Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Itu namanya kau egois !!



bab 32


.


.


.


Diluar Dania bertemu dua temannya yang sejak tadi diminta Dania untuk menunggu diluar agar jangan membiarkan Tio masuk.


tatapan tajam dilayangkan dania kepada dua sahabatnya itu. Riana bahkan tak berani membalas tatapan dania.


" aku kan sudah bilang !! jangan biarkan dia masuk !!" protes Dania.


" kami bisa apa jika memang pria itu memiliki hak bertemu kalian !!" balas Wanda dengan berani.


" hak ?? hak apa ??" Dania terduduk begitu saja. mulut Dania tak bisa mengiyakan jika Davinadalah darah daging Tio.


Wanda pun segera duduk disisi Dania. "Dan..aku tau kau begitu membenci Tuan Tio karna kesalahannya dimasa lalu padamu, tapi coba kau fikirkan sedikit saja Davi, dia butuh sosok Ayah Dan..lihatlah, tanpa kau tunggu Davi sudah mulai menanyakan siapa ayahnya kan ?? kita bisa menyembunyikannya, tapi kita tidak bisa menutupi kebenaran jika tuan Tio memang Ayahnya Davi.."Wanda mencoba memberi penjelasan.


"lalu untuk apa kebenaran wan ??? jika hanya malah mengorek luka lama dihatiku ??!!! aku benar-benar membencinya Wanda.. Riana.. aku membencinya.." tangis Dania kembali pecah, ia menangkupkan wajah dengan kedua tangannya.


wanda dan Riana pun berusaha menenangkan Dania.


" Dan.. kau wanita kuat.. jangan seperti ini.."hibur Riana.


"aku benci dia Ri..aku tidak mau anakku tau dia ayahnya.." balas Clarisa dalam isak tangisnya .


" itu namanya kau yang egois Dan..fikirkan saja, Davi itu anak luar biasa. tidak semua anak seperti davi sadar memiliki Ayah. apa kau akan menghancurkan kebahagiaan dia ??!! kau boleh membenci Tuan Tio, tapi setidaknya fikirkan kesembuhan putra kalian, Apa selamanya kau akan terbelenggu dengan masa lalu ??!!" terang wanda dengan sungguh-sungguh.


Dania terus terisak dalam dekapan Riana. Kenyataan dan isi hatinya sangat lah bertolak belakang.


wanda tak sengaja melihat keceriaan pada davi saat bercanda dengan Tio dari pintu.


" lihatlah Dan, bahkan senyumnya sangat begitu membuat hatiku teriris. davi sangat beruntung, meski terlambat, masih ada orang yang mengakui davi sebagai anaknya.lihatlah aku Dan, bahkan aku tidak tau siapa ayah dari Anakku !!" tambah Wanda lagi.


Wanda kembali menutup pintu dengan perlahan, agar jangan sampai Tio sadar ia tengah memperhatikan dari pintu.


Riana.pun tak berhenti menenangkan sahabatnya itu, "sudah Dan..aku tidak tau ada masalah apa antara kau dan bos.besar, tapi setidaknya fikirkan kesembuhan putramu.."


Dania tak bergeming, ia hanya terus menangis dan menangis. ketegaran hatinya benar-benar runtuh saat itu juga.


.


.


" wah.. anak ayah hebat ya, makannya habis loh.." ucap Tio yang telah selesai menyuapi Davi.


" iya..kan sama Ayah..Davi sekarang punya Ayah kayak Fania,"balas Davi dengan girang.


Tio pun tak kalah bahagia, tak sulit menerangkan siapa dia pada Davi, Dengan penuh kasih sayang Tio memeluk putranya.


" maafkan Ayah yang selama ini lalai menjagamu sayang.." ucap Tio.


" Ayah kenapa minta maaf.." tanya Davi yang tak maksud apa yang dikatakan ayahnya


Tio hanya tersenyum dan menghujani Pucuk kepala Davi dengan kecupan penuh kasih sayang.


" tidak apa-apa.. mulai sekarang, Davi tidak hanya punya Ibu, tapi punya Ayah..kalau Davi menginginkan sesuatu, apapun itu katakan pada Ayah ya ??" terang Tio pelan-pelan agar dimengerti Davi.


" apapun ?? seperti maian ?? boleh ??" tanya Davi menatap sang ayah penuh harap.


" tentu saja sayang.." balas Tio dengan senyumnya.


Davi langsung mengambur memeluk Tio. "terima kasih.."


Tio tak.henti-hentinya mengecup pucuk kepala Davi, seolah kebahagiaan dan kasih sayangnya sangatlah besar kepada putranya itu.


.


.


.