
Bab 187
.
.
.
Wanda yang terlihat tergugu menangis menyesal dan sedih membuat Denis tak tega hingga Denis menggenggam jemari wanda bahkan sesekali Denis menenangkan wanda dengan memegangi pipi wanda.
"kau harus temukan gadis itu Den..Aku akan merasa bersalah deumur hidup jika dia sampai tidak ditemukan..hiks..hiks..hiks.." tangis wanda.
"Iya. Aku akan berudaha.. Tapi kau tidak salah wan..aku yang bersalah disini.." hibur Denis.
"Tetap saja.. Seharusnya aku sadar dan menolakmu, bukan malah menerimamu hingga kau meninggalkan wanita setia itu.."Timpal Wanda.
Denis tak tau lagi bagaimana menenangkan kekasihnya itu. Ia hanya berusaha membuat Wanda berhenti menangis saja.
.
.
Disisi D. Yang sudah kembali dengan pesanan Celine begitu terkejut saat tak mendapati Celine yang ia suruh menunggu tadi.
"kemana lagi anak itu ??" gumam D. Seraya mengedarkan mata mencari keberadaan Celine.
"Apa dia sadar dan akan pulang ??" terka D sendiri seraya melangkahkan kakinya mencari gadis yang beberapa hari ini membuat hatinya uring-uringan.
D merogoh ponselnya dan dengan cepat menghubungi anggotanya.
"Bantu aku mencari gadis itu. Dia hilang diMall."Perintah D.
Setelah mendapat jawaban dari anggotanya, D mempercepat langkahnya, lalu menyerahkan barang-barang bawaannya pada amggota yang sejak tadi menungguinya.
"Bawa kemobil dan bantu aku berkeliling Mall. Jangan bertanya siapapun karna gadis itu tidak mau banyak orang melihatnya."Perintah D.
"Siap tuan."Balasnya.
D mulai menyusuri sudut demi sudut Mall megah itu. Matanya meneliti satu demi satu toko dan apa saja yang menurutnya memungkinkan Celine ada disana.
Rasa kawatir terus menyelimuti D yang belum juga menemukan Celine.
Tak sengaja ia berpapasan dengan anggotanya. "Bagaimana ??" tanya D.
"Belum tuan." balas anggota D.
"Sial !!" umpat D.
Yang segera berlari menuju ruang CCTV mall mewah itu.
Brakk !!!
Tanpa mengetuk D menerobos masuk hingga membuat penjaga CCTV terkejut dan panik.
D yang memang tak suka basabasi segera merogoh pistol yang ia bawa kemanapun dibalik jaket kulitnya dan menodongkan pada dua petugas dihadapannya.
Sontak dua petugas itu panik bukan kepalang, mereka bahkan spontan mengangkat kedua tangan. "Apa-apaan kau ini ?? Mau merampok Mall ya ??" tuduh sang petugas.
"Diam !! Aku sama sekali tidak tertarik dengan Mall menjijikkan seperti ini !!!
Tunjukan rekaman CCTV 5 menit yang lalu diarea standFood meja 203. Cepat !!!" sentak D tanpa basa basi.
"Tapi ..-"
" Peluruku akan langsung menembus kepala kalian jika kalian tidak langsung melakukannya !!" ancam D.
Dua petugas itu segera menggangguk takut. Hingga dengan cepat mereka menunjukannya.
D mulai memperhatikan layar monitor.
bisa dilihat D, Celine berlari seraya menutupi mulutnya. "Ikuti wanita itu !!" Perintah D pada Petugas.
"Itu arah toilet Tuan. Ditoilet tidak terdapat CCTV." balas sang petugas.
"Kalian jangan bohong !!!"
"sungguh tuan !! Anda periksa saja diToilet wanita siapa tau kekasih anda masih disana."balas sang petugas lagi.
Tanpa berkata lagi D segera keluar dari ruangan itu dan bergegas menuju toilet yang dimaksud. "Semoga kau masih disana. Apa yang kau lihat sampai kau menangis..??" Gumam D seakan tak mengerti.
D yang memang diselimuti rasa kawatir tak peduli dan tidak sadar jika dia ada diToilet wanita.
Hingga membuat para wanita yang masih disana protes. "Hey !! Kau mau mengintip ya ?!!! Apa matamu buta dan tidak bisa membaca !!!"
"Mana Toilet yang sejak tadi terkunci ???" D malah bertanya dengan tegas.
"Apa maksud anda !!??" Tanya wanita disana.
"Katakan saja !!!" D sedikit meninggikan suaranya. Bahkan tatapanya yang tak bersahabat mulai membuat wanita ditoilet itu ketakutan.
seketika mereka menunjuk Toilet yang berada diujung.
tanpa ba bi bu, D mendekati pintu Toilet itu. Dan dengan segera mendobrak pintu itu.
Braakk !!!
" Celine !!!"
.
.
.
.