Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Mengalahkanku



bab 74


.


.


.


.


" Ayo Dania terima saja !! susah amat sih !!" gerutu Wanda yang masih berada dipersembunyian bersama Riana dan Attalah.


" Apa kau tidak bisa diam ??!! sejak tadi mengomel terus !!" tegur Tio.


" Maaf tuan. tapi Dania itu terlalu lama memberi jawabannya."balas Wanda


" dia kan masih berfikir. memangnya kau !! sekali diajak menikah main mau saja !!" Omel Attalah.


Wanda memanyunkan bibirnya hingga membuat Riana tertawa kecil.


.


.


Sementara Tio masih setia berjongkok dengan salah satu lutut menyentuh tanah menunggu jawaban dari Diana.


" Dania.. bagaimana ??" Tanya Tio yang melihat Dania terus mengedarkan pandangannya.


Seketika pula Dania menatap Tio dengan senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya.


" Bangunlah." Dania membantu Tio agar berdiri dihadapannya kembali.


Tio terus menatap Dania penuh harap, seolah ia sangat menunggu jawaban Dania.


" Berapa lama kau siapkan ini semua ??" tanya Dania.


" apa ??" Tio memperjelas pendengarannya.


" berapa lama kau siapkan semua ini ?? ini pasti pakai biaya kan ??" terka Dania.


" Dania.. aku melamarmu, kau spesial buatku, makanya aku mempersiapkan yang spesial." balas Tio yang tak habis fikir dengan wanita pujaan hatinya.


" Tapi aku tidak suka !!" timpal Dania dengan cepat.


" Kenapa ??" tanya Tio keheranan.


" Ini bukan aku Tio. kau tau aku seperti apa kan ?? apa memang kau lupa ??" balas Dania.


" Tapi..-"


" Siapkan tempat, kita berduel malam ini. jika kau bisa mengalahkan aku, aku terima lamaranmu, tapi jika kau tidak bisa mengalahkanku, Aku tidak bisa menerimamu." ucap Dania dengan santai.


Mata Tio melotot dengan sempurna, "apa ?? apa-apaan ini ?? berduel ?? bertarung maksudmu ??!!"


Dania menggangguk dengan pasti.


" Apa ?? hah, Ya ampun Dania.. kenapa kau kefikiran hal itu?!! bagaimana mungkin aku mengalahkanmu Dania.." Tio tak habis fikir dengan keinginan Dania itu.


" Terserah. jika kau tidak mau aku tidak akan memaksa. dan maaf lamar..-"


" Stop Dania !!! huh.. Memang kenapa kau meminta persyaratan seperti itu ??" Tio akhirnya mengalah.


" Iya aku tau. maksudku kenapa ?? Kenapa berduel !!?" ucap Tio lagi.


" Karna aku ingin memukul wajahmu !! meluapkan sesak dihatiku karna kau dulu !!" Terang Dania.


Inu semua benar-benar diluar nalar manusia. mungkin hanya mereka berdua didunia ini yang menggunakan cara konyol seperti itu hanya untuk sesi lamaran saja.


" Dania gila !!" gerutu Wanda.


" Iya. dia aneh-aneh sekali ?!" tambah Riana.


" bisa diam tidak !!! aku sumpal mulut kalian baru tau !!!" tegur Attah.


" Baik tuan." Wanda dan Riana seketika mengecilkan suaranya.


.


.


.


" Jadi kau masih marah padaku ??" Tanya Tio memastikan.


" Jika kau ada diposisiku bagaimana hatimu ?? apa kau akan mudah melupakan kesakitan itu ??" Dania membalikkan pertanyaan.


Tio membuang nafas dengan kasar. "baiklah. Kita lakukan malam ini." ucap Tio.


senyum Dania bertambah lebar.


Nampak Tio merogoh ponselnya dan menempelkan ditelinganya.


" Siapkan tempat didalam markas, saya akan berduel." perintah Tio.


Setelah berkata demikian Tio mematikan panggilannya.


" Kalian bertiga !!! keluarlah !!!" teriak Tio meneriaki Wanda, Riana dan Attalah.


" Kalian ?? siapa ??" tanya Dania.


Tio tak menjawab, namun tak lama Wanda, Riana dan Attalah keluar dari tempat persembunyiannya.


" kalian semua disini ???!!" tanya Dania penuh keterkejutan.


" Kalian. ikut kami !! kalian lah yang akan menjadi juri pertarungan kami." perintah Tio.


" Tio kau memerintahku ?!!" protes Attalah.


" Namira tidak akan keberatan karna kau menolongku melamar kekasihku. tapi kalau kau menolak, aku akan melaporkan pada Namira" balas Tio.


" ckkk!!" Attalah berdecak kesal.


Sementara wanda dan Riana mereka hanya bisa menurut saja.


Senyum kepuasan nampak sekali dihati Dania. "aku mengingatkanmu Tio, kau dulu sudah berjanji, kelak jika kau akan melamarku, kau akan mengalahkanku dulu. dan saat ini aku akan mewujudkannya." batin Dania dalam hati


.


.


.