
bab 18
.
.
.
Pagi hari sudah datang, Saat davi mengeliat membuat Tio terbangun dari tidurnya. ia cukup terkejut saat menyadari jika dia tertidur dikamar Dania bersama Davi.
namun meski begitu, Tio sangatlah bahagia. setidaknya semalaman ia bisa mendekap anak yang sangat ia yakini adalah putranya.
Kecupan kasih sayang diberikan Tio pada Davi yang masih terlelap tidur. Namun saat teringat Dania, Tio hampir terperajak. Jika kamarnya ia tempati lalu Dania bagaimana ??
perlahan Tio meletakkan kepala Davi yang menjadikan lengannya sebagai bantal
selesai, Tio langsung keluar guna memastikan dania sudah kembali atau belum. namun saat pintu kamar terbuka, hidung Tio mencium aroma masakan yang begitu menyeruak dihidungnya. bahkan bunyi peralatan dapur yang digunakan juga bisa Tio dengar. Rasa lega bisa dirasakan Tio, sebab Dania ternyata mau pulang meski ada dirinya disana.
Segera Tio menuju dapur dimana suara dan Dania berada. baru hendak menyapa, Tio sudah mendengar omelan Dania.
"dasar pria tidak tau diri !! seenaknya tidur dirajangku !! memang dia fikir dia tamu apa !!!"
"awas saja jika nanti dia bangun !! aku akan langsung mengusirnya !!" tambah Dania sembari mengoseng masakannya.
" tapi kenapa aku buat nasi goreng sebanyak ini ?? aku kan tidak berniat membuatkan sarapan untuk dia !!?" kembali dania bergumam.
Tio menutupi seringainya seraya bersandar dipilar yang menghubungkan ruang tengah dengan dapur. ia terus setia mendengarkan omelan Dania disana.
" ini juga. aku pikun atau bagaimana, kenapa Ayam aku goreng semua ??!! besok kalau Davi minta dan aku belum bekerja bagaimana ??!!" Omel Dania lagi.
" aku akan membelikannya untuk Davi." ucap Tio seketika. saat bisa mendengar omelan Dania.
Dania terkejut dan langsung menoleh kebelakang, dimana Tio bersandar dipilar dengan santainya.
" apa kau bilang ??!! jangan mengatakan sesuatu yang membuatku marah Tio !!" ucap dania berapi-api.
" sampai kapan kau akan egois Dan, Davi juga putraku, biarkan aku mengurusnya juga." balas Tio.
" kenapa kau keras kepala sekali !!! aku sudah bilang dia bukan anakmu !!? sekarang lebih baik kau cepat pergi dari rumah ini !!! " protes Dania dengan mata memerah.
Tio menghembuskan kasar nafasnya. sangat percuma berdebat dengan wanita satu ini.
Dania menghembuskan nafasnya penuh lega, ia tak tau kenapa selalu ingin marah jika melihat Tio.
namun saat melihat nasi goreng yang banyak Dania memejamkan mata kebingungan.
dan akhirnya Dania mengambil kotak makanan dan mengisi nasi goreng lengkap dengan Ayam gorengnya.
" lalu aku harus mengejarnya ??" tanya Dania sendiri.
" ahh.. sial !!" Dania segera berlari menyusul Tio yang mungkin sudah menuju mobilnya.
Saat diluar Dania meneliti jalanan gang kontrakannya, nampak Tio melangkah santai untuk menuju Mobilnya.
" itu dia .." gumam Dania yang berlari mengejar tanpa mau memanggil.
" tunggu.." saat sudah dekat Dania bersuara.
Tio langsung membalikkan tubuhnya. dan cukup terkejut saat melihat dania yang masih menggunakan celemek terengah-engah berdiri dibelakangnya.
" ada apa ??" tanya Tio.
Dania mengatur nafas dengan mennelan ludahnya beberapa kali, Lalu saat sudah tenang ia mengeluarkan Kotak yang ia pegang dan sembunyikan dibelakang tubuhnya.
" ambillah. aku membuat terlalu banyak." ucap Dania tanpa mau melihat Tio.
Ingin rasanya Tio tertawa apa lagi saat melihat ekspresi Dania yang baginya sangatlah lucu.
Dengan segera Tio menerima kotak makanan itu. "terima kasih."
Tanpa menjawab apapun lagi dania memilih segera meninggalkan Tio yang masih mematung menatap dirinya.
"kau masih peduli padaku Dan..dan aku akan berjuang untuk itu." gumam Tio seraya menatap Kepergian Dania.
ia pun segera masuk kedalam mobil sambil menghubungi Seseorang."temui saya dikantor. ambil sample yang aku bawa." perintah Tio pada orang yang berada dipanggilannya.
.
.
.