Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
mencoba sensasi baru



bab 104


.


.


.


Melihat hany yang diseret anak buah suaminya, Dania langsung membuka topi yang sejak tadi ia pakai. Baik Denis, wanda dan Riana juga bisa melihat Hany yang meronta minta dilepaskan.


" Aku harus menemui Tio.." ucap Dania yang memang sangat kawatir.


namun baru saja hendak berjalan menuju kamar penginapan, Tio sudah berjalan kearahnya bersama Attalah.


" Tio !!" Panggil Dania yang langsung berlari menghampiri Tio.


Tio sedikit terkejut, karna sang istri ternyata disana. Reflek Tio membuka tangan sehingga Dania langsung berhambur memeluk Tio dengan erat.


" Hey.. kau kemari ?? dengan Davi ??" tanya Tio penuh kawatir pula.


Dania mengeleng dengan cepat. ia membuka pelukannya. "kau baik-baik saja kan ??" tanya Dania.


" Aku baik sayang.. lalu kenapa kau kemari ??" tanya Tio yang juga cukup kawatir.


" kak Dania memaksa bertanya kak. makanya aku beritau, dan saat aku mau kesini kak Dania ngotot ikut." terang Denis.


Tio berbalik menatap Dania seolah meminta penjelasan.


" Aku hanya kawatir !!?? apalagi kau sampai akting pingsan. aku kan jadi.." Dania urung melanjutkan perkataannya.


Namun Tio malah tersenyum saat Dania menunjukkan sisi cemburunya.


" Sudah.. aku tau. kau tenang saja. tidak mudah bagi oranglain memegangku, hanya kau saja." bisik Tio. Dania pun tersenyum membalasnya.


" Ok.. aku kembali kekantorku saja. mataku bisa katarak jika melihat kalian berdua !!" omel Attalah yang langsung melenggang.


" Kami juga.. permisi tuan.." pamit Wanda.


denis nampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Em..aku..aku..keruanganku saja.." Denis langsung pergi pula.


" mereka semua kenapa ??" tanya Dania.


" Mereka.mau memberi waktu untuk kita."Jawab Tio seraya melirik jam dipergelangan tangannya.


" Ahh.." Dania menutup mulutnya saat tubuhnya melayang.


" Tio.. apa-apaan ini ??!!" protes Dania.


" Apa ?? kita saja yang pakai kamar yang tadi. sayang sudah terlanjur dibayar.." ucap Tio sembari mengedipkan salah satu matanya.


Netra Dania membulat. " tidak mau !! bekas wanita gatel tadi !!"


" hey jangan sembarangan ?! aku sudah pesan yang lain.." Timpal Tio dengan terus melangkah menuju penginapan diresto itu dilantai atas.


.


.


Dengan tak melepas tatapannya Tio membaringkan tubuh Dania diatas ranjang.


" Tio.. bukannya kau harus kembali..mmmpptt !!" Dania tak bisa melanjutkan ucapannya karna Tio sudah menyambar bibirnya.


Meski diawal hendak menolak, Namun sentuhan-sentuhan yang diberikan Tio membuat Dania terbuai dan akhirnya ia membalas ciuman Tio, hingga pertukaran slavina terjadi. decitan terdengar kala Pangutan terlepas. keduanya menghirup oksigen sebanyak banyaknya sebelum kembali menyatukan bibir lagi.


Tangan Tio yang tak mau diam kini mulai membuka jas dan kemeja yang ia kenakan setelah membuka kemeja Yang dipakai Dania.


Hingga dua buah gundukan kesukaannya terlihat memyembul. Bermain disana adalah sesuatu yang wajib dilakukan Tio saat bercinta dengan Dania.


" Tio.. ini ah..masih siang " Ucap Dania mencoba mengingatkan.


" Memangnya kenapa ?? Aku ingin mencoba sensasi dikamar kecil seperti ini.." balas Tio yang terus melakukan aksinya.


Hingga saat keduanya sudah tak menggunakan sehelai benangpun, Penyatuan segera mereka lakukan.


Dania yang selalu menggigit bibir bawahnya saat senjata Tio tenggelam dengan sempurna pada dirinya. berawal dari ritme gerakan pelan yang kemudian bertambah cepat dan cepat guna mencampai puncak nikmat surga dunia.


de sa han dari mulut Dania terus terdengar saat Tio memacu cukup kuat hingga le nguhan terdengar saat Tio berhasil menyemburkan bibit kehidupan dalam rahim Dania. keduanya memejamkan mata saat rasa nikmat menjalas dalam setiap aliran darah mereka.


.


.


.