Dania Strong Women and Single Moms

Dania Strong Women and Single Moms
Ada bibi cantik mencarimu



bab 167


.


.


.


Mobil Denis tiba didepan rumah sang kakak. karna memang Mama Hilda masih disana menjaga Davi.


Davi yang melihat Denis pulang segera berlari menyambut. karna kebetulan Davi dan Mama Hilda sedang diteras. namun ada sesuatu yang membuat Dada Denis bergemuruh.


" Paman..." Davi berhambur memeluk denis.


Denis terlihat menerima pelukan Davi meski matanya terus tertuju pada seseorang yang duduk bersebalahan dengan sang mama.


"Paman.. ada bibi cantik mencarimu.."Ucap Davi


Denis tersenyum tipis kearah Davi. "ayo.." Denis menggandeng lengan Davi mendekati sang mama dan seseorang yang sudah sangat lama pergi dari hidup Denis.


" Denis.." panggil wanita itu yang segera berdiri dan mengulurkan tangan kearah Denis.


"Celine kembali Den..."Ucap mama Hilda yang memang tau jika dulu mereka berhubungan.


Denis masih menatap wanita yang pernah singgah dihatinya. "kenapa aku bisa melupakan dia.."batin Denis.


"Davi.. kita kasih makan ikan yuk.."Ajak mama Hilda.


" Ayo oma.." Davi menarik lengan Mama Hilda langsung.


"Denis apa kabar ??" Celine membuka suara.


Denis tersadar lalu segera mengerjapkan kedua matanya.


"Em.. duduklah."


Denis begitu kaku dan bingung akan bagaimana.


"Kau kenapa ?? Aku kembali sesuai janjiku..5 tahun dan aku akan kembali."Ucap Celine seraya meraih jemari Denis.


namun dengan reflek Denis menarik jemarinya. "Maaf.. maaf.."


" Kau kenapa Den ?? kau terlihat tidak senang aku datang ??" Celine mulai merasa.


"Bukan begitu.. aku..aku..hanya terkejut saja. Kau kan sudah lama tidak memberiku kabar."Balas Denis dengan cepat.


"Maaf ya.. papiku melarangku bermain ponsel selama masa ujianku. tapi sekarang aku sudah bebas, karna aku sudah lulus sesuai keinginannya." Tutur Celine.


"Em.. Cel..maaf sebelumnya, aku.. aku harus kerumah sakit ada temanku yang dirawat. aku sudah janjian akan kesana."Denis beralasan.


Denis semakin bingung. "Kenapa malah mau ikut ??!!"


"Itu.. aku harus menemani dia sampai malam. kau akan kelelahan nanti. sebaiknya kau pulang saja."Ucap Denis.


"Kenapa kau seperti mau mengindariku Den ?? Apa kau tidak nyaman aku kemari ??" Celine yang memang sangat peka langsung memgerti.


" Bukan begitu..disana pria semua. aku malah takut kau tidak nyaman."Balas Denis.


"Baiklah.. aku akan pulang."Celine segera berdiri dari duduknya.


"Sampaikan salamku pada Mama Hilda ya ?? Aku pulang dulu."tambah Celine.


"Iya. kau sama sopir kan ??" Tanya Denis.


Celine menggeleng. "Aku naik taksi. tenang saja aku tidak akan memintamu mengantarku kok."


Denis menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Ya sudah. aku antar saja."


"tidak usah. kau terlihat tidak nyaman. maaf ya, kalau kedatanganku membuatmu tidak nyaman. tapi kau harus ingat perasaanku sama seperti saat pertama dulu aku berangkat."Celine memutar tubuhnya dan melangkah pergi.


Denis tak menjawab, ia mematung dengan rasa bersalah dalam hatinya. Ia telah melupakan wanita yang menjaga hati untuknya dengan menyukai wanita lain lagi.


Denis mengacak rambutnya saat bunyi bel Taksi dibunyikan.


" Kenapa jadi begini !!' gumam denis yang langsung masuk kedalam rumah.


Didalam denis tak sengaja bertemu Mama Hilda.


"Den.. Celinenya mana ?? kok tidak diajak masuk ??" Tanya mama Hilda.


"Celine pulang ma."Jawab Denis bernada lemah.


" Pulang ?? kok langsung pulang ?? mama masih mau buat minum loh..dia itu baru sampai tadi."Ucap mama Hilda


"Tau lah ma.. Aku pusing.."Denis melenggang menuju kamarnya. kepalanya tiba-tiba merasakan pusing yang begitu menusuk.


Mama Hilda hanya menggelengkan kepalanya dan memilih menyusul sang cucu kebelakang.


.


.


.


lah..lah..lah.. kejutan sudah hadir 🤗🤗🤗


gimana tuh..