
bab 77
Tio menyematkan cincin dijari manis Dania. Dania yang teringat bagaimana ia dan Tio dulu membeli cincin itu tersenyum geli.
" Kenapa malah tertawa ??" tanya Tio saat selesai menyematkan cincin pada Dania.
" Apa kau lupa ?? dulu kita sampai tidak jajan Hampir satu bulan hanya karna ingin membeli cincin ini." Tutur Dania seraya memandangi cincin putih yang melingkar dijemari manisnya.
" Kau masih ingat juga ternyata. Makanya aku tetap menyimpannya. karna aku yakin kita akan bersama."balas Tio.
" Cih..Butuh waktu lama kan ??" Timpal Dania.
Tio terkekeh dibuatnya.
" Em.. Tuan. apa kita sudaj boleh pulang ??" Tanya Wanda yang mulai jengah sebab Melihat adegan romantis penuh Keharuan.
" Kalian masih disini ??" Dania seakan tak sadar jika kedua temannya masih disini.
Riana dan wanda hanya tersenyum.tipis kearah Dania.
" Iya pergilah. terima kasih. besok kalian jangan lupa pekerjaan kalian." balas Tio dengan singkat.
" siap tuan. semua sudah beres." balas Wanda yang melambaikan tangan pada Dania seolah meminta ijin pulang. tanpa menunggu Dania menjawab, Wanda sudah menarik Riana untuk keluar dari gedung itu.
" Eh.. maksudnya apa ??!!" tanya Dania yang belum faham maksud dari ucapan teman serta Tio.
Namun ternyata, Wanda Dan Riana suudah tak terlihat.
" Kalian !! antar dua wanita tadi." perintah Tio pada dua anak buahnya.
Setelah menunduk hormat kedua anak buah Tio mengejar Riana serta Wanda.
" Maksudnya apa tadi ?? beres ?? apanya ??" tanya Dania pada Tio.
" Jangan difikirkan. ayo pulang." Ajak Tio yang merengkuh pundak Dania kemudian membawa Dania keluar dari markas itu.
" ee...tunggu !! bagaimana kau pulang dengan luka seperti ini ??!! jika Davi melihat bagaimana ??" Cegah Dania
" Itu kesalahanmu kan ?? aku akan mengadu pada putraku nanti." balas Tio dengan candaannya seraya melenggang keluar terlebih dulu.
Dania menggembungkan kedua pipinya. "Dasar Tio !!" gumam Dania yang mengekor segera dibelakang Tio.
" aku bersihkan lukamu dulu ya ??" tawar Dania saat hendak turun dari mobil.
" Tidak perlu. ini sudah malam. aku juga tidak apa-apa." balas Tio yang menghadiahi Dania dengan kecupan hangat dikeningnya.
Dania tersenyum bahagia dan segera membersihkan diri. berkeringat cukup banyak membuatnya tak nyaman.
Sementara Tio memilih keruang kerjanya. guna mengobati luka disekitar wajahnya itu.
Sakit, nyeri dapat Tio rasakan. saat ia hendak membuka Kemeja yang ia kenakan. " aakkhh !! Pukulannya tetap kuat." gumam Tio yang memekik pelan agar jangan sampai Dania mendengar.
" Huh..baiklah. kita mulai." ucap Tio lirih yang siap mengobati luka lebam disekitar wajahnya dulu.
Dania yang sudah selesai membersihkan diri, berniat melihat davi. namun saat hendak kekamar Davi, Dania mendengar suara tertahan karna kesakitan dari arah Ruang kerja Tio.
Buru-buru Dania berlari menuju ruang kerja Tio.
Nampak Tio meringis kesakitan saat mengobati sudut bibirnya yang tadi berdarah.
" kenapa tadi tidak mau aku bersihkan ?!!! kau mau membuatku semakin merasa bersalah !!" tegur Dania dengan kesal seraya masuk.
Tio terkejut dan seketika menoleh. "Kau belum tidur ??" tanya Tio balik.
" Diamlah !!!" Dania segera merampas kapas yang dipegang Tio. dan mengambil alih mengobati Luka diwajah Tio.
" Aww !!! Pelan- pelan sayang.." protes Tio.
" Biarkan saja. kau jahat sekali membuatku tidak berguna."gerutu Dania.
Tio tersenyum saat melihat ekspresi wajah Dania Bahkan Tio tak mengedipkan matanya saat menatap Dania. rasa bahagia tak lepas dari hatinya saat impiannya akan segera terlaksana.
" Semoga besok kau tidak terkejut Dania.." batin Tio yang terus menatap Dania yang cantik alami tanpa riasan dengan setelan piyama tidur serba pendek kesukaan Dania selama ini.