Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
paman Willy kenapa tidak pulang



bab 170


.


.


.


Saat Dania dan Tio tiba dirumah mereka mendengar suara tangisan Davi dan mama Hilda yang mencoba menenangkan.


" Hubby.. davi mengamuk lagi.." Ucap Dania.


Dania buru-buru menuju kamar Davi.


"Baby jangan lari !!?" Tio segera menyusul Ia begitu kawatir dengan Dania yang terkadang lupa jika tengah hamil.


Tiba dikamar Dania langsung mendekati sang putra. "Sayang.. davi.. kenapa Nak ???"


"Davi mencari Willy Dan, sejak tadi dia memanggil Willy terus."Balas Mama Hilda yang begitu risau.


Davi melempar bantal dan guling serta selimut. bahkan beberapa boneka sudah nampak berserakan dilantai.


"Ahhh... Paman willy !!! aku mau ketemu paman Willy !!!" Ronta Davi tak terkontrol.


Tio yang baru masuk begitu terkejut dan segera mendekati sang putra. kondisinya yang memgamuk akan berbahaya jika sampai mengenai Dania yang berusaha menenangkan.


"Davi sayang tenang dulu ya.." Bujuk Dania berusaha.


" Biar aku saja baby.." Ucap Tio yang segera dudduk disisi Davi dan segera meraih tubuh Davi dan mendekapnya.


meski beberapa pukulan terus diberikan Davi pada tubuh Tio, Namun Tio berusaha menahannya.


"Tenang sayang.. Ayah disini.. tenang ya.." Suara Tio yang begitu lembut serta usapan kelembutan dari tangan Tio dikepala Davi perlahan membuat amukan davi mereda.


Mama Hilda sedikit bernafas lega. Dania pun menunggu dengan cemas.


"Ayah..paman Willy kenapa tidak pulang ?!! Paman willy tidak tinggal disini lagi ??!!" Tanya Davi yang masih sedikit menuntut jawaban.


Tio sedikit membuka pelukannya dan menatap putra kesayangannya itu dengan senyum yang ia terbitkan.


"Dengarkan Ayah ya..tapi davi tenang dulu..kontrol dirinya, Davi ingat kan pesan paman dokter ?? jangan mengikuti. harus dilawan.."Nasehat Tio dengan penuh kelembutan.


Davi terlihat menggangguk.


"anak pintar.. Yuk ikuti Ayah, Tarik nafas perlahan.."Tio mempraktekkan dan diikuti davi. "Kita keluarkan perlahan juga.."Tambah Tio


" bagaimana ?? sudah nyaman ??" Tanya Tio


Davi menggangguk pelan lagi.


"paman Willy sedang sakit. jadi dia cuti untuk sementara waktu. Tidak lama, mungkin 3 5 hari paman Willy sudah kembali kesini."Tio menjelaskan.


"Sakit ?? sakit apa Yah ?? kayak davi tidak ??" Tanya davi lagi.


Tio terkekeh dan mencium pucuk kepala Davi. " Tidak sayang..Paman Willy hanya kelelahan."


Davi terlihat murung. Dania kemudian mendekat dan duduk disisi Davi. "Kenapa sedih ??"


"Davi biasanya main sama paman Willy."balas Davi.


"Bagaimana kalau kita jenguk paman Willy sama Ayah nanti malam ??" Tawar Dania.


Tio seketika menoleh kearah Dania,


"Ayolah Hubby.. kasihan davi sepertinya merindukan Willy.."Ucap Dania pada suaminya.


" Kenapa semuanya jadi perhatian sama Willy sih !!?" Gerutu Tio.


" mau Buk !! mau ya yah ???!!" Davi memegangi lengan Tio memohon.


"Baiklah.." balas Tio dengan malas.


" Yeee !!! ketemu paman Willy !!?" Davi girang bukan main.


mama Hilda turut bahagia melihat sang cucu sudah tenang kembali.


"Ma, maaf ya. jika davi tadi melukai mama." Tio beralih kemama mertuanya.


" tidak apa nak Tio.."balas Mama Hilda.


" Mama kedapur dulu ya.." pamit mama Hilda.


"Ma.. mama istirahat saja. jangan memasak, biar pelayan yang menyiapkan makan malam. Seharian mama sudah menjaga Davi, Pasti sangat lelah." Ucap Tio


" Mama tidak lelah nak Tio. justru mama malah senang, Bisa membantu kalian menjaga Davi, Davi kan cucu mama pertama mama.." Timpal Mama Hilda.


"benar kata Tio ma, Mama harus istirahat."Dania menambahkan.


"baiklah. mama akan istirahat sebentar. mama tinggal ya ??" Akhirnya mama hilda mengalah.


anggukan dari Tio dan dania mengiringi langkah mama Hilda yang melangkah keluar dari kamar cucunya.


.


.


.