The Power Of Love

The Power Of Love
Curiga



Tapi setelah Michelle tersadar, dia kaget dan spontan mencondongkan badannya ke belakang. Karena Michelle yang tidak ada pegangannya di belakang, pada akhirnya dia terjatuh. Alex yang menyadiri Michelle akan jatuh, dia pun dengan sigap menangkap tubuh Michelle supaya jangan sampai terjatuh. Sekarang posisi Michelle memeluk diri nya sendiri ditahan oleh lengan Alex dan saat itu pulang mereka saling beradu pandangan. Badan mereka berdua sangant dekat yang membuat Alex merasakan sesuatu. Ada perasaan nyaman berada sedekat itu dengan Michelle atau perasaan lain, ntah lah. Michelle pun kembali merasakankan jantung nya berdegup kencang. Tiba-tiba dia merasakan pipinya panas, mungkin sudah berubah warna seperti kepiting rebus.


"Jadi ada urusan apa mama mau datang ke sini ?" Alex mengulang pertanyaannya


Michelle yang merasa malu ditatap oleh suaminya itu dan posisi badan mereka yang sangat dekat tanpa pembatas, tiba-tiba mengalihkan pandangannya dari wajah Alex ke arah lain di ruangan itu. Michelle cepat-cepat mengubah posisinya jadi berdiri dan mendorong pelan badan Alex ke samping kemudian dia berlari tergesa-gesa menuju kamarnya.


"Nggak tahu, tanya aja langsung sama mama" jawab Michelle meninggalkan Alex.


Alex yang melihat tingkah Michelle dan pergi meninggalkannya begitu saja hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum merasa puas bisa menjahili Michelle.


Di dalam kamarnya, tepatnya di depan cermin meja riasnya Michelle duduk dan merusaha menenangkan perasaannya. Dia menepuk-nepuk pipinya yang sudah semerah tomat dan membeyakan Alex melihat wajah seperti itu membuat Michelle semakin malu. Maklum juga, Michelle selama ini tidak pernah mempunyai hubungan serius dengan seorang laki-laki, jadi wajar aja kalau dia merasa gimana gitu kalau dekat dengan Alex, apalagi sekarang mereka sudah suami istri.


"Cheeell... Kamu bodoh banget sih sampai bertingkah seperti itu di depan Alex, aduuuh ini sungguh memalukan" kata michelle merutuki kebodohannya di dalam hatinya. Kemudian Michelle pergi mandi untuk membersihkan badannya. Setelah selesai mandi dia turun ke bawah ke dapur untuk memasak makan malam. Setelah selesai dengan kegiatan memasaknya dan sudah menata rapi di meja makan, Michelle pergi ke ruang tengah menonto TV sambil menunggu Alex turun. Tapi Karena Michelle melihat tidak ada tanda-tanda Alex akan turun, dia jadinya makan sendiri. Dia sudah terbiasa dengan susana seperti itu. Selesai makan Michelle kembali ke kamarnya dan menuju balkon kamarnya. Sepertinya akhir-akhir ini balkon kamarnya itu jadi tempat favoritnya.


Michelle yang berada di balkon kamarnya yang sedang menikmati suasana malam. Dia bisa melihat sekelilinnya, cahaya lembut lampu-lampu taman yang menyejukkan pemandangan, suara-suara jangkrik dan hewan lainnya dan suaran air taman hias yang membuatΒ  pendengaran jadi rileks ditambah lagi angin malam yang menerpa kulitnya membuat Michelle semakin betah berlama-lama di balkon kamarnya itu. Tidak lama kemudian Michelle mendengar suara mobil Alex, spontan Michelle melihat jam. Ini sudah mau tengah malam, jam segini Alex mau pergi ke mana pikirnya.


Yang tadinya perasaan Michelle yang tenang tiba-tiba merasakan perih dan dadanya terasa berat, ada rasa tidak terima Alex masih bersikap seperti tidak ada hubungan apa-apa diantara mereka. Tapi buru-buru Michelle menghilangkan pikiran-pikiran negative. Dia tidak mau semakin membebani pikirannya, nanti dia malah jatuh sakit lagi.Β "Aku hanya perlu bersabar menunggu hati Alex berubah dan dia bisa menerima aku" kata Michelle dalam hati. Michelle akhirnya memutuskan untuk tidur.


Michelle mencoba memejamkan kedua matanya tapi tidak bisa, malah air matanya yang keluar. Siapa yang tahu hati seseorang. Sekuat-kuatnya seorang perempuan, pasti ada saat tertentu dia tidak bisa mengotrol hati, pikiran bahankan emosinya. Tanpa disadari Michelle lama-kelamaan tertidur juga, dia akhirnya menyerah dengan kelelahan yang dia rasakan akibat menagis.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Besok harinya di tempat kerjaan Michelle tampak nggak bersemangat. Terkadang dia masih memikirkan apakah keputusan yang sudah dia buat itu sudah tepat atau tidak. Terkadang hatinya goyah dengan apa yang sudah dia putuskan untuk tetap menunggu Alex. Bagaimana nanti kalau Alex tetap tidak ada perubahan, bagaimana nanti hidupnya ke depan ?


"Huuuuuffffhhh" desah Michelle sambil duduk di kursi kasir. Mia yang mendengarnya tiba-tiba bertanya


"Kamu kenapa Chell ? Kayak orang habis melakukan pekerjaan berat saja ?" tanya Mia


Michelle yang mendengar pertanyaan sahabatnya itu menjawab sambil menggelengkan kepalanya.


"Nggak kenapa-napa. Cuma cape aja, nih badan aku pegal banget" kata Michelle berbohong.


"Kamu lagi nggak ada masalah kan Chell ? Atau kamu lagi berantem sama suami kamu ? tanya Mia penuh selidik.


"Nggak Miaa, aku baik-baik aja ko" balas Michelle


"Jangan sungkan-sungkan cerita sama ku kalau kamu lagi ada masalah Chell, nanti kamu stres sendiri kalau disimpan terus" kata Mia.


"Kalau dia al-awal pernikahan itu berantem-berantem dikit, biasa itu blom seberapa. Nanti kalau sudah pernikahannya bertahan-tahun, beeeeeeeh !!! Ada aja masalah yang datang" lanjut Mia.


"Kamu udah kayak tukang konseling pernikahan yaaa. Udah sono buka aja kantor mu buat orang-orang konsul masalah pernikahan. Udah cocok itu" balas michelle


"Iya Chell, beneraaaan. Makanya kamu sekarang kalau lagi ada masalah sama pasangan nikmati aja. Hitung-hitung sambil belajar kan. Dan juug...."


Belum selesai Mia melanjutkan omongannya, mulutnya sudah dibekap duluan sama Michelle menggunakan tangannya.


" Mmmmmpppph, mmmmhhhp" kata Mia nggak jelas ngomong apa sambil memegang tangan Michelle yang membekap mulutnya. Mia meronta-ronta minta Michelle melepaskan tangannya dari mulut Mia.


"Kamu ya, makin dikasih kesempatan ngomong makin kemana-mana kamu omongin" kata Michelle sambil melepaskan bekapannya dari mulut Mia.


Teman-teman mereka yang melihat tingkah mereka berdua itu hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala mereka.


"Sana kamu kantor konseling pernikahan aja" kata Michelle lagi.


"Kan emang benar, di dalam suatu rumah tangga itu nggak pernah berjalan mulus. Pasti ada kerikil-kerikilnya yang harus dihadapi" kata Mia lagi tak mau kalah. Ntah kenapa Michelle juga merasa benar apa yang dikatakan sahabatnya itu. Michelle merasa seakan-akan Mia tahu apa yang dia rasakan saat ini.


"Iya, iyaaaa" kata Michelle menganggukkan kepalanya menandakan dia setuju sama apa yang dikatakan Mia. Michelle juga tidak mau memperpanjang obrolannya dengan Mia.


Di lain tempat, Alex di kantornya tampak kelelahan. Dia menghempaskan badannya di atas sofa yang ada di dalam ruangan nya itu. Dia baru selesai membahas dengan kliennya tentang proyek yang baru saja dia bangun. Cukup menguras tenaga dan pikiran. Dan itu yang dirasakan Alex saat ini. Proyek yang sedang dia bangun adalah salah satu resort yang memakan biaya milyaran bahkan ratusan milyar di dekat salah satu pantai di kota itu. Bukan biaya yang sedikit bukan.


Makanya Alex bekerja cukup teliti karena dia tidak mau usaha dan kerja kerasnya selama ini gagal dan yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan yang sekarang dia pimpin. Untung di sekitarnya ada orang-orang bawahannya dan karyawan nya yang kompeten bekerja di bidangnya masing-masing.


Saat Alex mencoba menutup kedua matanya berniat untuk istirahat sebentar, tiba-tiba dia mendengar deringan Handphone nya yang dia letakkan di atas meja di sampingnya. Dia mencoba mengacuhnya, tapi suara deringan Handphone nya itu tidak kunjung berhenti. Dengan rasa malas dia mengambil Handphone nya dan melihat siapa yang menelepon. Karena dia melihat Rara yang menelepon, dia langsung mengangkatnya.


"Halo sayang, ada apa ?"


"Halo yang, kamu lagi dimana ?"


"Aku lagi di kantor yang, ada apa ?"


"Nanti malam ada teman aku ngadain pesta resepsi pernikahan mereka. Temanin aku ya sayang aku malas pergi sendiri ?"


Alex yang mengingat pesan Michelle kemarin kalau mama nya mau datang ke rumah menolak ajakan pacarnya itu.


"Yaaang, maaf banget ya. Hari ini aku nggak bisa nemenin kamu pergi. Soalnya mama aku nanti sore mau datang ke rumah"


Rara yang mendengar penolakan dari Alex tidak membuat dia berhenti meminta Alex untuk menemaninya.


"Yaaang, pleeeeaseeeee..... Temanin aku yaaa.


Pleaseee,,,,, pleaseee,,,,, pleaaseeeee,,, " pinta Rara.


"Raaa, aku dah bilang. Hari ini aku nggak bisa. Mama nanti sore mau datang ke rumah. Aku takut nanti mama menanyakan yang aneh-aneh sama istri aku. Kalau sampai nanti dia nggak bisa ngejelasinnya gimana. Rencana kita itu nanti gagal dong ?"


Rara yang niatnya tadi mengajak Alex ke pesta resepsi pernikahan temannya itu sekalian dia mau memamerkan siapa pacarnya jadi gagal. Selama ini teman-temannya pada nantangin dia untuk memperkenalkan siapa pacarnya. Karena setiap ditanya teman-temannya tentang Alex, Rara selalu membangga-bangkan Alex. Secara Alex kan kaya raya, punya perusahaan besar. Jadi, rencana nya hari ini untuk memperkenalkan Alex kepada teman-temannya yang sudah kepo tingkat tinggi itu gagal total.


"Ya udah sana kamu bareng sama ISTRI KESAYANG MU itu" kata Rara kesal sambil menekankan ucapannya menyebut kata-kata istri kesayangan mu sama Alex. Lalu buru-buru dia mematikan panggilan handphone nya. Rara yang merasa kesal ditambah rencananya hari ini gagal membuat dia makin marah. Mengingat baru kali ini juga Alex menolak permintaannya semakin membuat hati nya kesal.


"Aaaaaarrgghh, ini semua gara-gara perempuan sialan itu. Aaaaaarrrrhhhh..... Awas aja kamu perempuan ******" kata Rara mengatasi Michelle sambil melempar handphone nya ke sembarang arah di dalam rumahnya.


Alex yang mengetahui Rara mematikan handphone nya sepihak hanya merasa pasrah aja. Dia melanjutkan istirahat nya yang sempat tertunda tadi.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hari sudah sore, sebentar lagi orang-orang pada pulang kerja. Dan Ny. Alice benar-benar menepati janjinya kemarin. Dia berangkat dari rumah utama keluar Griston menuju tempat kerja Michelle.


Setelah sampai di tempat kerja Michelle, Ny. Alice melihat karyawan di toko itu sudah merapikan toko itu. Tidak berapa lama lagi satu persatu karyawan toko itu keluar untuk pulang ke rumah masing-masing.


Tak lama kemudian dia meliahat Michelle dan satu temannya keluar dari dalam toko itu. Ny. Alice pun keluar dari mobil. Michelle yang melihat Ny. Alice keluar dari mobil langsung menyapa nya.


"Sore maaa, apa kabar ?" tanya Michelle sambil cipika-cipiki.


"Kabar mama, baik sayang. Kamu gimana ?" tanya Ny. Alice


"Baik juga maaa. Oh iya kenalka ini sahabat Michelle ma namanya Mia"


"Oya, halooo?" Sapa Ny. Alice


"Hallo tante, saya Mia sahabat nya Michelle" balas Mia sambil menyambut uluran tangan Ny. Alice.


"O iya Chell aku langsung balik aja yaa" kata Mia


"Iya, hati-hati di jalan"


"Iya" kata Mia sambil menganggukkan kepalanya.


"Mari tante, saya pulang dulu ya"


"Iya hati-hati ya"


"Iya tante" kata Mia sambil pergi meninggalkan mereka berdua.


Sekarang Michelle dan mama mertua nya itu sudah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka ke rumah kediaman nya bersama Alex. Di perjalanan mereka saling bercerita. Ada aja yang mereka obrolin dan sesekali mereka tertawa. Ny. Alice memang benar-benar ibu mertua yang baik. Perhatian yang diberikan ibu mertua ya itu membuat Michelle juga merasa nyaman. Seperti sekarang ini, Ny. Alice tiba-tiba menarik lengan Michelle kemudian mengurut lengan nya itu.


"Kamu satu harian ini pasti capek yaa ?" tanya Ny. Alice


Michelle yang tidak enak hati pun berniat menarik lengan nya.


"Mama ngapain ? Michelle nggak capek ko maa. Mama nggak perlu capek-capek gurut Michelle, nanti malah mama yang capek" balas michelle


"Nggak papa sayang. Mama malah senang ko. Kamu itu menantu mama dan mama sudah menganggap kamu lebih dari menantu mama. Jadi, kamu jangan pernah merasa sungkan lagi sama mama" kata Ny. Alice sambil mengurut lengan Michelle.


"Dulu mama berharap sekali punya anak perempuan. Tapi karena sebuah kecelakaan mengakibatkan mama nggak bisa hamil lagi karena rahim mama harus diangkat. Jadinya, cuma Alex lah satu-satunya anak mama" jelas Ny. Alice sambil mengambil lengan Michelle yang satu nya lagi. Michelle hanya bisa pasrah aja. Sebenar nya tidak enak hati diperlakukan seperti itu. Tapi dia takut juga menolak maksud baik dari mama mertua nya itu.


"Apa dulu Alex anak nya nakal nggak maa ?" tanya Michelle penasaran


" Alex, anak mama ituuu orang nya baik. Nggak pernah nge bantah dan selalu nurut sama apa kata orangtua. Dia juga orang nya mandiri dan perfeksionis. Makanya kalau dia melakukan sesuatu dan dia nggak mau kamu bantuin dia, kamu jangan tersinggung ya naak ?" kata Ny. Alice


Mendengar cerita mama mertua nya itu nggak tahu kenapa air mata Michelle jatuh. Dia juga bingung sendiri kata-kata mama mertua nya yang mana membuat dia jadi tiba-tiba sedih. Buru-buru dia menyeka air mata nya takut ketahuan sama mama mertua nya.


Tapi Michelle salah, Ny. Alice sudah mengetahuinya


"Sayang kamu kenapa menangis ?" tanya Ny. Alice bingung


"Apa Alex jahat sama mu ? Apa dia suka memukul mu ?"


Makin ditanya seperti itu, Michelle semakin tidak bisa membendung air matanya. Ny. Alice pun semakin curiga, apa selama ini Alex memperlakukan menantu nya itu kurang baik.


" Chell, kamu kenapa sayang ? Ayoo cerita sama mama hhmmm ? Apa Alex memperlakukan mu kurang baik selama ini ?" tanya Ny. Alice semakin penasaran


Buru-buru Michelle mengelengkan kepalanya. Dia tidak mau mama mertua nya itu tahu hubungannya dengan Alex jauh dari kata baik. Dia buru-buru memeluk mama mertua nya itu.


" Alex baik ko maa, Michelle cuma ngerasa kalau mama itu baik banget sama Michelle. Michelle tiba-tiba mengingat orangtua Michelle aja. Pasti juga mereka sama baik nya dengan mama" kata Michelle mencoba menyembunyikan perasaan nya yang sebenar nya.


"Kedua orangtua mu pasti orang nya baik. Bukti nya mereka punya anak yang super baik juga. Mama sangat berterima kasih pada mereka terutama sama ibu mu yang sudah melahirkan mu sehingga mama bisa punya menantu, yaitu kamu" kata Ny. Alice sambil menenangkan Michelle di pelukan nya.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Sekalian dulu utk part ini. Ilham malam ini ditutup dulu krn sdh 02.10 wib


Bagi yang berbaik hati para readers semuanya jangan lupa meninggalkan jejak yaaaaa


Love u semua nyaaaaaaaaaa


Sampai jumpa di part berikut nyaa


😘😘😘😘😘