
.
.
.
Dania menghentikan laju sepeda motornya didepan Apartemen mewah yang jarang sekali ditemuinya saat berada dipinggir kota. ya, selama ini Dania tinggal dipinggiran kota yang jauh sekali dari keramaian metropolitan.
Rasa kagum terlihat diwajah Dania.
" Apartemennya besar ya ??" suara Wanda membuat Dania mengangguk pasti.
" iya. sudah lama sekali aku tidak melihat gedung bagus seperti ini.."ujar Dania.
" mulai sekarang kau akan sering melihat gedung besar seperti ini, karna pelangganku kebanyakan dari kalangan seperti ini.." Wanda menepuk pundak dania seolah membanggakan pekerjaannya.
" iya..mau ditunggu atau..-"
" antar masuk dulu yuk ?? aku tidak.biasa masuk apartemen mewah begini " timpal Wanda.
" apa-apaan kau, masa aku mengantarmu..!! tidak..tidak.." tolak Dania.
" Dania. aku hanya bermain paling lama 2 jam, kau tunggu saja. aku akan membayarku dua kali lipat dari biasanya.." ujar wanda.
" tapi aku tunggu diloby saja ya ??" akhirnya Dania menerima. memang biasanya Wanda membayar Dania dengan nilai fantastis.
" itu baru aku setuju." Wanda tersenyum lebar dengan menggandeng lengan Dania menarik dania untuk masuk kedalam Apartemen itu.
Didalam Dania dibawa disebuah tempat santai didalam apartemen itu.
" Wan, kau jangan lama-lama ya, soalnya aku harus membeli obat untuk Davi. obatnya habis dirumah wan.." ucap Dania.
" benarkah.. ?? oh.. baiklah.." Wanda meraih tas kecil yang ia bawa. lalu megeluarkan dabit atm dan menyodorkannya pada Dania.
" pakai ini, nanti kalau aku sudah dapat uang aku tambah lagi. "
" tidak usah Wan. kan belum waktunya aku dibayar.." tolak Dania.
" jangan begitu. aku tau kau butuh. jika menungguku takutnya apotik sudah tutup. sudah sana pergi carikan obat anakmu.. aku naik dulu ya.. bye.." Wanda melenggang meninggalkan Dania yang terus menolak.
" Wan..wanda.. tapi..-" Dania menghentikan ucapannya saat melihat pintu lift sudah tertutup.
Akhirnya Dania memutuskan untuk membeli obat saja, sembari menunggu Wanda selesai dengan pekerjaan malam itu.
" aaww !!"pekik Dania.
" maaf..maaf nona.. saya..-"
Dania mengusap bahunya yang tersenggol, sedangkan pria yang menyenggol lengan Dania menatap Dania tanpa berkedip.
" Dania.." suara yang sudah lama sekali tidak didengar Dania hingga dengan cepat Dania menatap pria disisinya itu.
Mata Dania membulat sempurna bagai bola, saat dugaannya tidak salah.
" kau !!"
Senyum terbit dari sudut bibir pria itu. "aku mencarimu.. akhirnya kita bertemu.." pria itu hendak meraih tangan Dania, namun dengan cepat Dania menepis tangan Tio. ya, Tiolah yang bertemu dengan Dania.
" jangan sentuh saya !! saya tidak mengenal anda !!!" bentak Dania yang hendak pergi. namun lengannya ditahan Tio.
" tunggu !! aku mohon jangan menghindariku !!"
" lepaskan tangan saya !!! atau saya akana melukai anda !!" berontak Dania dengan sorot mata berapi-api.
" tidak.. aku tidak akan melepaskanmu lagi !!" Tio kekeh dengan mengeratkan pegangannya.
Dania geram bukan main, hingga dengan cepat Dania memutar tangan Tio dan memukul perut Tio dengan satu tangannya yang lain.
bukk..!!!
" awww !!!" Tangan spontan melepas lengan Dania. Tio meringis memegangi perutnya.
" saya bukan wanita lemah. anda harus tau itu !!!" gertak Dania penuh emosi dengan tatapan mata penuh kebencian. setelah berkata begitu Dania meninggalkan Tio begitu saja tanpa peduli Tio yang meringis kesakitan.
" kau tetap sama Dania..sama kuatnya denganku..maafkan aku yang dulu meninggalkanmu.." gumam Tio yang bisa melihat Dania yang meninggalkannya dan melangkah dengan cepat bahkan nyaris berlari.
.
.
.
.