Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Davi mau kan tinggal dengan ayah



bab 34


.


.


.


Tio mengusap kasar wajahnya saat dania hening tak menjawab apapun.


"Aku tidak akan memaksa kau memaafkanku, tapi aku mohon. biarkan aku ikut menjaga Davi, Biarkan aku melakukan tugasku menafkahi Davi ?? aku mohon Dania.." Tatapan Tio penuh keseriusan membuat Dania bungkam. dilema dalam hatinya terus saja membelenggu.


Segera pula Dania menepis tangan Tio yang memegangi kedua pundaknya.


Setelahnya Dania mengantur nafas agar ia bisa berkata. "terserah kau saja. aku permisi." Dania langsung memutar tubuhnya meninggalkan Tio yang masih menatap dirinya.


"aku tau hatimu masih milikku Dania..Tapi aku sadar luka yang aku berikan membuat tempatku harus dipenuhi kebencian yang mendalam.Tapi kau jangan kawatir, aku akan berusaha mencairkan bongkahan kebencian dihatimu itu. dengan cara apapun. "gumam Tio seraya memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. ia pun turut melangkah untuk turun.


.


.


" apa ?? memangnya Tio kemana ??" tanya Attalah yang keheranan. sebab Sekretaris Tio berkata jika Tio tidak menemui klien atau bahkan kekantor.


" Saya tidak tau tuan." balaa Hany.


" apa dia menemani anak dan kekasih??" gumam Attalah menerka. sebab setelah kejadian direstoran mereka Tio tak memberi kabar atau bahkan kekantor pun juga tidak.


" tuan Tio punya Anak ??" tanya Hany saat telinganya mendengar sedikit.


" diamlah !!" sentak Attalah dengan tegas. Hany langsung terdiam tak berani bertanya lagi.


" Tuan.. lalu ini bagaimana ??" tanya Hany yang melihat Attalah malah sibuk dengan fikirannya sendiri.


"Kau saja yang menemui klien Tio !! mana mungkin aku pergi hanya denganmu !!? Istriku bisa curiga nanti !!" balas Attalah dengan segera dan kemudian ia memilih langsung pergi dari kantor Tio.


Hany mendegus kesal dengan respon Para atasannya. "mereka semua memiliki kekayaan yang banyak, kenapa harus setia dengan satu wanita sih !! seharusnya kan mereka mulai bosan !!? Tadi tuan atta bilang Pak Tio punya anak kekasih ?? apa aku yang salah dengar ???" Hany berkata sendiri.


" ah.. sudahlah. aku harus segera berangkat."Hany pun segera menyiapkan semua keperluannya guna menemui klien bos besarnya siang itu.


.


.


.


Tio tak beranjak dari sisi Davi yang sangat senang sejak kemarin bermain dengan Tio. Tio juga telah membawa Davi dokter khusus agar Davi mendapat pantuan yang intens.


Dania hanya bisa diam, Apa lagi diruangan Davi juga masih diperiksa dokter kenalan Tio.


" kau tidak sabar sekali.." balas Mike yang menyudahi memeriksa.


" Davi.. setiap satu minggu sekali kerumah sakit ya. nanti ikut terapy sama teman om dokter. mau kan ??" tawar Mike. teman Tio.


" terapy itu apa ??" tanya Davi.


" pengobatan sayang.. biar Davi bisa normal kembali."terang Tio dengan mengusap kepala Davi


Davi mengangguk patuh.


" dukungan keluarga dan orangtua sangat berpengaruh disini. saya harap kalian bisa mengesampingkan masalah pribadi selama masa penyembuhan Davi. tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih mau berusaha." terang dokter Mike seraya menatap Tio dan Dania bergantian.


" anda yakin anak saya bisa sembuh dok ??" tanya Dania ragu-ragu.


" saya sangat yakin. Davi sindrom tatrum seperti ini sangat bisa disembuhkan. kuncinya adalah bersabar dan selalu didukung dengan kasih sayang. peran kedua orangtua sangatlah penting. untuk selalu mendamping selama pengobatan." tambah dokter Mike.


" lakukan apapun asal anakku sembuh." ucap Tio.


" pasti.. kau tenang saja. aku permisi dulu ya.." balas Mike yang kemudian melangkah keluar setelah berpamitan juga dengan Dania.


" Ayah..terus kalau Davi pulang, ayah bagaimana ??" tanya Davi


" Davi mau kan tinggal dirumah Ayah ??" tawar Tio.


" Tio !!" Dania menengahi.


" Dania demi kesembuhan Davi.."timpal Tio.


" rumah Ayah dimana ??" tanya Davi


" nanti Davi pasti tau. mau kan ??" kembali Tio menawarkan.


Davi segera mengangguk. " mau yah.. sama Ibu kan ??"


" tidak !!" dania membalas dengan cepat.


" tentu saja sayang.. Ibu, ayah Davi. kita akan tinggal bersama. seperti teman Davi itu punya Ayah dan Ibu juga.


Dania ingin sekali protes tapi melihat senyum kebahagiaan dari Davi yang girang segera pula Dania urung mengungkapkan penolakannya.


.


.


.