
Bab 203
.
.
.
"Biar ku tebak, kau beri hadiah mobil untuk D ??" tanya Dania yang sejak tadi dibuat pusing karna suaminya tak mau memberitau hadiah apa yang diberikan untuk D dan Celine.
"Bukan baby.. D sudah punya banyak mobil. Dimarkas itu sebagian milik D juga."balas Tio.
Dania yang kesal menyandarkan tubuhnya dikursi mobil seraya melipat kedua tangannya. "lagian apa susahnya sih kasih tau saja !! Aku juga tidak akan memintanya ??!!"
" Hey.. Kenapa.malah marah ??" Tanya Tio seraya mengemudi.
"Aku tidak mau bicara denganmu !!" Balas Dania yang membuang tatapannya kearah lain.
"baiklah baby.. Jangan marah-marah, Itu ada calon anak kita diperutmu sadarlah.."
"Bodoh amat ?!"
"Baiklah.. Aku akan katakan."
Dania seketika terlihat sumringah.
"Apa ??"
"Aku hanya memberi mereka rumah. Karna tempat ternyaman pasti rumah sendiri. Tidak mungkin kan D membawa Celine kemarkas, ataupun tinggal bersama kedua orangtua Celine."Tio menjelaskan.
"Uhh.. Kau baik sekali hubby.." dania bergelayut manja dilengan Tio.
" Tentu saja. Ini tidak sebanding dengan pengabdian D selama ini. Aku susah payah mendapatkan semua ini atas bantuan dia."
"Benarkah ?? Oh.. Kalau begitu aku juga akan memberinya hadiah. Tapi tidak sekarang, aku akan segera memikirkannya."
"jangan difikirkan. D tidak mau yang berlebihan."
"tetap saja aku akan memberikannya."
Tio hanya mendegus lirih saja. Percuma berdebat dengan Istrinya yang malah membuat dia kalah telak terus terusan.
.
.
.
D dan Celine tiba disebuah rumah mewah yang diluarnya sudah dihias indah dengan bunga dan dekorasi.
D membukakan pintu mobil untuk Celine. Celine yang turun, begitu terpanah dengan apa yang dilihat.
"Permisi tuan Nona.. Ini hadiah dari tuan Tio untuk anda berdua. Dan ini surat tanahnya, sudah diatas namakan Nona Celine."sopir menyerahkan sebuah berkas.
"Karna anda istri tuan D nona. Untuk lebih jelasnya silahkan tanya dengan bos besar saja. Saya harus segera permisi.."Sopir itu langsung pergi.
celine berbalik menatap D. "Kak, kak Tio tidak salah ??"
"tentu saja tidak. Apapun milikku, saat ini sudah menjadi milikmu, aku tau maksud tuan Tio. Tidak usah cemas." vbalas D.
Celine menggangguk setuju. "Baiklah ayo masuk.. Oh..Rumah ini benar-benar mewah sekali.." puji Celine selama memasuki rumah besar yang sudah menjadi miliknya.
.
.
Denis dan Wanda tiba disebuah butik. Mereka tengah melakukan Fitting baju pengantin. Berbeda dengan pernikahan D dan Celine, pernikahan Denis dan wanda memang akan digelar dengan sangat megah dan mewah. Bahkan Denis sudah menyebar lebih dari 20rbu undangan.
Wanda terlihat menatap dirinya yang mengenakan sebuah kebaya mewah yang melekat tubuhnya.
"Apa aku pantas ??" tanya wanda secara tidak sadar
"Sangat pantas Nona.."balas pelayan butik yang membantu Wanda.
Wanda gelagapan dibuatnya. Ia langsung tertunduk seraya tersenyum.
"Em.. Berapa baju lagi yang harus saya coba ??" tanya Wanda mengalihkan topik.
"Sekitar 3 Nona."
"hah ??!! Banyak sekali.."Protes Wanda.
"Tentu saja. Pesta kita akan dihadiri banyak tamu penting sayang.."entab sejak kapan Denis sudah diruang ganti.
Wanda buru-buru menoleh. "apa tidak berlebihan seperti itu ??"
"Tentu saja tidak. Ini pernikahan pertama dan terakhir untuk kita."balas Denis.
wanda hanya tersenyum tipis tanpa berkata.
"istirahat dulu jika lelah." Denis berkata lagi.
Wanda menggangguk. "Aku lapar."
"Baiklah..aku pesankan makanan ya ??" tawar Denis.
" Iya."Wanda begitu bahagia sekali.Denis begitu peduli dengannya. Meski jauh dari lubuk hatinya masih ada sisa kesedihan dan keraguan pada pria pujaan hatinya.
.
.
.