
Bab 205
.
.
.
Celine ditidurkan diatas ranjang dan D segera menutupi seluruh tubuh Celine dengan selimut.
"Kakak !!! Kenapa malah ditutup ?!!!" protes Celine.
D belum menjawab. Ia malah berbalik menuju pintu dan buru-buru menguncinya.
"Kenapa kau ceroboh. Jika ada yang masuk dan melihat kau seperti ini bagaimana ??!!" Tegur D.
"Lagian siapa juga yang mau masuk kamar pengantin kecuali pengantin itu sendiri !!? Kenapa kakak malah memarahiku !!"timpal Celine.
"Aku tidak marah."D langsung duduk disisi Celine yang terbaring. "Aku hanya tidak mau tubuhmu dilihat banyak orang. Lagian kau dapat baju seperti itu darimana ?? Kalau kau masuk angin bagaimana ??" tambah D.
"ah.. Kakak tidak romantis !! Masa kakak tidak tau baju apa yang aku pakai.."Celine cemberut.
" bukan tidak tau. Tapi kenapa kau pakai pakaian seperti itu ??"
"Tentu saja untuk menyenangkan kakak !!! Cih.. Datar sekali.."Umpat Celine dengan kesal.
D membuang nafasnya perlahan. Lalu membelai pucuk kepala Celine dengan lembut. "Menyenangkanku tidak perlu menggunakan pakaian seperti itu.."D memperlembut suaranya.
"Aku kan hanya berinisiatif." timpal Celine. "Mana aku tau kakak tidak suka."
D lebih mendekatkan dirinya pada Celine. "aku lebih suka jika kau tidak pakai baju saja. Itu sangat menarik."Ucap D yang sudah mencondongkan tubuhnya mengarah pada wajah Celine yang langsung memerah, karna godaan sang suami.
"Kakak.. Kau tidak cocok bicara lembut begitu.." Celine berusaha menghindar.
D memperlebar senyumnya dan memegangi dagu Celine. "Jika suami sedang bicara jangan biasakan menatap kearah lain."
"Tapi kakak menatapku seperti itu.. Aku kan jadi malu.."Celine menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
perlahan D membuka tangan Celine. "Katanya mau memyenangkan suami, ayo tunjukkan.."
Wajah Celine semakin bersemu merah. Tak tahan melihat keimutan istrinya D langsung menyambar bibir Celine.
Celine yang semula terkejut, Mulai bisa mengimbangi pria yang berstatus suaminya itu.
Hingga akhirnya suara rintihan Celine saat D menerobos pertahanannya terdengar, dan berubah menjadi suara de sa han yang bersahut-sahutan. Bibit-bibit kehidupan tersemai indah dalam rahim Celine saat D menyemburkannya dengan sempurna.
Bermandikan peluh, tak mengurangi aktivitas D menggagahi wanita cantik yang hanya bisa memejamkan mata seraya men de sah itu.
.
.
Pagi hari, sinar mentari sudah meninggi bersamaan dengan jarum jam yang sudah menunjukkan waktu siang.
Celine perlahan mengeliat saat bias mentari mengenai wajahnya. Matanya sayup-sayup terbuka. Dan yang pertama dilihat Celine adalah sebuah tato Kepala Naga didada suaminya. perlahan Celine meraba tato itu, terlihat jelas inisial D dan T disana. Entah fikiran negatif dari mana Celine malah berfikir jika tato itu untuk mantan kekasih D.
" Apa ini inisial wanita dari masa lalumu ??" gumam Celine. Sendiri. Ia kemudian hendak beranjak namun secepatnya D menahan tubuh mungil Celine.
"Kakak.. Lepaskan aku !!" Ronta Celine.
D membuka matanya dan menatap Celine yang ada dalam dekapannya. "Apa yang kau fikirkan ??"
"Tidak ada. Aku mau mandi !!"
"Katakan dulu !!" D tetap menahan tubuh Celine.
"Apa dulu kau menyukai seseorang ?? Sampai kau mengukir namanya didadamu ??" celine akhirnya melontarkan fikirannya.
D mengatur nafasnya dan semakin mendekatkan tubuh Celine hingga gundukan Kecil Celine bisa mengenai dada D.
"Kenapa kau berfikir begitu ??" tanya D.
"Aneh saja. Kenapa Tato harus ada inisialnya !!!" Celine menatap kearah lain.
D mendekap erat tubuh celine dan menatap wanita muda itu. "Hilangkan fikiran negatifmu, aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Jika kau bertanya ini tato apa, aku akan jelaskan. Ini tato adalah lambang anggota Mafia yang didirikan tuan Tio. Ada inisial namaku dan tuan Tio. Ini.."D menunjuk Tato didadanya.
"Kenapa nama.tuan Tio kau ukir didadamu ??"
"Karna Tuan Tio yang memungutku dijalanan. Dia yang mengajakku dan mengajariku menjadi orang kuat dan tidak lemah. Kami berdua susah payah mendirikan anggota hingga sebesar sekarang. Makanya untuk mengenang masa sulit kami, Aku dan tuan Tio membuat Tato ditempat yang sama. Dengan inisial yang sama. Jika kau tidak percaya, kau bisa tanya Nona Dania, ada tidak didada tuan Tio tato seperti ini." Terang D.
Celine meletakkan krpalanya didada D lagi. Ia cukup merasa bersalah karna sudah banyak berfikir negatif.
"Maaf.." Ucap Celine lirih.
"Tidak apa-apa."D mengusap kepala Celine. "Lain kali, jika ada yang membuatmu tidak nyaman atau janggal, tanyakan langsung padaku, Kita sudah menikah, kau berhak tau semuanya tentangku."tambah D.
celine hanya bisa menggangguk. Betapa.beruntungnya ia yang memiliki suami sebijak D.
.
.
.
Thiss ending..
No sapa-sapa ah ðŸ˜ðŸ˜
.
.
.