
bab 145
.
.
.
Wanda dan Riana sudah tiba didepan lift setelah bertemu dengan Denis.
Lift terbuka dan memperlihatkan Dania serta Tio dan Davi yang berada digendongan Tio ada didalamnya.
Seketika wanda dan Riana menunduk hormat pada atasannya itu.
" Kalian belum.pulang ?? ini sudah sore ??" tegur Dania.
" Ini kami mau siap-siap pulang Dan."Balas Riana.
" Bibi ayo pulang Davi masih ngantuk sekali.." Ucap Davi dengan suara lemahnya.
"jangan ada yang lembur hari ini." tambah Tio seraya menatap tajam Riana dan Wanda. sontak kedua wanita itu menggangguk mengerti.
Dania hanya bisa menggelengkan kepalanya, Tio tetap dingin jika dengan orang lain.
Setelah berkata demikian, Tio langsung melangkah pergi lebih dulu.
"Aku duluan ya.. maafkan suamiku jika dia terlalu dingin.." ucap Dania penuh rasa tidak enak.
" Jangan minta maaf Dan, suamimu memang seperti itu." balas Wanda.
" aku duluan ya ??" Dania memeluk Riana dan wanda bergantian kemudian segera menyusul langkah Tio yang lebih dulu.
.
.
Dijalan, Dania sedikit merengut karna sikap Tio tadi.
Tio yang sadar istrinya tengah ngambek, hanya tersenyum tipis sebab ekpresi Dania terlihat sangat lucu sekali.
Sesekali Tio melirik sang putra yang sudah tertidur dibangku belakang. Tio pun sengaja berkendara santai agar jangan sampai mengganggu tidur putranya.
" Baby.. kau mau rujak itu ??" Tunjuk Tio pada pedagang rujak pinggir jalan.
" Berhenti !! aku bisa beli sendiri !!" Balas Dania dengan juteknya.
Patuh sekali, Tio menepikan mobilnya namun ia tak membuka kunci mobilnya. Dania yang kesusahan membuka pintu menatap tajam Tio. "Kenapa tidak dibuka !!??? aku mau turun !!!?"
" Diam saja didalam. kita bisa pesan dari sini" balas Tio dengan santai.
" Tapi aku mau pilih buahnya !!!?" Protes Dania.
" Pilih dari sini kan sama saja."Tio membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan kepalanya.
" Pak, saya mau beli. tapi buahnya istri saya yang pilih." Ucap Tio dengan datar tanpa ekspresi.
" baiklah baby, pilihlah sesukamu" Tio melipat kedua tangannya didada
Dania mendesah kesal, sulit sekali bicara dengan orang posesif.
" Pak. saya mau semua buah !!!" teriak Dania dengan bernada kesal.
Tio sampai terkekeh mendengarnya. ia juga hanya diam tak menanggapi dan menurut saja.
.
.
Meski dengan kesal, Dania tetap memakan rujak dengan sangat lahap, Tanpa peduli pada Tio yang ada disisinya.
" Aku sebenarnya juga pengen makan. tapi kedua tanganku sedang menyetir, Kasihan sekali.. aku dengar ngidam juga dialam oleh suami, Dan jika tidak dituruti bisa berdampak buruk pada anaknya nanti.." Tutur Tio seolah menyindir Dania yang sejak tadi tidak menyuapi atau bahkan menawari..
Dania memutar bola matanya dengan malas.
dengan kekesalannya ia menyodorkan sesuap buah pada Tio.
" Jangan bawa-bawa calon anak kita !!! aku tau kau minta disuapi kan !!?!" omel Dania.
Tio menyambar dan mengunyah terlebih dahulu suapan dari istrinya.
"Aku bicara fakta baby.."
" Cih.. alasan saja !! kau sangat tidak pantas seperti itu, Pantasnya ya hanya diam tanpa ekspresi dan bersikap dingin !!" gerutu Dania.
" Aku hanya menjaga jarak saja. apa kau mau aku ramah dan perhatian dengan semua orang ?? nanti kalau aku jadi tertarik dengan mereka bagaimana ??" Goda Tio.
" Hubby !!! kau menyebalkan !!!" Protes Dania seraya memukul lengan suaminya.
" Aww baby.. kau menyakitiku nanti..ha..ha.." Tio tertawa puas karna kembali bisa menggoda istrinya.
Dering ponsel Tio seketika menghentikan aksi dania.
Segera pula Tio membuka ponselnya. " Denis ?? ada apa dia menghubungiku ??" Tanya Tio pada Dania.
" Kau meninggalkan pekerjaan mungkin."terka Dania.
Tio segera menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ditelingannya. "Halo Den, ada apa ??"
" Kak, Tuan Jako dan Tuan Kill kecelakaan, mereka meninggal ditempat." terang Denis.
" Apa ???" Tio yang terkejut langsung membulatkan matanya seolah tak percaya.
.
.
.