Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Dasar Pria gila



bab 45


.


.


.


Tiba didepan ruangan Tio Dania kembali dikejutkan dengan tulisan dipintu Tio,


" Tio.. kau ??" Dania tak melanjutkan ucapannya. ia tak menyangka Tio adalah CEO diperusahaan itu.


" biasa saja !! ayo masuk." ajak Tio.


" Tapi ini.. kau bilang wanita dilarang masuk ??!" Tunjuk Dania kesebuah tempat dimana biasanya karyawan wanita meminta tanda tangan Tio.


" kau pengecualiannya !!" Tio langsung menarik tangan Dania agar masuk kedalam Ruangannya.


" apa kau tidak bisa menunggu, main tarik saja !!" protes Dani saat sudah didalam.


" kau terlalu banyak tanya, baiklah mana makananku ? aku sudah lapar." pinta Tio.


" oh iya.." Dania segera berjalan menuju meja santai disisi ia pun mulai membuka kotak makanan yang ia bawa sejak tadi.


Tio mengekor dibelakang dania dengan masih menggendong Davi.


" ayah.. Ibu juga belum makan." ucap Davi.


Dania sontak terkejut, ia kemudian menatap Davi. semenjak dekat dengan Tio, Davi makin banyak bicara dan cepat sekali merespon apapun.


" berarti ibu mau menemani Ayah.." balas Tio dengan senyum kemenangannya.


" Jangan ge er dulu !! aku tadi memang belum lapar saja !!" ucap Dania tanpa menatap Tio.


Davi melorot turun dan berlari kekursi kerja Tio.


" Davi.. jangan kesitu !!" tegur Dania.


" biarkan saja, itu juga miliknya kelak." timpal Tio. Tio menatap davi yang menatap sang Ibu karna ditegur barusan. "Duduklah nak disana. boleh kok sayang, itu juga punya Davi." ucap Tio dengan lembut dan senyum lebarnya.


Davi langsung sumringah dan duduk dikursi kerja Tio.


" jangan biasakan apapun permintaan Davi kau turuti Tio !!" ucap Dania yang duduk disisi Tio.


" Ini tidak ada apa-apanya. selama ini aku tidak bisa membahagiakan dia. jangan iri, kalau kau menginginkan apapun pasti aku turuti juga."Tutur Tio seraya memulai aktivitasnya makan.


Mulut Dania seketika mengerucut, "sembarangan !! apa wajahku terlihat iri ?? aku tidak mau anakku jadi manja nanti saat dewasa." balas Dania bernada kesal.


" tenang saja. Davi itu kan yang membuat aku, sifatnya tidak akan jauh-jauh dariku." ucap tio dengan santai.


" kau percaya diri sekali !!" gumam Dania sembari melirik Makanan Tio, Perutnya sebenarnya cukup lapar. sebab ia tadi belum sempat makan.


"*Tio tidak peka sih !! aku kan juga lapar ??" Gerutu Dania dalam hati.


Tio sebenarnya bisa melihat raut wajah Dania yang kesal. "kita lihat, kau akan bertahan atau tidak Dania..dasar keras kepala." batin Tio.


" kau habis sebanyak itu ??" tanya Dania


" tentu saja. aku lapar sekali." jawab Tio. "kau mau makan juga ??" tawar Tio.


Dania segera menggeleng,


" Davi bilang kau belum makan kan ??"tanya Tio lagi.


" em.. iya..tapi..tapi aku memang tidak lapar." Balas Dania tanpa mau menatap Tio.


Tio menyeringai tipis lalu melanjutkan makannya. "baiklah.. aku akan habiskan..oh, ini enak sekali.." ucap Tio yang mulai kembali makannya.


Kruuukk


kruukkk


"sialan kau perut !! kenapa harus bunyi sih !!" gerutu Dania dalam hati.


dania tertunduk. ia cukup malu sebab bunyi perutnya lumayan kuat.


Tio langsung menggeser tubuhnya seraya menyodorkan sendok berisi penuh makanan.


" buka mulutmu.." perintah Tio.


Dania mengangkat wajahnya. Mereka sangat dekat sekali, Jantung Dania bahkan berdetak tak menentu. entah mengapa semakin hari malah semakin tidak jelas seperti itu saat berdekatan dengan Tio.


" ayo.. kasihan cacing diperutmu itu. dia butuh asupan nutrisi." tambah Tio.


seketika Dania tersadar. " aku bisa sendiri." Dania meraih sendok dari tangan Tio.


Tio pun menyerahkan kotak makanan pada Dania. "kalau begitu kau ya yang suapi aku.." goda Tio.


" kau belum kenyang juga ??!!" protes Dania serasa tak percaya.


" tentu saja !!" balas Tio dengan cepat.


Dania nampak kesal sekali. wajahnya Itu menggemaskan bagi Tio. hingga akhirnya Tio yang tidak tahan tertawa lepas begitu saja.


" ha..ha..ha..ha.. Kau lucu sekali Dania !!"


"dasar pria gila !!" umpat Dania.


.


.


.