
Bab 191
.
.
.
Celine terlihat bergelayut manja dilengan sang mama,menceritakan bagaimana D membantu serta menolongnya.
Sementara papanya Celine tuan Burhan hanya bisa menjadi pendengar bersama D yang juga hanya bisa diam.
"Sudah ceritanya.. Tuan D buatkan minum dulu sana.." Ralat Pak Burhan.
"Oww.. Aku sampai terlupa.. Ayo ma.."Celine penuh semangat menarik mamanya menuju dapur.
D bisa melihat bias kebahagiaan dan kecerian diwajah Celine saat sudah berkumpul dengan kedua orangtuanya
"Tuan D."Panggil pak Burhan.
"Panggil D saja tuan. Saya tidak pantas bergelar seperti itu. Usia saya juga belum setua itu."ucap D.
Pak Burhan terkekeh seraya menggangguk. "Iya. Saya yakin Celine begitu merepotkan anda ya ?? Mengingat tingkah manjanya, Saya benar-benar tidak tau bagaimana berterima kasih dengan anda. Disaat kesakitan hatinya, Tuhan begitu baik mengirim anda agar berada didekatnya."Tutur pak Burhan.
"Anda tau masalah Celine ??" Tanya D.
Pak burhan menggangguk. "Nyonya Hilda bersama tuan Tio kemarin sudah kemari, dan mengatakan semuanya. Sejujurnya saya sangat kecewa, Tapi jika saya memaksa, saya tidak mau putri saya mendapatkan cinta hanya karna terpaksa, yang nantinya malah akan semakin membuat putri saya sakit hati lagi. Iklas tidaknya sudah kami lupakan, semoga Celine bisa segera melupakan Nak Denis."Terang pak Burhan.
"Anda sangat bijak tuan. Semoga Celine segera menemukan pria yang lebih baik."Ucap D.
Pak burhan terlihat menggangguk.
"Minuman datang !! Tuan D, kau harus coba kue buatan mamaku ya, lebih enak dari buatanmu.." Celoteh Celine seraya duduk disisi D setelah meletakkan makanan Ringan beserta minuman dimeja.
" silahkan tuan D.. Diminum dulu kopinya."Mamanya Celine mempersilahkan.
"Maaf sudah merepotkan.."balas D.
"Kau bicara apa tuan.. Ayolah coba dulu.." Celine dengan cekatan mengambilkan untuk D dan langsung menyodorkan kemulut D. Sontak D pun amat terkejut, Dihadapan kedua orangtuanya Celine, bahkan Celine tak canggung sama sekali. Terlihat jelas pak Burhan dan istri hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala melihat tingkah konyol Celine.
"Ayo tuan.. Buka mulutmu.." Ucap Celine.
Ragu-ragu D membuka mulutnya dan menerima suapan kue dari Celine.
"Bagaimana ?? Enak kan ??" Tanya Celine penuh semangat
D hanya bisa menggangguk.
"Pasti enak. Ayo coba lagi.."Pinta Celine lagi.
"Celine, Biarkan tuan D ambil sendiri, kau sangat tidak sopan sayang.." tegur pak Burhan.
"Iya. Dia sampai seperti itu Cel..kemarilah, kau manja sekali dengannya, kasihan dia.. Biarkan dia minum dulu.."Tambah Mamanya Celine.
Celine memanyunkan bibirnya, Hingga membuat D tidak enak, ia malah menggenggam jemari Celine. Celine pun terkejut dan menatap D yang tersenyum tipis kearahnya seraya menggangguk. Celine pun langsung tersenyum lebar dan turut mengangguk.
.
.
Buru-buru ia mengangkatnya.
"Kau dimana D ?? Tidak dimarkas lagi ??!!" Sentak Tio saat panggilan terhubung.
"Saya dijalan tuan."balas D.
"Bagaimana pekerjaanmu ?? Sudah kau temukan belum ??" Tanya Tio bernada kesal.
D terdiam sesaat. "Dia sudah kembali kerumahnya. Anda langsung cek saja kerumah orangtuanya tuan."
"Kau jangan bercanda D, Kemarin aku baru dari sana dia tidak ada."Ucap Tio.
"Saya serius tuan. Pagi tadi dia sampai dirumahnya."
" Dia baik-baik saja kan ?? Lalu dengan siapa dia kembali ??" tanya Tio penuh rasa penasaran.
"Dia sangat baik."balas D
"baiklah. Kerja bagus. Oh ya, Ada pengiriman didermaga, kau cek sekalian aku mau mengurus denis dulu."Perintah Tio.
"Baik tuan. Em.. Tuan.."D ragu-ragu bicara
"Apa ??"
"Sebaiknya tuan Denis jangan dipertemukan dulu dengan Celine, Agar hal seperti ini tidak terjadi lagi."
"Tapi aku mau membawa Denis meminta maaf pada Celine D.. Agar semua jelas dan selesai."
D menghentikan mobilnya. "Baiklah.. Asal tuan Denis jangan sampai membuatnya menangis."Ucap D yang dengan seenaknya mematikan panggilannya.
"Sialan D !! Aku belum selesai bicara sudah dimatikan !!" Omel Tio.
"Kau kenapa sih marah-marah ??" tegur Dania yang baru keluar dari kamar.
"D sialan itu mematikan panggilanku !! Pakai berpesan jangan membuat Celine menangis lagi !!! Kayak dia kenal saja ?!" Celoteh Tio.
"Kau sudah temukan Celine ??" Tanya Dania
"Iya. D bilang dia pulang tadi pagi."
Dania menggangguk mengerti.
"Sudah.. Sudah.. Pagi-pagi jangan marah-marah terus. ayo turun sarapan dulu. Nanti aku akan ikut menemui Celine."Dania menggaet tangan Tio guna menuruni anak tangga. Kandungannya yang mulai membesar cukup membuat Tio over protektif dalam menjaganya.
.
.
.