The Power Of Love

The Power Of Love
Balkon



Setelah menghabiskan makan dan membeli martabak serta roti bakar untuk bunda Shalwa dan Ayah Alex , mereka memutuskan untuk langsung pulang .


Semua wahana permain sudah dijelajahi oleh sikembar dan Aira , dan sepertinya mereka cukup kelelahan .


Mobil Azka meninggalkan area pasar malam , Aira ia langsung tertidur dipangkuan Naura , begitupun Azzam dan Azim mereka langsung bersandar dikursi seraya menahan rasa kantuk .


" Abang Azim dan Abang Azzam kalau mengantuk tidur saja , nanti dibangunin kalau sudah sampai " Ujar Naura dan langsung dianggukan sikembar .


Selama perjalanan pulang hanya tercipta kesunyian , Aira dan sikembar mereka sudah tertidur pulas , Sedangkan Azka dan Naura keduanya tak ada yang berani angkat suara terlebih dulu , hanya sesekali Azka mencuri pandangan pada Naura yang duduk disampingnya seraya memangku Aira yang tertidur .


Raut wajah Naura masih terlihat ada kekesalan dan dari sikapnya pun ia masih bersikap dingin pada Azka .


Tak lama mobil Azka sampai dipekarangan rumah Ayah Alex , Naura langsung turun memangku Aira tanpa menunggu dibukan pintu mobil oleh Azka .


Azka hanya menghembuskan nafasnya secara kasar , lalu ia membuka pintu belakang untuk menggendong Azzam dan Azim yang masih tertidur pulas , tentunya Azka harus bergantian memangku dan memindahkan sikembar ke kamarnya .


Azka bertemu dengan Ayah Alex dan Bunda Shalwa yang masih menonton tv berdua .


" Eh Azzam tidur kak ? '' tanya bunda Shalwa seraya berdiri dari duduknya .


Azka langsung menghentikan langkahnya .


" Iya Bun sepertinya mereka ke capean " , jawab Azka sambil tersenyum .


" Azim juga kak " , timpal Ayah Alex dan Azka hanya mengangguk .


Lalu Azka segera pamit untuk menidurkan Azzam dikamarnya , awalanya Ayah Alex menawarkan diri untuk menggendong Azim yang masih tertidur didalam mobil namun Azka mencegahnya dengan sopan .


*****


Didalam kamar Azka tak bisa memejamkan kedua matanya dan ia pun sangat yakin kalau Naura belum tertidur , ia hanya berpura-pura tidur untuk menghindari dirinya .


Azka bangkit dari berbaringnya lalu ia segera masuk ke ruang ganti mengambil baju hangat milik Naura .


" Ay " , panggil Azka pelan takut mengganggu tidurnya Aira .


Naura ia dengan perlahan membuka kedua matanya dan sedikit kaget mendapati Azka yang berdiri tak jauh dari nya .


" Pakai ini , ayo kita ngobrol dibalkon " , Ajak Azka lembut seraya menyodorkan baju hangat .


Naura langsung menurut , ia langsung memakai baju hangat miliknya lalu mengikuti Azka untuk ke balkon , tak lupa sebelum itu Naura membenarkan selimut Aira dan menutup pintunya takut mengganggu tidur Aira .


Azka mengajak Naura untuk duduk dikursi yang ada balkon , ia menatap Naura dengan lekat namun Naura seolah malah menghindari tatapan Azka .


" Ay , Bee tahu kamu masih kesel bahkan mungkin marah sama bee " , ujar Azka pelan seraya terus menatap Naura .


" Tapi Bee ga mau kita marahan dalam waktu yang lama , bee gak bisa ay dan bukankah itu hal yang tidak baik jika marahan dalam waktu yang lama " , ujar Azka lagi dan kini Azka meraih kedua tangan Naura .


Naura menutup kedua matanya , iya memang yang dikatakan Azka memanglah benar , namun Naura merasa susah untuk menghilangkan kemarahan , kekesalannya pada Azka , masih jelas bayangan Azka dan Mauryn yang berjalan seraya mengobrol .


" Sebenarnya Mauryn itu siapa sii Bee ? " , tiba-tiba pertanyaan itu lolos dari mulut Naura .


" Kenapa Ay menanyakan perihal Mauryn ? , bukankah tadi ketika dipasar malam bee sudah jelaskan , kalau Mauryn itu teman bee waktu diluar negeri " Jawab Azka panjang lebar , dan ia semakin yakinkalau Naura benar-benar cemburu pada Mauryn .


" Yakin , memangnya kamu melihat bee dan Mauryn seperti apa Ay ? , kami hanya sebatas berteman itu pun tidak dekat " tutur Azka yang tidak habis pikir , dan mungkin seperti ini lah sikap wanita jika ia dalam mode cemburu .


" Lalu Bee kenapa memperkenalkan Naura hanya sebatas pacarnya bee , bukankah kita sudah menikah ? , ataukah bee tidak menganggap pernikahan kita ? " , tanya Naura panjang lebar seraya menatap Azka lekat .


" Ya Allah Ay kamu lupa , bukankah itu semua ide kamu , jika ada orang lain yang bertanya hubungan kita , maka Bee harus menjawab hubungan kita hanya pacaran karena pernihakan kita tidak banyak orang yang tahu selain keluarga dan sahabat " , jawab Azka panjang lebar , memang terkadang jika wanita dalam mode cemburu ia bisa melupakan beberapa hal seperti Naura sekarang ini .


Naura langsung terdiam mendengar jawaban dari Azka , karna terbakar api cemburu ia sampai lupa kesepakatan yang telah disepakati berdua .


" Naura gak suka bee dekat-dekat dengan cwe lain " , Ujar Naura pelan dan sangat pelan hampir Azka tak bisa mendengarnya dengan jelas .


Kedua bibir Azka langsung tersenyum , " iya tak salah lagi Naura memang tengah cemburu " , batin Azka tersenyum senang .


" Kenapa ? " , tanya Azka seraya menahan tawanya .


" Maksudnya jadi bee seneng deket-dekat dengan cwe lain ? , tanya Naura kesal .


Detik berikutnya Azka langsung memeluk tubuh kecil Naura , kedua bibirnya terus membentuk senyuman yang manis .


" Jadi Ay cemburu sama Mauryn ya ?'' tanya Azka dengan senyumnya seraya masih memeluk tubuh kecil Naura.


" Siapa yang cemburu , Naura hanya gak suka saja bee dekat-dekat dengan cwe lain " , elak Naura dengan kedua pipi yang memerah .


Azka terkekeh sendiri , lalu ia mengeratkan pelukannya pada Naura , walau kali ini Naura tidak membalas pelukan nya namun Naura pun tak memberontak .


" Makasih Ay dan Bee juga minta maaf ya " Ujar Azka seraya melepaskan pelukannya dan beralih menggenggam kedua tangan Naura .


" Buat apa ?'' , tanya Naura menatap Azka .


" Makasih sudah sayang sama Bee , sudah mau menjadi pendamping dihidup bee , dan Maaf atas kejadian yang kurang mengenakkan tadi dipasar malam , maaf bee sudah buat Ay kesal dan marah-marah " , tutur Azka lembut .


Naura langsung tersenyum hangat dan mengangguk , rasa kesal yang sedari tadi hilang entah kemana pergi begitu saja , mendapat perlakuan manis dari Azka , Naura langsung luluh dan hatinya merasa menghangat .


Azka tersenyum lalu mengangkat dagu Naura agar bertatapan dengan dirinya . Dan detik berikutnya terjadilah hal yang membuat jantung Naura berdegup cepat bahkan jantungnya seolah-olah ingin melompat dari tempatnya .


Hangat , manis dan penuh kelembutan ketika merasakan benda kenyal itu menempel dibibir ranumnya .


Hanya beberapa menit benda kenyal itu menempel dengan bibir ranumnya sebelum akhirnya Azka dengan bebeas menjelajah rongga mulut Naura dan Azka baru menghentikan aksinya ketika Naura mulai kesusahan untuk bernafas .


Azka tersenyum melihat kedua pipi Naura yang merah merona , lalu ia dengan perlahan mengelap bibir ranum Naura .


" Jangan pernah berubah ya Ay , cuman kamu wanita satu-satunya yang bee sayang yang akan menjadi pendamping hidup bee " , ujar Azka lembut lalu meraih tangan Naura dan mengajaknya untuk segera masuk ke kamar.


😘


😘


😘


Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🤗🙏.