The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 99 - Keinginan dan Impian



            Han Ling tersenyum lembut melihat Xue Ling “Han ge,


bagaimana denganmu ? apa yang kau inginkan ? apa yang akan kau pilih ?” Xue


Ling bertanya dengan mata besarnya. Han Ling memegang wajah Xue Ling ‘aku


menginginkanmu embun berhargaku… aku akan memilihmu Xiao Xue…’ tersenyum,


memegang dagunya dan berfikir “hmm… aku… aku dari awal memang sudah bebas… aku


ingin hidup bebas di tempat yang damai, sama seperti Tao Shan dan Fen Yu…”


‘bersama denganmu Xiao Xue…’ melirik Xue Ling.


            Xue Ling tersenyum ceria “hmm bagus sekali… Han ge,


setelah semua ini, wujudkanlah impianmu itu… Si Hai Ba Huang akan aman dan


tentram…” tersenyum manis pada Han Ling. Han Ling membelai kepala Xue Ling


‘Xiao Xue, semua ini hanya bisa terwujud jika kau ada di sisiku…’ tersenyum


tidak menjawab “hmm… Han ge, kau menginginkan pasangan seperti apa ?” Xue Ling


bertanya dengan mata besarnya. Di dalam matanya, ada kecanggungan, penasaran,


antusias, dan kesedihan.


            Han Ling menatap Xue Ling “kenapa ? begitu ingin mengusirku


pergi ?” mencandai Xue Ling. Xue Ling cekikikan “aku sangat menghargai waktuku,


mana mungkin mengusir anda Han Ling Shen Jun pergi… aku hanya penasaran…” Han


Ling tersenyum miring “aiyo Han ge, katakanlah ? bagaimana kriteria pasanganmu


?” Xue Ling menggoyang-goyangkan tangan Han Ling, merengek.


            Han Ling mengetuk kening Xue Ling “hmm… kriteria


pasanganku ? hmm… wanita yang bebas, memiliki pemikirannya sendiri, ada saat


kubutuhkan, mencintaiku dan bisa menerima semua kekuranganku. Hmm kurasa aku


menyukai wanita yang ceria dan manis, yang bisa membuatku tersenyum sepanjang


waktu…” Xue Ling menyimak semua kata-kata Han Ling ‘Xiao Xue, aku hanya


menginginkanmu… wanita yang kukatakan adalah dirimu… Xiao Xue…’ Han Ling


melirik dan mengamati reaksi Xue Ling.


            Xue Ling tersenyum manis “Han ge, kau pasti akan


menemukannya… Han ge begini baik, pasti akan menemukan pasangan yang baik, yang


sesuai dengan hati Han ge…” Han Ling mengerutkan kening “Xiao Xue, apa kau


tidak marah ?” Xue Ling tersenyum tipis, menggeleng “Han ge, aku tulus


mendoakanmu memperoleh kebahagiaan yang kau inginkan…” “apa kau tidak sedih


sama sekali ? kau tidak cemburu ?” Han Ling agak kecewa dengan reaksi Xue Ling.


            Xue Ling menarik dirinya dari Han Ling “Han ge,


menjeratmu seperti ini, aku sudah merasa sangat bersalah… ada hak apa aku


merasa cemburu dan marah ? Han ge, maafkan aku… dari awal aku tidak seharusnya


menerimamu…” menatap Han Ling yang mengerutkan keningnya “Han ge, aku sudah


tahu akan berakhir seperti ini !” Han Ling memegang tangan Xue Ling “Xiao Xue,


aku tidak mau tahu apa yang kau fikirkan, yang ingin kuketahui adalah hatimu


ini ! apa hatimu tidak merasa sedih ?”


            Mata Xue Ling berkaca-kaca, kemudian menunduk “Han ge,


kau adalah pria yang kukejar selama 5.000 tahun, apa mungkin tidak sedih ?” Han


Ling menarik Xue Ling masuk ke dalam pelukannya “Xiao Xue…” Xue Ling mengangkat


kepala, menatap Han Ling dengan air mata yang sudah menetes “Han ge, aku tidak


pernah mempunyai harapan untuk hidup di dunia ini ! Han ge adalah satu-satunya


yang sangat susah untuk kulepaskan.” Mengelap air matanya.


            Xue Ling memegang wajah Han Ling “Han ge, berjanjilah


padaku, kau harus bahagia ! walau… walaupun suatu saat Han ge sudah


melupakanku… aku hanya ingin Han ge bahagia !” “Xiao Xue…” Han Ling memegang


tangan Xue Ling ‘Xiao Xue, jangan begitu tegar… keluarkan semua kesedihanmu,


aku akan menerimanya… jangan menahan semuanya sendiri’ “Xiao Xue, aku bahagia…


aku sangat bahagia…” Xue Ling tersenyum manis.


            Han Ling memeluk Xue Ling, matanya berkaca-kaca “Xiao


Xue… jika… jika kau mampu selamat… kita akan hidup bebas seperti yang kau


menderita… Xiao Xue, kebahagiaanku ada padamu… akulah yang tidak baik, membuat


kita melewatkan begitu banyak waktu… selama ini, aku tidak memahamimu, tidak


mengetahui kesedihanmu… Xiao Xue, jika aku bisa menemukanmu terlebih dahulu,


aku akan membuatmu memahami bagaimana berharganya dirimu…’ menghela nafas.


            Han Ling mencari pembahasan lain “Xiao Xue, kau


mengatakan tidak memiliki unsur murni apapun !” Xue Ling mengangguk “embun


tanpa energi…” Han Ling berdehem “jika seperti itu, bagaimana bisa kau setengah


dewa setengah iblis ?” Xue Ling mengangkat kepalanya, menggeleng “mungkin


karena energi kekuatan yang kubangun sendiri !” Han Ling berfikir “hmm… ini


sangat diluar perkiraan… selama ini yang tidak memiliki unsur hanya…” “hanya


memiliki sedikit unsur kehidupan dan paling maksimal menjadi dewa dewi kecil…”


Xue Ling melanjutkan kata-kata Han Ling.


            Xue Ling menghela nafas “Han ge, pertanyaanmu ini, akupun


tidak bisa menjawabnya ! keterkejutanku saat mengetahui hal ini juga membuatku


pusing… kemudian aku berfikir, ini kemungkinan pengaruh Permata-Permata itu…”


“Permata ?” Han Ling menjadi penasaran. Xue Ling menjelaskan “Han ge, semenjak


awal aku mengumpulkan Permata – Permata itu, setiap Permata mengeluarkan


perlawanan yang sangat kuat. Setiap langkahnya, aku bagai tercabik-cabik”


“kenapa seperti itu ?” Han Ling kembali bertanya.


            Xue Ling menghela nafas “Han ge, aku hanya sebagai


perantara untuk menyatukan Permata itu pada Pohon Bodhi. Permata dan Pohon


Bodhi adalah 2 unsur yang berdiri sendiri, tidak ada ketertarikan antara


keduanya. Seperti yang Han ge ketahui, tiap Permata juga berdiri sendiri, tidak


tunduk pada lainnya, tidak akan terpengaruhi unsur apapun. Satu-satunya yang


bisa kufikirkan, ini adalah hukuman untukku karena melanggar hukum alam.”


            Han Ling mengerutkan keningnya “jika memang tidak dapat


disatukan, kenapa jadi seperti ini ?” Xue Ling mengangkat bahunya “disaat aku


menyatukannya, aku bisa merasakan, sudah terbentuk benang diantara Pohon Bodhi


dan Permata-Permata itu. Entah itu jalan, tujuan, unsur, atau apapun, selama


ada kecocokan walau sekecil apapun, aku tahu usahaku tidak sia-sia. Dengan


tujuh unsur yang menyatu dan dilindungi oleh tao Pohon Bodhi akan menjaga


ketentraman. Sekuat apapun energi yang akan mengacaukannya, akan sangat susah


menghadapi perlawanan dari kedelapannya”.


            Han Ling tersenyum “inilah yang sedang kau usahakan…


menuntaskan tanggung jawabmu… kau berhasil menemukan cara mewujudkan ‘tanggung


jawab’-mu… tanpa kehadiranmu, ‘tanggung jawab’ itu akan tetap berjalan hingga


puluhan bahkan ratusan ribu tahun setelahnya” Xue Ling tersenyum “Han ge,


dengan sedikit usaha bisa menyelesaikan semua masalahku… keinginan Fu Wang Mu


Hou, melindungi Huo dan Shui, melindungi Si Hai Ba Huang, semua bentuk


‘tanggung jawab’ yang bisa kufikirkan…” Han Ling mengangguk “sangat hebat !”


            Xue Ling cekikikan “Xiao Xue,


apa kau tidak mempunyai keinginan untuk bertahan ?” Han Ling bertanya dengan


penasaran dan kesedihan. Xue Ling menggeleng “dari awal mengumpulkan Permata,


aku sudah menyadari ‘entah di permata ke berapa, aku harus memenuhi karmaku’.


Hmm Han ge, aku juga tidak pernah menyangka bisa bertahan hingga Permata


ke-enam ini. Hanya sangat disayangkan, aku tidak dapat menunggu hingga Permata


ke-tujuh bersatu.


            Han Ling mengerutkan kening “kenapa kau sangat yakin


tidak akan bertahan di Permata Nila ini ?” Xue Ling menatap Han Ling, berdiri,


menjauh, mengerahkan sihir, tubuhnya bercahaya. Han Ling membelalakkan matanya


dalam keterkejutan “Xiao Xue, kau…”.