
bab 39
.
.
.
Mobil Tio memasuki sebuah gerbang yang dibuka oleh beberapa pria berseragam serba hitam. Netra Dania disuguhkan rumah mewah 3 lantai dengan desain interior yang sangat elegan.
Tepat didepan Tangga masuk, Tio menghentikan mobilnya. Anak buah Tio dengan cekatan membukakan pintu untuk atasan mereka.
" selamat datang tuan.." sapa salah satu anak buah Tio.
Tio tak menjawab. ia memilih segera membukakan pintu mobil untuk putra kesayangannya.
" Nah Davi.. ini rumah kita.." Tio menunjuk rumah itu.
" Ayah ini besar.." balas Davi.
" ini rumah orangtuamu ??" tanya Dania..
" bukan. ini rumah davi."balas Tio dengan cepat.
" jangan bercanda Tio !! aku serius bertanya !!!?" Protes Dania.
"aku serius Dan.." Dari matanya Dania bisa melihat keseriusan itu.
" Ini real hasil kerja kerasku saat aku menjadi sekretaris sekaligus asisten teman kuliahku, Aku sudah berjanji pada diriku, sebelum aku sukses dengan kerja kerasku sendiri, aku tidak akan mencarimu. makanya saat aku sudah membeli Rumah ini aku baru mulai melakukan pencarian. Aku masih ingat kata-katamu, Jika aku hanya pecundang yang tidak bisa hidup tanpa uang orangtua. saat teringat kata-kata itu, aku menjadi termotivasi untuk memiliki apapun sendiri tanpa bantuan orangtuaku." terang Tio saat mengingat bagaimana ia dulu pergi dari keluarganya dan berkelana tidak jelas..
Dania sangat tersentuh. namun ia tak mau menunjukkannya.
" Ayah.. ayo masuk.."ajak Davi
" oh iya.. maaf sayang.. ayo..ayo.." Tio menggandeng tangan Davi dan yang sebelah lagi langsung menyambar Jemari Dania agar segera ikut.
Didalam Dania cukup terkesima dengan interior bahkan semua desainnya sesuai warna kesukaannya. Dalam hati dania berkata. apa iya dia masih ingat warna kesukaanku.??"
" ayo.. kau menunggu apa ??!" Tegur Tio saat melihat Dania malah mematung dibawah, sementara ia sudah menapaki anak tangga.
Dania pun segera tersadar. "eh..Tio..Bagaimana kita..-"
" Kenapa lagi ?? rumah ini memiliki kamar yang banyak. kita tidak akan tidur sekamar kok, kau tenang saja !! fikirkan Davi jika kau seperti itu terus !!" tutur Tio dengan jelas.
Dania tak tau harus bagaiamana.
" Ibu.. ayo.. Ibu kenapa ??" Panggil Davi.
" em..iya sayang.." Dania pun akhirnya menyusul putranya.
" Rumahnya besar sekali.." Ucap Davi.
" tentu saja. kan biar Davi bebas main didalam rumah."balas Tio.
" Nah.. itu kamar Davi.. ayo.." ajak Tio.
Dania hanya diam dan mengekor saja.
Saat pintu terbuka, baik Dania maupun davi amat terkejut dengan isi kamar itu.
" Wah.. kamar Davi bagus.." Ucap Davi
"apa kau suka ??" tanya Tio seraya berjongkok didepan Davi.
" suka Ayah..boleh Davi naik kasur empuk itu ??" Izin Davi.
" tentu saja sayang" balas Tio dengab senyumannya. Davi pun berlari menuju ranjang yang super besar itu.
" Davi sayang.. jangan lari nak.." Pesan dania.
Tio sangat terharu melihat semua impiannya terwujud. apa lagi melihat Davi tampak senang sekali.
" kapan kau menyiapkan semua ini ??" tanya Dania.
" Sudah lama."jawab Tio.
" kau jangan bercanda. apa ini kamar anakmu dari wanita lain ??!" Selidik Dania.
Tio menyeringai dan kemudian menatap Dania. tatapan yang sangat intens, perlahan Tio berjalan mendekati Dania hingga membuat Dania tak nyaman. "Jika aku sudah bersama wanita lain buat apa aku susah-susah menyakinkan kau."Tio berhenti saat Punggung Dania sudahh terbentur Tembok karna sejak tadi menghindar
susah payah Dania menelan ludahnya saat kedua mata mereka saling bertemu.
Tio semakin mencondongkan tubuhnya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja. sontak Dania memejamkan mata seketika.
pukk !!
" awww !!!" pekik Dania seraya memegangi keningnya yang dipukul tio.
" apa yang kau fikirkan ??!! Hilangkan fikirkan kotor dikepalamu itu !!" Ucap Tio yang langsung melenggang mendekati davi dan meninggalkan Dania yang memasang wajah masam.
" Tio sialan !!!" umpat Dania.
.
.