
bab 71
.
.
.
.
Dania memang sangat terkejut, namun ia berusaha tetap tenang. hanya melihat Tio memegang wanita lain saja dada Dania terasa sesak.
" Tio.." panggil Dania.
Tio pun segera mendorong Hany dengan sedikit kasar.
" Apa-apaan kau ini !!!" tegur Tio dengan segera. apa lagi saat ia melihat Dania yang ada disana.
" Maaf tuan." balas Hany sembari tertunduk.
Tio tak terlalu memperdulikan Hany, ia segera menghampiri Dania.
" sayang.. ini tidak seperti yang kau lihat.." Tio berusaha membela diri.
" Masuklah. Davi sudah menunggu untuk makan siang." ajak Dania dengan santai. Dan kemudian masuk terlebih dahulu.
Melihat Dania seperti itu. Hany cukup senang, sebab caranya ternyata ampuh membuat Hubungan bos dan kekasihnya itu renggang.
puas dengan ulahnya, Hany langsung menuju ruangannya sendiri.
.
.
Tiba didalam ruang kerja Tio. sambutan dari putra kesayangannya membuat Tio sulit menjelaskan pada Dania. apalagi sikap Dania yang hari itu sedikit berubah membuat Tio mengira Jika Dania marah karna melihat kesalah fahaman tadi.
" ayah.. Ibu buat puding.. enak sekali.. nanti Ayah coba ya ??" ucap Davi.
" Iya sayang.. Davi makan dulu ya, Ayah tunggu ibu mengambilkan." balas Tio selembut mungkin. patuh, Davi pun memulai acara makannya.
Dania masih betah diam tanpa ekspresi apapun, ia pun mengambilkan makanan untuk Tio.
" Sayang.. kau jangan salah faham dengan yang tadi.. aku benar-benar tidak sengaja memegang tubuh Hany !! Dia tadi akan terjatuh. makanya tanganku reflek memeganginya." terang Tio yang merasa tak nyaman karna diamnya Dania
" Makanlah dulu. sayang kalau dingin." ucap Dania tanpa menanggapi penjelasan Tio.
" Tapi sayang.. sungguh, kau jangan begini dong !!?? aku bisa gila kalau kau seperti ini !!?" Tio nampak amat frustasi..
" Sudahlah jangan difikirkan. ayo makan, ayo.." Dania menyendokkan makanan sepenuhnya Sendok dan menyodorkannya pada Tio.
meski masih nampak tak semangat, Tio menerima suapan dari Dania.
Dania meletakkan piring ketangan Tio. "Makan sendiri. apa kau tidak malu dengan anakmu..?" ucap Dania seraya beranjak.
" kemana lagi ??! mengambilkan kalian minum. Lihatlah air minummu habis kan ?!" tunjuk Dania
" Oh baiklah. jangan lama-lama." Balas Tio yang dibalas anggukan serta senyuman dari Dania yang melangkah keluar dan sudah menutup pintu ruang kerja Tio.
.
.
Tujuan utama Dania adalah pantri, ia benar akan mengambilkan minum untuk Tio dan Davi yang tengah makan siang bersama.
dan entah disengaja atau tidak, Ternyata Hany juga berada disana tengah membuat kopi.
bukannya marah, Dania malah menyunggingkan senyum tipis sekali diwajahnya.
" Eh..nona..maksudku calon nona..?" ejek Hany.
Dania melewati Hany dan mengambil teko dan mengambil air putih.
" Kasihan sekali ya, tinggal bersama tanpa ikatan yang jelas, prianya malah dekat dengan wanita lain..ya ampun, Tidak punya harga diri sekali dia." kembali lontaran ejekkan Hany ditujukan pada Dania.
Dania selesai mengambil minum dan hendak pergi. namun dengan Sengaja, Hany mencekal kaki Dania. ia berfikir Dania akan tersungkur jatuh. namun nyatanya semua tak sesuai ekspektasi. bukannya terjegal, Dania malah menginjak kaki Hany dengan Sepatu yang Dania pakai.
" aaakkhhhh !!!" jerit Hany yang memegangi jemari kakinya.
" oopsss.. sorry, awalnya aku mau melewati sampah, ternyata saking besarnya sampah itu sampai terinjak dikakiku.." Netra Hany membulat sempurna bercampur amarah, saat mendengar balasan perkataan dari Dania.
" Sialan kau !!! pasti kau sengaja kan ??!!" Bentak Hany yang dikuasai emosi.
" Awalnya juga tidak aku sengaja, tapi melihat ular keket berkeliaran tidak jelas seperti ini, sepertinya aku memang harus sengaja menginjaknya, supaya ular itu tidak menempelkan bulu gatalnya dikulit Kekasihku." tambah Dania dengan mimik mengejeknya.
nafas hany memburu, amarahnya memucak dan tanpa sadar ia mengangkat tangan dan hendak menampar Dania.
Na as lagi, Dania dengan cepat menerima tangan Hany dan dengan cepat pula Dania mendorong tubuh Hany hingga terbentur tembok.
" aakhhh !!!" pekik Hany saat punggungnya terbentur tembok.
" Sialan lepaskan aku !!!" ronta Hany.
" Dengar satu hal ular keket, Kata-katamu tidak akan berpengaruh apapun dengan hubungan kami, meski kau berusaha seperti apapun. bahkan dengan cara konyol dan menjijikkan seperti tadi, Kami malah akan semakin menyatu dan menyatu. Cam kan itu..!!!?" Terang Dania dengan suara pelan namun pasti dan sangat jelas.
selesai berkata demikian, Dania pun mendorong Tubuh Hany dan langsung keluar dari pantry.
Hany semakin benci terhadap Dania, Umpatan demi umpatan dalam hati terlontar dimulut Hany.
" sial !!! aku tidak menyangka dia sekuat itu.." gumam Hany dengan meremas jemarinya.
.
.
.