Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
tidur dengan paman



bab 172


.


.


.


Riana tengah menyuapi Makanan pada willy yang bersandar diranjangnya.


sesuatu hal yang membuat Dania terperangah, berbeda dengan Tio yang malah melayangkan tatapan tajam penuh selidik pada Willy.


" Paman Willy !!!" panggil Davi yang langsung berlari mendekati Davi.


Willy pun begitu terkejut dengan kedatangan bos besarnya tanpa kabar seperti ini. mengingat rumah itu adalah rumah rahasia mereka.


Riana tak kalah terkejut. ia langsung berdiri dan menunduk hormat menyapa Tio. "Selamat malam tuan.."


Willy hendak turun namun dicegah Davi. "Paman mau kemana ?? tidur saja kalau sakit."


"Paman mau menyapa ayahnya tuan muda."Balas Willy.


" Tidak usah. Sapa saja dari sini. iya kan yah ??!" Davi mengalihkan mata pada Sang Ayah. dengan senyum tipis Tio menggangguk pelan.


"Selamat malam tuan. Nona.."sapa Willy tak lupa ia menundukkan kepalanya.


Riana menatap dania yang masih tak faham dengan apa yang dilihat. bagaimana bisa riana ada disini ?? Mereka bukan temankan ??


"Dan.." Sapa Riana seraya meringis


"Ri.. kau..-"


" Paman sakit apa ?? kenapa tidak memberitau Davi ?? Davi tidak punya teman main" Tanya Davi yang sudah duduk ditempat tidur Willy lebih tepatnya disisi dimana Willy menyandarkan diri.


"Hanya kecelakaan kecil. besok sudah sembuh kok." balas Willy.


"Tapi tidak kayak Davi kan ??" Tanya Davi lagi.


" Tidak Tuan muda." Balas Willy singkat.


" Ri.. kau sedang apa disini ??" Tanya Dania yang begitu penasaran.


" em.. itu.. aku.. aku mengembalikan mobil Willy tadi. tadi siang aku membawanya pulang." Balas Riana dengan jujur.


"Kau bawa mobilnya Willy ?? memang kau yang mengantar Willy ??" Kembali Dania mengungkapkan pertanyaannya.


Riana menggangguk pelan. "Iya."


Salah satu anak buah Tio menghampiri Tio yang berada dikamar Willy. "Selamat malam tuan. Saya disuruh D menanyai anda. malam ini apa anda akan menginap ?? kami akan mempersiapkan kamar untuk anda."


" menginap ?? memang ada kamar lain disini ??" tanya Dania dengan cepat.


Tio memijit pelipisnya. anak buahnya memangntidak bisa diajak kompromi.


" Tentu saja Nona" balasnya.


" Diam dan keluar saja !!!" Tegas Tio dengan cepat. Buru-buru Anak buah Tio segera keluar.


"Hubby, benar disini masih ada kamar ??" tanya Dania pada Tio.


"Ayah.. davi mau tidur sama paman Willy jika boleh ??" tambah Willy.


Tio semakin pusing. "ya ampun.. aku.mimpi apa kemarin sampai-sampai anak dan istriku seperti ini." gumam Tio yang dibuat pusing.


"Davi sayang.. lukanya paman willy belum sembuh total. Nanti kalau tidur sama Davi kesenggol malah bahaya. tunggu paman Willy sembuh ya kalau mau tidur sama pamannya." Tio memberi penjelasan.


Davi tertunduk kecewa. melihat itu Dania segera berkata pada Tio. "Kita menginap saja disini. biar bisa mengawasi Davi.


"Baby jangan aneh-aneh. fikirkan kandunganmu juga."Timpal Tio.


"Tapi disini bersih kok. Aku juga tidak akan tidur dikamar Willy. bukannya tadi anak buahmu menawarkan kamar ??" celoteh Dania dengan mudah.


Tio hanya bisa membuang nafas kasar. .


hal itu malah membuat Davi kegirangan. "ye.. ye !! ye !!tidur sama paman Willy ?!".


"Em.. Dan.. tuan Tio. kalau begitu saya permisi dulum sudah malam juga."Pamit Riana yang mati kutu dengan kedatangan bosnya.


"Ri.. ini sudah malam. bahaya jika kau pulang sendiri." ucap Dania mengingatkan


"Tidak. aku.. aku..sudah pesan gokar langganan." Riana meraih tasnya dan segera berlari keluar


"Anak itu kenapa takut begitu ??" gumam Tio yang didengar Dania.


" Karna kau tidak tersenyum padanya !!!" Balas Dania dengan kesal Lalu keluar dari kamar Willy.


.


.


.