
bab 143
" huuwaaaa !!"
Davi menangis kencang hingga membuat Dania dan Tio yang sedang berpelukan terkejut.
" Davi.." Ucap Dania dan Tio bersamaan.
keduanya berlari menuju kamar pribadi Tio.
" Sayang..." Dania lebih dulu tiba didalam disusul Tio.
" Ibu.. Ayah meninggalkan Davi disini.." Davi mengadu seraya menangis.
" Maaf sayang.. Ayah tidak meninggalkan Davi, Ayah tadi menyambut Ibu Datang.." Ucap Tio mencoba menjelaskan seraya duduk disisi ranjang disisi Davi.
" Benarkah ??" Tangis Davi berangsur berhenti.
" Iya sayang.. maafkan Ibu ya yang membuat Ayah meninggalkanmu.." Balas Dania penuh kelembutan.
Davi mengusap air mata dan menatap kedua orangtuanya yang kini ada dikedua sisinya.
" Tidur lagi yuk ??" ajak Davi pada Dania dan Tio.
Dania terpaku dibuatnya, sementara Tio terkekeh dengan ucapan lucu putranya
" Sudah sore nak.. kita lanjut tidur dirumah bagaimana ??" Tawar Tio.
" Tapi tidur sama Ibu dan Ayah ya ??" Balas Davi penuh permohonan.
" Pasti sayang.. " timpal Dania yang membuka kedua tangannya.
Davi terlihat bahagia dan berhambur memeluk sang Ibu.
Tio membiarkan sekejap pemandangan yang sangat indah yang selama ini ia impikan yang ternyata telah terwujud.
.
.
Willy terus mengutak ponselnya, sementara Denis yang mulai bosan sedikit tak tenang untuk hanya duduk saja.
" Wil. apa kau setiap hari seperti ini ?? menunggu dan menunggu ?? kau tidak bosan ?? aku saja sudah mulai tidak suka." Celoteh Denis mengutarakan kegundahannya.
" mau bagaimana lagi, ini memang pekerjaan saya."Balas Willy dengan singkat.
" Sebegitu takutnya kau dengan kak Tio ya ??" Tanya Denis lagi.
Willy terdiam sejenak. "Dia atasan saya. dan yang selalu memberi kehidupan pada saya, saya bukan takut, tapi menghormatinya sebagai atasan,bos, kakak, dan orangtua."
" Wah wil..kata-katamu membuatku tersentuh saja." ucap Denis penuh pujian.
Willy hanya tersenyum tipis seraya mengalihkan pandangannya. Namun matanya berhenti mengedar saat melihat wanita yang membuat jantungnya berdetak tak karuan memasuki kantin dimana mereka berada.
" Aku butuh kopi.. kepalaku sakit sekali mengurus angka-angka itu.. lihatlah sampai melihat orang saja jadi angka semua.." ucap Riana yang masih beriringan dengan Wanda.
" Kau lebay sekali..Tetap hati-hati dalam membuat laporan, jangan sampai kau salah ketik. kalau lelah istirahat saja, Kita sudah diberi kepercayaan sejauh ini jangan sampai kita membuat tuan Tio kecewa."Nasehat Wanda yang duduk terlebih dulu, Lalu diikuti Riana.
" tentu saja.. aku ingat itu.." Balas Riana. seraya mulai memesan kopi sesuai keinginannya.
.
.
sontak Denis terkejut, dan menempuk lengan Willy.
"Kau mengganggumi mereka ya ?? yang mana ??" Goda Denis.
" kenapa bicara begitu ?? saya hanya tidak sengaja melihat mereka." Willy segera beralasan.
Denis terkekeh dengan alasan willy. "Sudahlah wil, kalau tertarik bilang saja."
" Anda salah sangka tuan." balas Willy. baru saja willy hendak melanjutkan ucapannya ponselnya berbunyi, dengan sigap Willy menerima panggilan yang masuk.
"Halo tuan."
" Kau dimana ??" Tanya Tio dalam sambungan panggilan.
" masih dikantor tuan. saya dikantin. ada yang bisa saya bantu lagi ??" tanya Willy balik.
"kau kembalilah pulang terlebih dulu. Davi biar pulang bersamaku saja. kebetulan istri saya juga disini."Perintah Tio.
" Baik tuan. saya boleh ijin ??" Pinta Willy.
" apa ??"
" Saya mau kerumah lama, ada beberapa pakaian saya yang tertinggal disana."Tutur Willy.
Hening Tio belum menjawab. "Iya sudah. jaga dengan baik semuanya."
" Siap tuan" willy yang faham maksud Tio segera mengiyakan.
Panggilan pun terputus, Willy pun segera memasukkan ponsel kedalam saku jasnya.
" Kak Tio ya ?? apa katanya ??" Tanya Denis
" saya disuruh kembali lebih dulu. tuan akan pulang bersama Nona dan tuan muda." terang Willy yang langsung berdiri.
" yah.. kalau begitu aku pulang juga ah.. tunggu aku wil.." Denis yang tak enak saat melihat wanda menatap mereka berdua, memilih mengekor mengikuti Willy untuk pulang.
Namun sayang,nasib tak berpihak pada Denis. sebuah panggilan untuk dirinya terdengar.
" Tuan denis !! tunggu !!"
.
.
.
Siapa coba yang manggil ???
😁😁😁
Sepi amat sih, Jadi ngantuk otor nya 😴😴😴
.
.