Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
menggoda Dania



bab 41.


.


.


.


Mendengar teriakan Dania, Tio langsung membekap mulut Dania sebab Tio tidak mau Davi terkejut dan terbangun.


" eemmmpt !!!" dania berontak saat Mulutnya dibekap Tio. apa lagi posisi Tio seperti memeluknya dari belakang.


" shuutt !! Davi masih tidur, kenapa kau histeris sekali !!?" Ucap Tio.


" emm..emm..emmm.." Dania seolah ingin berkata sesuatu. namun karna mulutnya dibekap Tio, terdengar tidak jelas.


"kau bicara apa ?? kenapa tidak jelas begitu ??" tanya Tio yang tidak sadar jika tangannya masih membekap mulut Dania.


Dengan segera Dania menggigit tangan Tio yang menutup mulutnya.


"ahhh !!" pekik Tio seraya melepas tangannya.


" kau lapar atau bagaimana ?? kenapa menggigit tanganku ??!!" protes Tio.


Dania menatap Tio dengan kesal. "iya aku lapar. bahkan aku sangat ingin memakanmu !!"


Senyum Tio terbit seketika. otaknya kembali tergugah guna menggoda Dania. "benarkah ?? baiklah..aku siap kau makan.."


Dania tak percaya dengan yang didengar.


pukk !!


puk !!


"aww !! aw !! Dania kenapa kau memukuliku !!" Protes Tio lagi tanpa melawan saat Dania terus memukulpunggungnya.


" Biarkan saja !! kau benar-benar menyebalkan !!" balas Dania dengan kesalnya.


" Ibu.. Ayah !!!" Suara tangisan Davi membuat Tio dan Dania menghentikan aksi mereka.


"Iya sayang.. Ibu disini nak.." segera Dania masuk menghampiri Davi.diikuti Tio.


" Kenapa nak ??" tanya Dania penuh kelebutan.


" Kenapa Ibu dan Ayah berantem ??" tanya Davi balik serays melihat


Dania dan Tio bergantian.


Dania menoleh kearah Tio yang setia berdiri dibelakangnya.


" Kita tidak.berantem sayang.." balas Dania.


" Tapi itu..-"


" Ayah dan Ibu tadi hanya bercanda Davi.." timpal Tio dengan cepat


" benarkah ??" Davi memastikan.


Dania pun menggangguk dengan cepat.


" lapar buk, tapi Ayah bagaimana ??" Davi menoleh kearah Tio.


Dania memelototi Tio dengan bahasa isyarat agar Tio segera berganti baju atau kekamar mandi. Tapi memang dasar Tio, ia malah menggoda Dania.


" apa sayang ?? kau mau apa ??" tanya Tio pada Dania seraya memainkan alisnya naik turun.


Dania Semakin memelototkan matanya.


Davi hanya menjadi penonton drama konyol yang amat aneh didepannya itu.


Tio malah mendekati Dania seolah tidak faham dengan maksud Dania.


" baiklah. katakan dengan baik, ada apa ??"


" masuklah kekamar mandi dan ganti. kasihan Davi." ucap Dania tanpa bersuara.


" oh.. baiklah." Tio malah semakin mendekat pada Dania hingga Dania semakin terkejut saat tiba-tiba.


cupp !!


Bibir keduanya bertemu dengan cepat. Entah bagaimana lagi, Mata Dania sudah hampir loncat dari tempatnya dengan perlakukan Tio.


" Nah.. Davi sudah percaya kan. Ayah dan Ibu tidak berantem. hanya bergurau." ucap Tio tanpa dosa pada Davi.


Tangan Dania yang terkepal serta tatapan tajam Dania tak dihiraukan oleh Tio.


Davi pun mengangguk dengan cepat. "Ayah.. Davi tidak disayang ??"


"tentu saja.. kemarilah nak.." Davi berlari pada Tio dan segera mencium sang ayah penuh bahagia.


" ok..Sudah ya sayang. ayo turun."ajak Dania berusaha tenang.


" Davi turun dulu dengan Ibu ya. Ayah nanti nyusul " ucap Tio pada Davi.


" Iya Ayah.." Davi segera turun dari gendongan Tio dan mengarah pada Dania.


dengan senang davi menggandeng tangan Dania untuk keluar dari kamar Tio.


sebelum menutup pintu tak lupa Dania mengarahkan tatapan tajam pada Tio seolah mengancam.


namun kembali Tio bukannya takut, ia malah kembali mengoda Dania. "katakan pada Ibu nak, Ayah tidak lama kok.. emuacch !!"


brakkk !!


pintu seketika langsung dibanting oleh Dania.


" ha..ha..ha.." tawa Tio pecah didalam kamar.


" lumayan. setidaknya. aku bisa mulai mendekatimu dania." gumam Tio penuh senyum bahagia.


.


.


.