
Cahaya merah keemasan yang terdepan, membuat lapisan
pelindung untuk keenam cahaya menembus dasar lautan. Xue Ling tiba paling
pertama. Saat berhenti dan menapak, menimbulkan hentakan kecil, diikuti Wei
Jiang, Han Ling, Shui Ling, Cheng Mei, dan Xin Lan. Saat keenamnya tiba,
melihat Xue Ling yang sedang melamun memandang kedepannya. Wei Jiang yang tiba,
berjalan dan mengamati sekitar, diikuti oleh lainnya.
“Jie, dalam 120.000 tahun, pergeseran seperti ini masih
bisa dimaklumi…” Shui Ling berguman sambil mengamati sekitar “Xiao Xue, jangan
sekarang !” Han Ling membalikkan Xue Ling, menghadap dirinya. Tindakan Han
Ling, menyadarkan Xue Ling kembali, perlahan bibirnya membentuk senyuman “Han
ge, aku tidak akan melakukan apapun saat ini !” Han Ling mengerutkan kening,
mencari hal lain dari mata dan wajah Xue Ling.
“Xue, kau masih mau kembali ke Xi Hai Gong ?” Cheng Mei
menghela nafas. Xue Ling menatap Cheng Mei “aku sudah mengatakannya, maka akan
kulakukan !” Cheng Mei mengangguk sambil mengamati sekitar “kita bisa
bersama-sama melakukannya !” Xue Ling tersenyum “Xiao Xue, kau tidak harus
melakukannya sendiri !” Han Ling menatap serius Xue Ling.
Xue Ling menutup mata “Han Ge, aku berterima kasih pada
kalian, tapi…” “Xiao Xue…” Han Ling menghardik Xue Ling, tidak ingin mendengar
penolakan. Xue Ling menghela nafas “huh Han Ge, dengarkan aku…” “tidak…” Han
Ling tidak mau mendengar penolakan “Shen Jun, sebaiknya anda mendengarkan Shen
Zun… beliau mengajak semua kemari bukan tanpa tujuan…” Wei Jiang menengahi. Han
Ling menggeleng “tidak, biarkan yang lain yang melakukannya, aku bersamamu !”
kembali menatap Xue Ling.
Wei Jiang tersenyum, melirik Xin Lan “Shen Zun, tidak
apa, kami akan mengawasi dan menjaga !” Xue Ling melirik Wei Jiang, kembali ke
Han Ling “Xue Ling, kau sudah tidak sendiri…” Cheng Mei berguman, Han Ling
mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah memelas, membuat Xue Ling yang
melihatnya tidak bisa menahan tawa “hahaha… sudahlah… kalah oleh kalian haih…”
Han Ling tersenyum manis, diikuti lainnya yang tersenyum sambil
menggeleng-gelengkan kepala.
“hmm… jie… apakah hal ini masih normal ?” Shui Ling
bertanya setelah berkeliling. “Xian Zun, ini masih normal… hanya memang
keseimbangan terganggu…” Xin Lan menjawab pertanyaan Shui Ling. “Shen Zun,
tidak ada masalah disini ! anda sebaiknya kembali beristirahat dahulu… perayaan
masih akan berjalan beberapa hari lagi, anda hanya perlu muncul di hari
terakhir saja…” Wei Jiang menyarankan.
Xue Ling menatap keatas “hmm… ayo…” Han Ling langsung menangkap
tangan Xue Ling, membuatnya menoleh “kau sudah kelelahan !” menurunkan
tubuhnya, menggendong Xue Ling “Han Ge…” Xue Ling terkejut “tenang saja, kau
begini ringan, aku masih sanggup !” Han Ling menenangkan “Jie, istirahatlah…
masih ada kami, kami pastikan semua akan keluar dengan aman” Shui Ling ikut
menenangkan.
Xue Ling cemberut “kalian membuatku seperti orang yang
sangat lemah saja !” protes “aku mencintaimu… aku tidak ingin kesayanganku ini
sakit hanya karena memaksakan diri untuk hal yang masih dapat kutangani” Han
Ling membujuk dengan senyuman lembut. Xue Ling cemberut dengan imutnya pada Han
Ling, Han Ling tertawa kecil, mengecup kening Xue Ling “istirahatlah…” Xue Ling
pun pasrah, menutup matanya, istirahat dengan tenang dalam gendongan Han Ling.
Han Ling tersenyum lembut melihat wajah tidur Xue Ling,
mengangkat kepala, melihat Wei Jiang dan lainnya “ayo, kita kembali… kita perlu
menghindari tempat sebelumnya…” Wei Jiang memegang pundak Han Ling “siap ?”
bertanya pada Han Ling dan lainnya “ayo…” semua bersamaan menjawab. Mereka
kembali meluncur naik, Wei Jiang dan Shui Ling masing-masing berada di sisi Han
Jiang dan Shui Ling memiliki unsur air dengan aura murni, sehingga lebih dapat
melewati ketahanan lapisan lautan.
Demi menghindari adanya dewa dewi yang masih menunggu
mereka, mereka sengaja keluar jauh dari tempat semula mereka turun. Cheng Mei
merubah penampilan mereka semua, mencari tempat untuk beristirahat “Xue Ling
tidak terbangun kan ?” bertanya saat mencapai permukaan. Han Ling memeriksa Xue
Ling, menggeleng “aku sudah memberinya sihir tidur, tadi juga hanya sedikit
hambatan, nafas dan detaknya masih teratur…” menenangkan lainnya. “ayo, kita
tidak bisa lama disini !” Shui Ling mengajak semua ke tempat peristirahatan
mereka.
Han Ling membaringkan Xue Ling, memeriksanya sekali lagi
“wajahnya agak pucat…” Xin Lan mengkonfirmasi “tubuhnya agak hangat !” Han Ling
menjadi cemas “tidak apa, istirahat yang baik 2 hari ini, Xue Ling akan pulih…”
Cheng Mei ikut memeriksa “hmm… tubuh jiejie masih lemah, perkembangannya belum
sempurna… untung saja kali ini, jiejie mau mendengarkan dan tidak memaksakan
dirinya” Shui Ling menghela nafas, mendengar kondisi Xue Ling.
“Sudah, tidak perlu cemas, Shen Zun akan baik-baik saja…
kalian istirahatlah, kami akan mencari makanan…” Wei Jiang membawa Xin Lan
bersamanya, setelah melihat situasi di tempat peristirahatan mereka, aman dari
gangguan. Wei Jiang mencari tahu kondisi Xi Hai Gong terkini sebelum kembali ke
tempat peristirahatan bersama mereka.
“Wei Jiang, bagaimana ? apa ada hal baru ?” Cheng Mei
bertanya dengan antusias “iuh Yue Shen, sejak kapan anda begitu senang bergosip
?” Wei Jiang mencibir “aih… sekali-kali bergosip untuk bersenang-senang kan
tidak ada masalah… ayo, cepat katakan ! apa ada pengagum baru ?” Cheng Mei
menatap Wei Jiang dan Xin Lan dengan mata berbinar, seperti anak yang menunggu
permen.
Xin Lan cekikikan “Yue Shen, hal-hal seperti itu sudah
pasti adanya… setelah mengetahui identitas Shen Zun, tentu saja semua penasaran
padanya… pengagum ! sudah pasti bertambah banyak…” Cheng Mei cekikikan “tapi,
ada hal yang lain kan ?” bertanya kembali dengan mata yang menyipit, mengamati
Wei Jiang dan Xin Lan. Wei Jiang mengangkat bahunya, acuh tak acuh, dengan
wajah cueknya.
Cheng Mei dan Shui Ling menarik Xin Lan “katakan ! ada
masalah baru apa lagi ?” Xin Lan cekikikan, menggeleng-gelengkan kepalanya
“anda berdua ini haih… bagaimana mengatakannya ? hantu jahil dengan pesona berkabut
hahaha…” menertawakan Cheng Mei dan Shui Ling, diikuti suara tawa Wei Jiang.
“aiya jangan mengejek kami terus, ayo ceritakan !” Shui Ling tidak menggubris
ejekan Xin Lan, fokus ingin mendengar berita yang mereka bawa.
Xin Lan menghentikan tawanya “hmm… pesona Shen Zun ini
terlalu berlebihan…” Cheng Mei dan Shui Ling mengerutkan kening. Han Ling yang
menyimak pun mengerutkan kening, menunggu kata-kata Xin Lan selanjutnya “coba
tebaklah ! siapa yang paling antusias ingin bertemu dengan Xue Ling Shen Zun ?”
Cheng Mei dan Shui Ling menyipitkan mata “jangan mengatakan Sang Putri Arogan
yang tidak tahu aturan dan sopan santun itu !” Shui Ling mencibir dengan mata
sinis mengamati reaksi Xin Lan.
Xin Lan mengangguk dengan senyum cerianya “tebakan anda
tidak salah ! Sang Putri yang anda katakan arogan, tidak tahu aturan dan sopan
santun itulah, yang paling ingin menemui Xue Ling Shen Zun sekarang. Saat ini,
Sang Putri masih menunggu di tepi pantai bersama beberapa pengawalnya. Ah, Sang
Putri masih belum menyambungkan Xue Ling Shen Zun dengan gadis ingusan yang di
singgungnya di tempat keramaian sebelumnya.” Xin Lan menjelaskan dengan versi
lebih lengkap.