Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Peluk aku !!



bab 142


.


.


.


Layaknya orang yang tidak saling kenal, Tio dan Dania menjaga jarak aman, agar jangan sampai Dania merasakan mual.


Tio memilih duduk di kursi kebesarannya, sementara Dania duduk disofa panjang disudut ruangan kerja Tio. terlihat bersebrangan hingga jika dilihat sangatlah lucu.


Tio berusaha terus menahan diri agar jangan sampai membuat istrinya mual kembali.


" Kau kemari dengan siapa baby ??" Tanya Tio mencoba mengalihkan perhatian Dania yang masih nampak sedih.


Dania membuka masker yang ia kenakan. "Aku bersama Denis." balas Dania lirih.


" Apa kau tidak sibuk ?? kau terlihat lelah sampai ketiduran begitu.??"Tambah Dania dengan wajah memelas.


Tio seketika menerbitkan senyum. "Aku kan menidurkan Davi, Tentu saja aku ikut tidur. kau tau kan putramu tidak akan tidur jika teman tidurnya belum memejamkan mata."


"Sudah jangan sedih begitu. Aku semakin sakit kalau kau sedih, fikirkan calon anak kita juga." Hibur Tio. yang sebenarnya ingin sekali memeluk Dania dengan erat, Namun apalah dayanya, bahkan calon anak mereka tidak memperbolehkannya.


"Tapi aku merasa tidak berguna ?!! Seharusnya Davi itu aku yang urus, ini sampai tidur siang kau yang menidurkannya, Aku heran sekali dengan diriku, waktu hamil Davi aku tidak seperti ini !!? kenapa sekarang aku jadi begini !!!!" Protes Dania yang juga heran pada kondisinya dikehamilannya kali ini.


" Hey baby.. jangan bicara begitu.. aku dengar dari Attalah, tidak semua kehamilan itu sama. Kau yang sabar ya ?? Dan lagi, jangan merasa bersalah atau apapun, Davi itu juga anakku, aku juga harus membantumu menjaga dia. Kebetulan saja Davi minta kemari, nanti kalau dia maunya pulang kan pasti seharian bersamamu..come on baby, jangan bersedih seperti itu, aku semakin merasa bersalah jika begini.." Tutur Tio dengan suara selembut-lembutnya. untung saja ia sudah mendapat pengetahuan dari Sabahatnya jika wanita hamil memang suka naik turun hormonnya, akan mudah marah dan kadang-kadang bersedih, Jadi Tio kini berusaha memahaminya.


Dania mengatur nafasnya dan membuangnya perlahan. Sebuah permintaan yang membuat Tio melongo terlontar dari bibir Dania.


"Peluk.." pinta Dania seraya membuka kedua tangannya.


" Apa ????" Tio menajamkan pendengarannya.


" Tapi nanti kalau kau..-"


" Pokoknya peluk !!!? aku merindukanmu Hubby !!! kau tidak mau memelukku yang suka mual ??!!!" protes Dania dengan seraya melayangkan tuduhan.


" Baby.. aku bukannya tidak mau memelukmu, Tapi aku takut kau mual dan sampai muntah hingga lemas seperti kemarin-kemarin." balas Tio dengan serius.


" Tuh kan !!! benar kau jijik denganku yang muntah terus !!!?" Tio dibuat keheranan lagi dengan tuduhan sang istri.


" Sayang tidak begitu maksudku.." Tio tidak tau bagaimana cara menjelaskan cukup frustasi, hingga ia segera berdiri dari duduknya dan menghampiri Dania.


" Ok..ok.. kemarilah aku akan memelukmu.." Tio yang tak mau melihat istrinya bersedih apalagi menangis mendekat dengan membuka kedua tangannya.


Senyum Dania tiba-tiba terbit dengan lebarnya, Hingga ia berdiri juga dan berlari kecil menyambut pelukan Suami tercintanya.


" Baby jangan berlari.." Ucap Tio penuh kawatir. namun yang dikawatirkan tak begitu mendengarkan dan langsung menghambur dalam dekapan Tio.


Kecupan singkat dipucuk kepala Dania mengawali pelukan dua anak manusia itu.


Dania pun begitu erat melingkarkan kedua tangannya. entah mengapa semalam tidak tidur bersama Tio malah membuat dirinya tak bersemangat.


" Aku merindukanmu hubby..." ucap Dania lirih.


" Aku juga baby..semalam aku bahkan tidak tidur nyenyak"balas Tio yang melirik kebawah dimana Dania yang menyandarkan kepala didada Tio.


Keduanya tertawa kecil dan menumpahkan kerinduan. hanya semalam saja, sudah menumpuk rindunya apalagi kalau setahun ??😁😁😁


.


.


.