
bab 110
.
.
.
Masih dalam suasana romantis, Dania dan Tio pun masih setia saling beradu mata penuh cinta dengan senyum bahagia yang terpancar dari raut wajah keduanya.
" Kau tidak lelah ??" Tanya Tio
" Dengan semua kejutan yang kau berikan, aku sama sekali tidak merasa lelah.." Jawab dania.
" masih ada lagi." bisik Tio ditelinga Dania yang kemudian menyambar bibir Dania.
Lagi dan lagi pa ngu tan terjadi bahkan decitan suara pertukaran slavina bisa didengar pemain biola yang ada disana.
Kedua pria pemain biola itu hanya dapat memejamkan mata menikmati lantunan Suara Biola mereka, mata mereka sudah benar-benar ternoda sejak tadi.
Nafas Tio terus memburu seiring panas ditubuhnya yang mulai menjalar akibat pa ngu tan yang berulang-ulang.
Dania bisa melihat Sorot mata Tio yang seolah ingin mengharap dan menuntut lebih.
Tio melirik jam besar diruangannya dimana waktu yang ia tunggu sudah tiba.
Tio menghentikan gerakan Dansanya dan begitupun Dania juga menurut berhenti.
" Sudah ??" Tanya Dania.
" Sudah waktunya." Balas Tio.
" Waktu ?? waktunya apa ??" Tanya Dania yang belum mengerti.
" Jika ku beritau kau juga tidak akan mengerti." tutur Tio yang mengangkat kedua tangannya menghentikan pemain biola. dan seketika kedua pria pemain biola itu pergi dari sana.
" Kenapa kau suka sekali membuat aku bingung !!?" Protes Dania.
" Karna itu sangat menyenangkan."Balas Tio yang mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya.
" Apa lagi ini ??" Tanya Dania yang semakin tak mengerti
" aku mau memberimu kejutan baby..jadi menurut saja untuk kali ini.."Balas Tio yang segera memakaikan sapu tangan untuk menutup mata Dania.
Selesai memasangkan sapu tangannya, Tio menuntun Dania masuk kedalam
Dengan penuh hati-hati Tio mengajak Dania menaiki satu persatu anak tangga.
Tiba didepan pintu kamar mereka, Tio pun menghentikan langkah Dania dan segera membuka pintu kamar itu.
sudut Bibir Tio terangkat cukup lebar sebab semua keinginanya sudah disiapkan oleh beberapa anak buahnya.
" hubby.. kau dimana ?? kenapa berhenti ?? kita dimana ??" Tanya Dania seraya mengangkat tangan mencoba meraba.
" Apa kau sudah siap ??" Tanya Tio
" siap apa ??" Tanya Dania balik. ia cukup penasaran sebenarnya kejutan apa dari suaminya itu.
Perlahan Kain yang menutup mata Dania diturunkan Tio, Dania pun langsung membuka mata dan senyum lebar terbit seketika kala Netra Dania melihat kejutan sederhana yang diberikan Tio untuknya.
Tio memeluk Dania dari belakang dan menempelkan dagunya dipundak Dania.
" Happy birthday Baby..genap 26tahun usiamu.. usia dimana dulu kita berencana menikah.."Ucap Tio lirih tepat disisi telinga Dania.
Dania tertawa dengan mata tergenang air mata, Ia begitu terharu dengan semua yang diberikan Tio. seakan Tio membuktikan jika selama Ini Tio tak melupakan apapun.
Dania berbalik dan langsung menghambur memeluk Tio dengan erat. Isak tangisnya terdengar pecah seketika seiring dengan air mata yang mengalir dari sudut matanya.
" Hay..baby..kenapa menangis ?? kau tidak suka ??!!" Tanya Tio mulai panik.
Dania hanya mampu menggeleng pelan tanpa.bisa berkata
" Lalu kenapa ?? Ini hari ulangtahunmu sayang..Aku tidak lupa hari ini, Apa kau menginginkan sesuatu bukan seperti ini ??!!" Tii berusaha membuka pelukan Dania, ia begitu terkejut saat Dania malah menangis dengan kejutan darinya.
Dengan terus berderai air mata Dania menatap Tio dengan lekat.
" Aku tidak tau mau mengatakan apa..Kau ingat semuanya hubby..semua yang aku tulis dari sejak kita berpacaran, Semua kau kabulkan semua kau berikan, kau ini dewa atau malaikat, Kenapa otakmu bisa mengingat semuanya disaat kau harus memimpin sebuah perusahaan dengan banyak masalah didalamnya ??!!" Ucap Dania dengan tak melepas tatapannya.
Tio pun tersenyum membalasnya. Ia meraih kedua pipi Dania dan dengan penuh kelembutan mengecup kening Dania.
" Apapun tentang kita, semua yang kita tulis tidak akan pernah aku lupakan baby..Maafkan aku yang dulu sempat membuat luka yang begitu dalam dihatimu.."Balas Tio sorot matanya bahkan masih terlihat penuh penyesalan.
" bodoh !! seharusnya kau tidak minta maaf !! Ini lebih dari bukti nyata Hubby..aku bahagia sekali.. aku sangat bahagia..Aku sangat mencintaimu.." Ucap Dania dengan sangat jelas Dan ia pun langsung memeluk Tio dengan erat, Tak ada lagi keraguan dihati seorang Dania, Tio benar-benar membuktikan semua ucapannya dengan menghujani Dania kejutan-kejutan kecil yang mengingatkan waktu dimana mereka pacaran dulu. Tio pun membalas pelukan Dania dengan terus menghujani pucuk kepala istri tercintanya dengan kecupan Cinta yang amat tulus. rasa syukur tak henti-hentinya diucapkan Tio kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan untuknya menebus kesalahan besar dimasa lalu.
.
.
.
.
Aahhhh meleleh mak ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Mau dong dipeluk abang Tio 😊😊😊
Ngimpi kali yee 😂😂😂
.
.
.