
bab 28
.
.
.
Tamu Restoran mulai berdatangan, Para pelayan mulai disibukkan dengan berbagai pesanan tamu-tamu itu.
Dania sampai gagal menemui menegernya lagi, saking ramainya tamu pagi itu.
bahkan Dania juga tidak sadar. jika Tio bersama Rekan kerjanya juga datang kerestoran itu. sekilas Tio menatap Dania yang cukup fokus melayani tamu, hingga ia hanya diam dan membawa rekan kerja sekaligus Attalah menuju ruangan khusus VVIP miliknya.
" Riana !! tolong meja 10 !!" pinta Dania yang sedang menulis pesanan tamu yang lain.
" baiklah. " Riana buru-buru berlari kemeja 10 seperti yang disebutkan Dania.
" mohon tunggu sebentar tuan dan nyonya. makanan akan segera siap." ucap Dania dengan ramah.
" Jangan lama-lama ya mbak, kami sangat lapar." ucapnya.
" pasti nyonya. saya permisi dulu.." Dania segera menuju Dapur dan menyerahkan pesanan, dengan kembali membawakan pesanan orang pada mejanya.
.
.
Dari arah pintu nampak wanita yang sudah paruh baya, masuk dengan sinis. dengan suara lantang ia memanggil nama Dania.
" siapa disini yang namanya Dania ???!!" panggil wnaita itu.
semua mata langsung menatap wanita paruh baya itu, Beberapa pelayan rekan kerja Dania yang melihat kedatangan Wanita paruh baya itu tersenyum. "akhirnya istrinya pak burhan datang juga." ucapnya.
Wanita yang berstatus istri Pak Burhan, Meneger restoran itu masuk dengan angkuhnya.
Riana memperhatikan istri menegernya itu. kenapa mencari Dania ?? batin Riana.
Dania yang tak terlalu mendengarkan belum sadar jika dirinya tengah dicari.
" Hey kau !! mana yang namanya Dania ??!!" Wanita itu memanggil Riana yang dekat dengannya.
" maaf buk..memang ada apa ya ??" tanya Riana.
" panggilkan saja yang namanya Dania !!!" bentak Wanita itu lagi.
hal itu membuat para tamu saling berbisik membicarakan wanita paruh baya itu.
Riana mengedarkan pandangannya, dimana Dania memang cukup jauh dari pintu masuk.
" sebentar buk, ibu tunggu dulu ya. saya panggilkan." Ucap Riana yang langsung berlari kearah dania.
" dania !!" panggil Riana saat sudah dekat.
" ada apa ??" tanya Dania seraya menatap temannya.
" ada apa ??" tanya Dania.
Riana hanya menggeleng. dan akhirnya Dania segera berjalan mendekati wanita yang katanya istri meneger restoran itu.
" kau kah yang namanya Dania ??!!!" selidik wanita paruh baya itu dengan menatap dania sinis.
" iya buk. ada apa ??" tanya Dania.
" Dasar wanita penggoda !! jadi selama ini uang suami saya sering habis karna diberikan padamu ya ??!! jawab jujur !!!" bentak wanita paruh baya itu dengan lantang. hingga para tamu restoran bisa mendengarnya.
Dania membulatkan matanya. "apa maksud ibu..?? saya tidak pernah mengambil uang suami ibu.!!" balas Dania.
" jangan mengelak !!! saya tau semuanya !!!" bentak Wanita itu.
pak Burhan yang baru saja menyambut kedatangan bos besarnya sangat terkejut, saat melihat istrinya memarahi Dania.
buru-buru ia berlari mencegah istrinya yang berteriak-teriak memaki Dania.
" tidak tau malu !! dasar wanita murahan !!" Maki istri pak Burhan.
Dania mengepalkan kuat tangannya. "ibu jangan sembarangan menuduh ya !! saya tidak pernah seperti itu !! siapa yang mengatakan hal kotor seperti itu !!!" balas Dania yang sudah dikuasai emosi.
Riana segera menenangkan Dania, jangan sampai Dania melukai istri meneger restoran. "Dan.. tenang dan.."
" tenang bagaimana !!! dia menuduhku yang tidak-tidak Ri !!" protes Dania.
" ini ada apa !!?" tanya pak Burhan yang sudah dekat .
" Nah akhirnya kau keluar juga. ini kan wanita simpananmu ??!! kau memotong jatah bulananku demi dia kan ??!!" celoteh istri pak burhan dengan segala tuduhannya.
" kau bicara apa ??!! ini memalukan !! kau tidak lihat restoran ramai tamu !!" balas pak Burhan.
" biarkan saja !!!biar semua tamu tau, kebusukan kalian ?!" timpal istri pak burhan.
" cukup buk !!! saya tidak terima ibu menyebut saya wanita penggoda seperti itu !!" bentak Dania dengan mata memerah.
" apa ?? kau mau mengelak lagi ??!! sudah ketauan masih saja mengelak !!!" bentak istri pak burhan lagi.
" buk !! hentikan, dia bukan siapa-siapaku !! kau membuatku malu saja !!!" Cegah pak burhan.
" kau membelanya ???!!" Bukannya mereda, malah emosi istri pak burhan tambah meledak. hingga ia menatap Dania penuh kebencian.
" semua ini gara-gara kau !!!" Istri pak.burhan mendekati Dania dan hendak menampar Dania, Dania seketika memejamkan mata, namun tangan istri pak Burhan tertahan oleh seseorang yang tiba-tiba datang.
Pak burhan dibuat panas dingin saat melihat siapa yang menerima tangan istrinya. "tu..tuan.." gumam pak Burhan.
.
.
.