
bab 31
.
.
.
Seakan tak ingin mendengar putranya sakit lagi, Dania setia duduk disisi pembaringan putranya.
belaian penuh kasih dan sayang terus diberikan Dania pada tiang penyangga dirinya itu. wajah Davi jika diperhatikan memang sangat mirip dengan Tio, Meski dilisan Dania selalu menolak, tapi kenyataaannya memang Davi adalah putra kandung Tio. kesalahan dimalam pesta saat masih remaja dulu membuat mereka berdua melakukan dosa besar hingga Tuhan memberikan kehidupan dirahim Dania.
Bayang-bayang kenangan dimana dosa yang mereka lakukan tiba-tiba menari dibenak Dania. hingga kekalutannya saat tau dirinya hamil, diusir dari keluarganya, ditolak Tio masa itu, Sesaknya begitu terasa.
" kau harus kuat Dania..kau harus kuat.." Gumam Dania sendiri yang berusaha menguatkan dirinya
Tak berapa lama, Davi pun tersadar.
"buk..haus.." Ucap Davi lirih sekali. buru-buru Dania berdiri dan mendekatkan wajahnya agar mendengar suara Davi.
" iya sayang.. apa.nak ???" tanya Dania.
" haus.." ucap Davi lagi.
" iya..iya.." Dania segera mengambilkan air minum yang telah disediakan, dengan perlahan Dania membantu putranya minum air putih hingga satu gelas penuh telah tandas.
" kau baik sayang ?? apa ada yang sakit ??" tanya Dania setelah membaringkan Davi kembali
Davi mengangguk pelan.
" maafkan ibu ya sayang.. ibu tidak akan meninggalkan Davi sendiri lagi." tutur Dania seraya menciumi tangan Davi penuh kasih sayang.
Tio sudah berada diambang pintu. namun ia urung masuk. sebab masih merasa cukup ragu bertemu Dania.
Tio urung pergi saat mendnmengar putranya bertanya sesuatu yang menggelitik hatinya pada sang ibu.
Davi menatap ibunya. "ibu..apa Davi punya Ayah.??"
Sontak Dania langsung menatap sang putra. bahkan sejak Davi kecil Dania tak pernah membicarakan tentang ayah atau papa. tapi kali ini, pertanyaan yang sangat Dania takutkan akhirnya terlontar juga.
"em..a..pa maksudmu nak ?? em..maksud ibu, kenapa kau tanyakan hal itu ??" Dania gelagapan menjawabnya.
" Ayah buk.. saat aku melihat Fania disayang ayah dan Ibunya aku bertanya pada Fania, dan Fania menjawab setiap anak itu pasti punya ayah dan Ibu,"terang Davi sekenanya.
Dania bungkam dibuatnya. ia bahkan belum memikirkan jawaban itu sejak lama.
davi terus menatap sang Ibu guna menunggu jawaban.
Hingga Tio yang sejak tadi memang mendengarkan percakapan ibu dan anak itu segera masuk.
" Kau punya Ayah Davi. Om iniAyahmu." ucap Tio dengan jelas.
Dania terperajak seketika. dan segera menoleh. tampak Tio berjalan medekati Davi .
" Om baik..!!" Davi yang masih bisa mengingat Tio langsung menyapa.
" Tio !! siapa yang mengizinkanmu masuk !!" tegur Dania dengan ekapresi tak suka.
Tio tak memperdulikan ucapan Dania. ia memilih memeluk Davi dengan erat
"Tio jangan dekati anakku !!" cegah Dania.
" Maafkan ayah nak..Ayah baru tau sekarang jika kau putra Ayah.." ucap Tio lirih.
" jadi Om tampan. benar Ayahnya Davi ??" tanya Davi penuh kepolosan.
Tio pun segera menggangguk cepat.
" Tio apa yang kau katakan !!" bentak Dania dengan suara tinggi.
" diamlah Dania !! aku bicara dengan anakku bukan kau !!" balas Tio dengan serius.
" aku sudah bilang.. dia bukan anakmu !!!" Dania begitu berapi-api.
Davi menutup kedua telinganya seraya memejamkan mata. "takut.. pergi !! ahh !! pergi !!!"
Tio langsung memeluk Davi seketika. "tenang ya sayang..ibu tidak marah dengan Davi kok.. tenang ya.." meski terkena pukulan dari tangan mungil Davi, Tio tetap memperkuat pelukannya. hingga lama-lama, Davi bisa tenang dan membalas pelukan Tio. "Ayah..Davi takut.." ucap Davi.
" tenang ya. ayah disini.. ayah tidak akan kemana-mana."balas Tio seraya mengelua kepala Davi.
Dania yang tak tahan melihat adegan itu langsung berlari keluar. ia juga tak sadar membanting pintu saat hendak menutupnya.
.
.
.