
Bab 186
.
.
.
Beberapa baju sudah dicoba Celine, namun saat melihat harganya Celine megembalikan kembali.
"Hey. Kau mau beli atau tidak ?? Sejak tadi cuma dilihat ditempel dibadan dikembalikan lagi. ??" Tanya D yang mulai jengah.
Celine mendekati D dan membisikkan sesuatu. "Tuan lihat saja harganya membuatku takut.."
Alis D bertaut menjadi satu. Mereka berdua bahkan tak sadar diperhatikan banyak orang pengunjung toko itu.
" Memang berapa harganya ??" Tanya D
Celine tanpa ragu menarik lengan D mendekati baju yang begitu ia suka.
D terlihat memperhatikan bandrol harga yang ditunjukkan Celine.
"Kau ingin ini ??" Tanya D seraya menatap Celine.
Celine memanyunkan bibirnya sesuatu yang membuat hati D tergelitik.
"Sebenarnya ia. Tapi kita cari yang lain saja lah yang lebih murah."
D buru-buru mengalihkan matanya. Entah melihat bibir Celine malah seperti magnet yang menarik dirinya.
"Mana pelayan toko ini !!!" Tegur D dengan melihat sekeliling. Celine dibuat terperajak saat mendengar D.
Seorang pelayan toko buru-buru Mendrkati D. "Iya tuan. Ada yang bisa dibantu ??" Sapanya.
"Bungkus baju ini." perintah D.
" Baik tuan."Pelayan terlihat patuh dan segera meraih mini dres pilihan Celine .
"Tuan.. Anda..-" Celine menatap D tak percaya
"Kita sudah hampir 1 jam ditoko ini. Kau fikir urusanku hanya mengantarmu saja..!!" sentak D tanpa sadar
Seketika Celine terdiam dan menunduk.
Celine melirik D sedikit.
"Tuan.. Silahkan lakukan pembayaran." pelayan mempersilahkan D menuju kasir.
"Iya."Jawab D dengan singkat. Lalu tanpa meminta ijin, D menarik Celine menuju meja kasir.
Celine yang tertunduk sedikit mengangkat wajahnya melirik beberapa baju yang diminta D.
"Dia banyak sekali belinya ?? Itu kan mahal, Uangnya bisa habis."Batin Celine.
Selesai, D memberikan paper bag pada Celine. "Sudah. Jangan bersedih. Apa lagi yang kau inginkan ??" Tanya D berusaha melunakkan suaranya.
"Aku lapar.." ucap Celine lirih.
"Baiklah kita makan. Setelah itu pulang ya ?? Kau bilang sedang sembunyi, jika lama-lama disini dan ada yang melihatmu, bagaimana ??" Tutur D.
Celine patuh dan menggangguk. Seperti pasangan kekasih, D terus menggenggam jemari Celine seraya melangkah keluar dari toko baju brand itu.
D menghentikan langkahnya saat tiba distandfood dengan berbagai macam menu makanan.
"Kau mau makan apa ??" tanya D.
Celine mengedarkan mata melihat menu-menu dari beberapa standfood disana. "Aku mau seafood."
D mengikuti pandangan Celine. "Itu hanya camilan. Kau harus makan nasi."
" Tapi aku mau makan itu saja.."Balas Celine.
" Ya sudah. Kau duduk disana ya, aku pesankan."D mengarahkan Celine agar duduk ditempat duduk yang kosong, lalu D segera menuju Makanan yang dipilih Celine.
Celine tersenyum haru kala melihat punggung kekar D yang sudah berjalan menuju stand makanan pilihannya. "Kau sangat baik..Bahkan sabar terhadapku.."Gumam Celine yang memilih menyandarkan tubuhnya dikursi, meneliti beberapa pengunjung Mall yang singgah distandfood itu, Mata Celine terhenti saat sesuatu yang menyerakkan dadanya terlihat.
Entah sebuah kebetulan atau kehendak Tuhan. Celine tak sengaja melihat Denis yang mengusap pipi seorang wanita.
Nafas Celine amat memburu. Sakit pada luka dihatinya yang tertoreh kembali menganga dengan pemandangan dihadapannya.
Dua air mata pun terlihat lolos mengalir dengan lancangnya. "Jadi.. Dia penyebab kau memutuskan aku Den.." Gumam Celine lirih. Suaranya bahkan tak bisa keluar dari kerongkongan.
.
.