang. Viera pun segera mengangguk mengiyakan, itu berarti anak itu juga tau jika dirinya tengah mengidap penyakit mematikan itu.


"kasihan sekali.." ucap Dania.


davi memegangi tangan Dania hingga membuat Dania tersadar dari lamunanya.


" nah Davi.. mainan sama Viera. ibu harus kerja dulu.." pamit Dania.


" mbak Dania bekerja ?? dimana ??" tanya Ibu Sarah.


" direstoran bersama Riana Bu." jawab Dania.


" oh.. begitu. Davi disini sama bibi dan Viera ya.."tawar ibu sarah.


" davi memang susah bergaul dengan orang-orang bu, maaf sebelumnya. tapi dia juga memiliki sindrom sejak lahir. dia juga masih harus mengonsumsi obat-obatan."terang Dania.


wajah Bu sarah terlihat memelas, "kita harus kuat mbak Dania..apapun keadaan anak-anak kita, kita harus tegar dan menerimanya, nikmat seperti ini tidak banyak orang bisa merasakannya." ucap Ibu sarah.


" iya buk.. kalau begitu saya permisi. Davi sayang.. nanti jangan lupa minum obatnya ya,sudah ibu siapkan dimeja bersama ayam goreng kesukaanmu." pamit Dania pada Davi.


" ibu hati-hati ya.." balas Davi yang mulai memberanikan diri mengangkat wajahnya.


kecupan kasih sayang dilayangkan Dania dikening putranya. lalu ia pun segera menaiki sepeda motor menuju tempat kerjanya, karna Riana sudah berangkat lebih dulu dijemput kekasihnya.


Davi pun mulai mau bermain dengan Viera, setidaknya dirumah Davi tidak sendirian seperti sebelum-sebelumnya.


.


.