Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
kau atau aku !!



bab 29


.


.


.


Dania perlahan membuka mata saat tangan Istri pak burhan belum menyentuh wajahnya.


Saat terbuka sempurna, Dania sangatlah terkejut dengan sesorang yang ada disisinya dan memegangi tangan istri pak burhan yang hendak menyerangnya. Dania menatap Tio dengan rasa tak percaya.


" tuan Tio.." ucap Istri pak.burhan dengan sangat terkejut.


perlahan ia melemaskan tangan agar dilepaskan oleh Tio.


Tio menatap tajam istri Pak burhan, "ada apa ini ??" tanya Tio.


" em..tuan wanita ini merayu suami saya. bahkan dia diberi uang oleh suami saya" Istri pak burhan malah mengadu


" Merayu ?? suamimu ??." Tio menatap Dania hingga kedua mata mereka saling beradu.


" dia ?? yang kau sebut merayu suamimu ??" Tio memperjelas.


Pak burhan mengusap kasar wajahnya. karirnya tengah diambang kehancuran jika.begini.


" iya tuan. Kemarin saat gajian banyak yang melihat suami saya memberi uang lebih pada wanita ini !! apa namanya jika bukan wanita penggoda." tutur istri pak burhan lagi.


Dania yang mendengar dirinya dianggap wanita penggoda lagi langsung menjawab. "berhenti mengatakan saya seperti itu. jika ini yang kau maksud kau bisa ambil lagi !! aku tidak pernah mengemis pada suamimu itu !!!" Dania melempar amplop putih yang sejak tadi ia simpan. Dania hendak pergi namun ditahan Tio lagi.


" lepaskan saya !!" berontak Dania.


" diamlah dulu ?!" balas Tio dengan sungguh-sungguh


Amplop itu nampak.jatuh. Tio pun bisa melihatnya, ia segera mengambilnya. "inikah yang kau maksud ??" tanya Tio pada Istri pak Burhan.


" iya tuan."balas istri pak burhan.


" dari mana kau tau uang ini dari suamimu ??" selidik Tio.


istri pak burhan menelan ludahnya dengan susah payah.


" darimana !!!" bentak Tio dengan suara menggelegar. hingga semua sangatlah terkejut.


" ini uang dari saya bukan dari suamimu !!!"bentak Tio seketika. hal itu membuat istri pak burhan sangat terkejut, begitupun dengan para pelayan yang lain termasuk Riana.


Dania pun ikut terkejut.


" jadi uang ini dari kau ??"


" iya. aku sengaja meminta pak burhan yang memberikan. karna jika aku yang ada dihadapanmu, kau tidak akan menerimanya."terang Tio.


Dania sama sekali tak percaya dengan yang ia dengar. " kau..kenapa tidak habisnya membuatku malu ??!! lihatlah, gara-gara ulahmu aku dikatakan wanita penggoda !!"


" aku tidak bermaksud seperti itu !!! aku hanya ingin membantu kau membiayai anak kita." timpal.Tio.


Riana menutup mulutnyantak percaya. " anak ?? apa tuan Tio itu ?? ya ampun..benarkah dugaanku." batin Riana sendiri.


" anak kita ?? berapa kali aku katakan, Davi bukan anakmu !!" protes dania berapi-api.


" jangan menyangkal lagi Dania !! aku sudah melakukan tes DNA, dan Positif Davi adalah darah dagingku !!" terang Tio.


" lancang sekali kau ini !! siapa yang memintamu melakukan tes DNA tanpa.bicara denganku ??!!" amarah Dania semakin meledak.


" aku hanya ingin memastikan karna kau selalu menolak aku sebagai ayah biologis Davi !?? aku juga berhak atas davi Dania !!" Tio tak kalah kalap.


"berhak ??? kau bilang berhak ???!! pria brengsek sepertimu tidak akan memiliki hak apapun atas anakku !!!" balas Dania dengan lantang.


" kau sangat egois Dania !! Davi membutuhkan aku juga ??!! apa kata maaf sulit sekali keluar dari mulut dan hatimu ?? sejak dulu sampai sekarang hanya egois yang ada dihatimu !!!" Ucap Tio.


Mata Dania sudah digenangi cairan bening atas ucapan Tio.barusan. perih sakit terasa kembali didalam hatinya.


" kau bilang aku egois ?? egois mana kau atau aku ??!!!" Balas Dania dengan air mata mengalir dikedua pipinya.


"kau menolak bertanggung jawab disaat keluargaku menolakku, itukah egoisku ??!! kau menyuruhku menggugurkan kandungan disaat aku memintamu menikahiku, itukah egoisku ??!! kau menghilang begitu saja disaat aku membutuhkan sandaran dalam kehamilan yang memilukan, itukah egoisku ??!!!" Dania menumpahkan semua sesak didalam hatinya dengan berderai air mata.


Tio tertunduk dengan merasakan sakit dihatinya juga. ia memang sangat bersalah disini.


.


.


.