Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Hubby , Davi sayang ??



bab 141


.


.


.


Selesai bercengkrama dengan Wanda dan juga Riana, dania memilih menaiki lift lagi guna menemui suami dan juga putranya. Wanda baru saja mengatakan jika Davi sedang bersama Tio untuk bermain. Dania cukup merasa bersalah, karna ia yang mual terus-terusan membuat Tio ekstra membantu menjaga putra mereka. Sungguh Dania sangatlah beruntung memiliki suami yang sangat pengertian seperti itu.


Dengan santai Dania menapaki lantai menuju ruangan sang suami. Sebelum mengetuk pintu, Dania berinisiatif menggunakan Masker agar ia tak sampai menghirup aroma tubuh suaminya yang nanti bisa membuatnya mual.


" Ada bagusnya juga ide Riana.." Gumam Dania setelah memakai maskernya.


Ia kemudian mengetuk pintu ruangan Tio beberapa kali.


Namun Dania dibuat keheranan, Hening tak ada jawaban, Dania melirik kesebuah celah yang biasa digunakan karyawan wanita mengantar berkas laporan.


kosong. ??


" Mereka kemana ?? kok tidak ada didalam ??" Gumam Dania lagi.


karna rasa penasaran Dania akhirnya memilih langsung masuk.


Netranya mengedar kesekeliling tidak ada putra dan suaminya disana, mata Dania hanya menangkap Tas sekolah Davi dan beberapa buku diatas meja.


" Tasnya disini ?? lalu mereka kemana ?? apa keluar jalan-jalan ?? atau Davi kambuh ???!!" Terka Dania lagi. Ia mulai kawatir, kondisi Davi memang dalam pemulihan, namun tak dipungkiri kekawatiran Dania tetap masih ada.


" Hubby !!! Davi sayang.." Panggil Dania. seraya terus meneliti ruangan suaminya, hingga ia menemukan pintu yang berada tepat dibelakang kursi kebesaran suaminya.


" Sejak kapan disana ada pintu ?? apa aku yang tidak tau ??" Dania bertanya sendiri.


buru-buru Dania menuju pintu itu. "ya ampun ini benar pintu, lalu pintu ini ??" Dania pun segera memegang handle pintu dan membukanya perlahan.


Dania dibuat terkejut melihat ruangan yang ia tidak tau selama ini.


" Astaga Hubby.. kau punya kamar pribadi ??" Gumam Dania seraya melangkah masuk.


Seketika senyum dania terbit cukup lebar. "Hubby.. kau benar-benar menjaganya dengan baik.." gumam Dania yang penuh hati-hati mendekati Tio dan Davi.


Ragu-ragu Dania mendekati Tio, ia takut mualnya akan kambuh. meski ia sudah meggunakan Masker tetap saja. "Hubby aku merindukan pelukanmu..Tapi kenapa anak kita tidak mau kita dekat.." Ucap Dania lirih seraya mengusap perutnya yang masih rata.


Ternyata Tio sudah bangun. namun Tio sengaja masih menutup matanya karna ia juga tidak mau istrinya tersiksa akibat mual.


sudut bibir Tio terangkat sedikit saat telinganya bisa mendengar ucapan Dania.


"Maafkan aku sudah membuatmu susah begini.. bahkan kau sampai menjaga Davi dikantor..aku merasa tidak berguna.." ucap Dani lirih lagi.


entah mengapa air mata Dania malah mengalir dengan sendirinya.


" Lihatlah gara-gara kau manjakan aku jadi cengeng begini hubby.." Gumam Dania seraya mengusap airmata dikedua pipinya.


Tio yang tak tahan apalagi mendengar suara Dania mulai sesenggukan langsung membuka mata dan bangun dari tidurnya.


Dania yang sibuk mengusap air matanya tak sadar jika Tio sudah duduk diatas ranjang dengan menatap dirinya.


" Baby..jangan menangis.. "Tegur Tio sumpah demi apapun hatinya akan terasa sakit jika melihat istrinya menitikkan air mata.


Sontak Dania mengangkat wajahnya menatap pria penempat hatinya tersenyum manis kearahnya.


"jangan menangis baby..Aku tidak bisa melihat kau menangis begitu.."ucap Tio lirih.


Dania menatap lekat suaminya. Tio mengarahkan jemari berbentuk finger heart pada Dania serta mengecup Dania dari jarak jauh.


meski masih terasa sedih, Dania akhirnya tertawa kecil sembari sesenggukan, Suaminya benar-benar berusaha membahagiakan dia, meski kini dalam keadaan aneh Tio terus berusaha agar bisa membuat Dania tersenyum dan bahagia..


.


.


.