The Power Of Love

The Power Of Love
Bab 88 - Masih Menunggu



            Cahaya merah keemasan yang terdepan, membuat lapisan


pelindung untuk keenam cahaya menembus dasar lautan. Xue Ling tiba paling


pertama. Saat berhenti dan menapak, menimbulkan hentakan kecil, diikuti Wei


Jiang, Han Ling, Shui Ling, Cheng Mei, dan Xin Lan. Saat keenamnya tiba,


melihat Xue Ling yang sedang melamun memandang kedepannya. Wei Jiang yang tiba,


berjalan dan mengamati sekitar, diikuti oleh lainnya.


            “Jie, dalam 120.000 tahun, pergeseran seperti ini masih


bisa dimaklumi…” Shui Ling berguman sambil mengamati sekitar “Xiao Xue, jangan


sekarang !” Han Ling membalikkan Xue Ling, menghadap dirinya. Tindakan Han


Ling, menyadarkan Xue Ling kembali, perlahan bibirnya membentuk senyuman “Han


ge, aku tidak akan melakukan apapun saat ini !” Han Ling mengerutkan kening,


mencari hal lain dari mata dan wajah Xue Ling.


            “Xue, kau masih mau kembali ke Xi Hai Gong ?” Cheng Mei


menghela nafas. Xue Ling menatap Cheng Mei “aku sudah mengatakannya, maka akan


kulakukan !” Cheng Mei mengangguk sambil mengamati sekitar “kita bisa


bersama-sama melakukannya !” Xue Ling tersenyum “Xiao Xue, kau tidak harus


melakukannya sendiri !” Han Ling menatap serius Xue Ling.


            Xue Ling menutup mata “Han Ge, aku berterima kasih pada


kalian, tapi…” “Xiao Xue…” Han Ling menghardik Xue Ling, tidak ingin mendengar


penolakan. Xue Ling menghela nafas “huh Han Ge, dengarkan aku…” “tidak…” Han


Ling tidak mau mendengar penolakan “Shen Jun, sebaiknya anda mendengarkan Shen


Zun… beliau mengajak semua kemari bukan tanpa tujuan…” Wei Jiang menengahi. Han


Ling menggeleng “tidak, biarkan yang lain yang melakukannya, aku bersamamu !”


kembali menatap Xue Ling.


            Wei Jiang tersenyum, melirik Xin Lan “Shen Zun, tidak


apa, kami akan mengawasi dan menjaga !” Xue Ling melirik Wei Jiang, kembali ke


Han Ling “Xue Ling, kau sudah tidak sendiri…” Cheng Mei berguman, Han Ling


mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah memelas, membuat Xue Ling yang


melihatnya tidak bisa menahan tawa “hahaha… sudahlah… kalah oleh kalian haih…”


Han Ling tersenyum manis, diikuti lainnya yang tersenyum sambil


menggeleng-gelengkan kepala.


            “hmm… jie… apakah hal ini masih normal ?” Shui Ling


bertanya setelah berkeliling. “Xian Zun, ini masih normal… hanya memang


keseimbangan terganggu…” Xin Lan menjawab pertanyaan Shui Ling. “Shen Zun,


tidak ada masalah disini ! anda sebaiknya kembali beristirahat dahulu… perayaan


masih akan berjalan beberapa hari lagi, anda hanya perlu muncul di hari


terakhir saja…” Wei Jiang menyarankan.


            Xue Ling menatap keatas “hmm… ayo…” Han Ling langsung menangkap


tangan Xue Ling, membuatnya menoleh “kau sudah kelelahan !” menurunkan


tubuhnya, menggendong Xue Ling “Han Ge…” Xue Ling terkejut “tenang saja, kau


begini ringan, aku masih sanggup !” Han Ling menenangkan “Jie, istirahatlah…


masih ada kami, kami pastikan semua akan keluar dengan aman” Shui Ling ikut


menenangkan.


            Xue Ling cemberut “kalian membuatku seperti orang yang


sangat lemah saja !” protes “aku mencintaimu… aku tidak ingin kesayanganku ini


sakit hanya karena memaksakan diri untuk hal yang masih dapat kutangani” Han


Ling membujuk dengan senyuman lembut. Xue Ling cemberut dengan imutnya pada Han


Ling, Han Ling tertawa kecil, mengecup kening Xue Ling “istirahatlah…” Xue Ling


pun pasrah, menutup matanya, istirahat dengan tenang dalam gendongan Han Ling.


            Han Ling tersenyum lembut melihat wajah tidur Xue Ling,


mengangkat kepala, melihat Wei Jiang dan lainnya “ayo, kita kembali… kita perlu


menghindari tempat sebelumnya…” Wei Jiang memegang pundak Han Ling “siap ?”


bertanya pada Han Ling dan lainnya “ayo…” semua bersamaan menjawab. Mereka


kembali meluncur naik, Wei Jiang dan Shui Ling masing-masing berada di sisi Han


Jiang dan Shui Ling memiliki unsur air dengan aura murni, sehingga lebih dapat


melewati ketahanan lapisan lautan.


            Demi menghindari adanya dewa dewi yang masih menunggu


mereka, mereka sengaja keluar jauh dari tempat semula mereka turun. Cheng Mei


merubah penampilan mereka semua, mencari tempat untuk beristirahat “Xue Ling


tidak terbangun kan ?” bertanya saat mencapai permukaan. Han Ling memeriksa Xue


Ling, menggeleng “aku sudah memberinya sihir tidur, tadi juga hanya sedikit


hambatan, nafas dan detaknya masih teratur…” menenangkan lainnya. “ayo, kita


tidak bisa lama disini !” Shui Ling mengajak semua ke tempat peristirahatan


mereka.


            Han Ling membaringkan Xue Ling, memeriksanya sekali lagi


“wajahnya agak pucat…” Xin Lan mengkonfirmasi “tubuhnya agak hangat !” Han Ling


menjadi cemas “tidak apa, istirahat yang baik 2 hari ini, Xue Ling akan pulih…”


Cheng Mei ikut memeriksa “hmm… tubuh jiejie masih lemah, perkembangannya belum


sempurna… untung saja kali ini, jiejie mau mendengarkan dan tidak memaksakan


dirinya” Shui Ling menghela nafas, mendengar kondisi Xue Ling.


            “Sudah, tidak perlu cemas, Shen Zun akan baik-baik saja…


kalian istirahatlah, kami akan mencari makanan…” Wei Jiang membawa Xin Lan


bersamanya, setelah melihat situasi di tempat peristirahatan mereka, aman dari


gangguan. Wei Jiang mencari tahu kondisi Xi Hai Gong terkini sebelum kembali ke


tempat peristirahatan bersama mereka.


            “Wei Jiang, bagaimana ? apa ada hal baru ?” Cheng Mei


bertanya dengan antusias “iuh Yue Shen, sejak kapan anda begitu senang bergosip


?” Wei Jiang mencibir “aih… sekali-kali bergosip untuk bersenang-senang kan


tidak ada masalah… ayo, cepat katakan ! apa ada pengagum baru ?” Cheng Mei


menatap Wei Jiang dan Xin Lan dengan mata berbinar, seperti anak yang menunggu


permen.


            Xin Lan cekikikan “Yue Shen, hal-hal seperti itu sudah


pasti adanya… setelah mengetahui identitas Shen Zun, tentu saja semua penasaran


padanya… pengagum ! sudah pasti bertambah banyak…” Cheng Mei cekikikan “tapi,


ada hal yang lain kan ?” bertanya kembali dengan mata yang menyipit, mengamati


Wei Jiang dan Xin Lan. Wei Jiang mengangkat bahunya, acuh tak acuh, dengan


wajah cueknya.


            Cheng Mei dan Shui Ling menarik Xin Lan “katakan ! ada


masalah baru apa lagi ?” Xin Lan cekikikan, menggeleng-gelengkan kepalanya


“anda berdua ini haih… bagaimana mengatakannya ? hantu jahil dengan pesona berkabut


hahaha…” menertawakan Cheng Mei dan Shui Ling, diikuti suara tawa Wei Jiang.


“aiya jangan mengejek kami terus, ayo ceritakan !” Shui Ling tidak menggubris


ejekan Xin Lan, fokus ingin mendengar berita yang mereka bawa.


            Xin Lan menghentikan tawanya “hmm… pesona Shen Zun ini


terlalu berlebihan…” Cheng Mei dan Shui Ling mengerutkan kening. Han Ling yang


menyimak pun mengerutkan kening, menunggu kata-kata Xin Lan selanjutnya “coba


tebaklah ! siapa yang paling antusias ingin bertemu dengan Xue Ling Shen Zun ?”


Cheng Mei dan Shui Ling menyipitkan mata “jangan mengatakan Sang Putri Arogan


yang tidak tahu aturan dan sopan santun itu !” Shui Ling mencibir dengan mata


sinis mengamati reaksi Xin Lan.


            Xin Lan mengangguk dengan senyum cerianya “tebakan anda


tidak salah ! Sang Putri yang anda katakan arogan, tidak tahu aturan dan sopan


santun itulah, yang paling ingin menemui Xue Ling Shen Zun sekarang. Saat ini,


Sang Putri masih menunggu di tepi pantai bersama beberapa pengawalnya. Ah, Sang


Putri masih belum menyambungkan Xue Ling Shen Zun dengan gadis ingusan yang di


singgungnya di tempat keramaian sebelumnya.” Xin Lan menjelaskan dengan versi


lebih lengkap.