
bab 103
.
.
.
Belum habis makanan yang dimakan, Tio merasakan pusing yang membuat Hany malah mengulum senyum.
hingga dengan seketika Tio tak sadarkan diri.
Melihat Suaminya pingsan, Dania hampir terlupa jika ia tengah mengintai dan hendak berdiri menghampiri.
" Eh..eh.. kakak..kau mau kemana ??" tanya Denis.
" Tio pingsan Den.." jawab Dania penuh kawatir.
" dasar bucin !! Suamimu sedang membuat rencana kan ??!!" Tegur Wanda yang menyadarkan Dania.
" Ah.. iya..aku sampai lupa.."Balas Dania yang kembalj duduk.
" Tenang saja. Tuan Tio pasti bisa melakukannya."Ucap Riana.
Dania hanya mengangguk pelan.
.
.
Setelah memastikan Tio tak sadarkan diri, Hany menghubungi entah siapa, Beberapa pria guna membawa Tio.
Seakan sudah direncanakan, Hany juga sudah memesan sebuah kamar diresto itu. Iya, restoran Denis memang memiliki tempat penginapaannya.
Tio terlihat dipapah dua orang mengikuti Hany yang berjalan terlebih dulu.
" Awas saja jika dia berani menyentuh suamiku.. aku akan menghajar wajah jeleknya itu !!" umpat Dania.
" Tenanglah kak." Denis.merogoh saku jasnya dan menghubungi Attalah.
" Kak. sudah tahap kedua. kau siapkan yang kedua ya ??" Lapor Denis.
" Iya. aku sudah siap." Balas Attalah.
.
Dengan diantar seorang pelayan, Hany meletakkan tubuh Tio diranjang.
kebasaan tangan Dari Hany membuat dua pria itu langsung keluar.
Kembali Hany menghubungi rekan nya. "dia sudah dilumpuhkan. bawa berkasnya sekarang ke resto jalan P." Perintah Hany.
Setelah mendengar jawaban dari sebrang, Hany mengakhiri panggilannya.
Hany menghampiri Tio yang masih memejamkan mata, "Akhirnya..akhirnya aku punya kesempatan tidur dengan anda tuan Tio..dengan cara ini aku bisa menjerat anda" gumam.Hany penuh percaya diri.
Dengan perlahan, jemari Hany bermain diwajah Tio.
" Ini semua salah Anda tuan..Selama ini aku yang disisimu, tapi anda malah bersama wanita lain.." tambah Hany lagi.
Lalu dengan segera Hany hendak menyambar bibir Tio. namun tanpa ia sangka gerakan mendadak dari Tio membuat Hany terpelanting jatuh.
" Aakkhhjj !!!" Pekik Hany saat tubuhnya terbentur lantai.
Sangat terkejut, Bahkan mata Hany nyaris loncat dari tempatnya saat melihat Tio dapat berdiri tegap dan membenahi jas yang dipakai kemudian menatap tajam Hany.
Hany menggeleng pelan. " ba..bagaimana.mungkin ???!!"
Tio menyeringai dengan menatap tajam.Hany. "Kenapa ?? rencanamu gagal ??" ucap Tio
Mulut Hany menganga mendengar ucapan Tio barusan. ia segera berdiri.
" em..tu..tuan..maaf, tadi..tadi..anda pingsan.. jadi..jadi..saya membawa tuan kemari " Hany mencoba membuat alasan tanpa mau berkata jujur.
Tio terkekeh dibuatnya. "Kau yakin ?? kau sedang tidak berakting ??"
" Tu..tuan bicara apa..tentu saja tidak" balas Hany dengan cepat.
" Benarkah ??" Tio begitu mengintimidasi Hany.
" Lalu bagaimana dengan mereka " Ucap Tio seraya menunjuk kearah pintu masuk dimana Attalah dan beberapa anak buahnya membawa dua pria suruhan Hany tadi. bahkan dua orang yang dihubungi Hany untuk datang dalam sandera Tio.
Hany mulai panik dengan apa yang terjadi.
" Mereka suruhanmu kan ??" Tanya Tio dengan suara pelan, namun penuh penekanan.
" Bukan !! aku tidak mengenal mereka !!"timpal Hany
" Tu..tuan Tio.." kata Direktur keuangan yang dipegangi anak buah Tio. suaranya nyaris bergetar karna ia telah ketahuan,meski belum adanya bukti.
" Pak Sam. anda terkejut ?? sama saya juga. Bahkan saya tidak habis fikir kurang baik apa alm. kakak ssaya kepada anda, sehingga anda dengan sadar menggelapkan banyak uang diperusahaan kami !!!" Tegur Tio dengan suara mulai meninggi.
" Tu..tuan..saya..saya..-"
" bawa mereka dan berikan pada pihak berwajib!! aku dilarang istriku menghakimi mereka sendiri." perintah Tio yang sudah tak mau mendengar celotehan tikus-tikus perusahaannya.
" Tuan.. saya tidak tau semua ini.. tuan Tio !!! lepaskan saya !!!" ronta Hany.
"cih.. bahkan pertemuan rahasiamu dengan klienku dan membatalkan semuanya aku sudah punya buktinya Hany !!!" Balas Tio
Netra Hany membulat dengan air mata yang tergenang. tanpa ia sadari Tio telah mengetahui semuanya.
Beberapa anak buah Tio menyeret semua orang yang memang terlibat. rontaan dan permohonan mereka seolah tak lagi didengar oleh Tio.
" Lalu yang 7 orang ??" Tanya Attalah.
" Mereka ada dikantor. mereka hanya disuruh saja. Otak besarnya ada pada mereka bertiga tadi." terang Tio.
" Kau memang hebat Tio !!" puji Attalah.
" Rugi jika aku tidak hebat, berapa tahun aku menjadi sekretarismu !!" Balas Tio yang memilih langsung keluar dari kamar penginapan itu diikuti Attalah.
.
.