The Power Of Love

The Power Of Love
I - 21



     “jadi anda berencana untuk lepas tangan begitu saja ?” salah


satu tetua menghardik. Bai Feng Jiu tersenyum sopan “menurut anda para dewa


terhebat disini, apa yang Nu Jun kecil ini harus lakukan ?” “anda harus


bertanggung jawab dengan kata-kata anda sebelumnya !” tetua lain ikut


memprovokasi “hmm… jika yang mulia angkat bicara, apa anda sekalian masih akan


mendengarkan yang mulia ?” ruang pertemuan terdiam sejenak.


     “Nu Jun, kenapa tidak anda mencoba sendiri ? menahan sumber San


Du dan menghadapi Miao Luo !” tetua lain menantang “ooo… jadi menurut anda,


yang mulia harus menyelesaikan semua masalah ini seorang diri ?” Bai Feng Jiu


berbicara sopan, tidak bisa melihat emosi apapun di wajah dan suaranya “Nu Jun,


bukankah anda mengatakan tidak memiliki pengalaman, ini adalah kesempatan yang


baik untuk anda belajar !” tetua lain memprovokasi.


     Bai Feng Jiu tersenyum dan mengangguk “hmm… memang kesempatan


yang baik ! para dewa dewi besar disini dan anda sekalian mau mendorong semua


tanggung jawab pada yang mulia hanya karena tidak mampu menyelesaikan apa yang


sudah anda mulai sendiri !” aura Bai Feng Jiu mulai  keluar, membuat semua bungkam sejenak.


     Bai Feng Jiu tersenyum miring “hmm sebelumnya anda semua


mendorong semua tanggung jawab itu pada Di Jun dan hanya ingin menikmati hidup


senang anda” “Nu Jun…” anda tetua yang mau protes segera mendapat tatapan tajam


Bai Feng Jiu, membuat nyalinya menciut “berdasarkan apa anda sekalian mengira


bisa hidup senang hanya karena bergantung pada Di Jun !” terasa aura


menyeramkan dari Bai Feng Jiu.


     Bai Feng Jiu nyengir “sekarang anda ingin melempar tanggung


jawab itu pada yang mulia…” “Nu Jun…” Lian Song ingin melerai, menerima lirikan


Bai Feng Jiu pun terdiam “anggap saja yang mulia menerima tanggung jawab ini,


menyelesaikan masalah besar ini sendirian.” “cih Nu Jun, anda tidak usah


berlagak… melihat Miao Luo saja, anda akan langsung lari !” seorang tetua


mengejek.


     “ooo… hmm tidak hanya sekali, bahkan sudah beberapa kali bertemu


Miao Luo, yang mulia tidak pernah lari” pernyataan Bai Feng Jiu membungkam


mulut tetua yang mengejek. “Nu Jun, anda tidak laripun akan mengantar nyawa”


Bai Feng Jiu mengangguk “hmm… mungkin saja akan mengantar nyawa !” Dong Hua dan


lainnya berfokus pada Bai Feng Jiu ‘Xiao Bai, apa yang mau kau lakukan !’.


     “baik, yang mulia mengulanginya. Jika yang mulia mengantarkan


nyawa. Setelah itu apa yang akan terjadi ?” Bai Feng Jiu menatap tajam semua


tetua “anda sekalian akan memajukan Dong Hua Di Jun dengan kemampuannya saat


ini dan seperti yang kalian katakan, mengantarkan nyawa. Satu persatu yang


berani akan kalian majukan hingga tidak bersisa. Setelah itu selesailah hidup


damai kalian” mengejek “Nu Jun, hanya karena anda Nu Jun, berani langcang di


hadapan kami, bagaimanapun kami termasuk tetua !”


     “ah ini disebut langcang ? jadi saat kalian semua memojokkan


yang mulia, hal itu disebut apa ?” Bai Feng Jiu tidak mempedulikan protes para


tetua “Nu Jun, maafkan jika ada kata-kata menyinggung. Terus terang, kami hanya


panik dengan masalah San Du yang tiba-tiba bergejolak” Su Mo Ye berbicara


dengan nada menenangkan.


     Bai Feng Jiu melirik Su Mo Ye yang menunduk memberi hormat


padanya dan tidak berdiri “pangeran, tidak perlu seperti itu !” Bai Feng Jiu


memijat pelipisnya, meredakan emosinya “Nu Jun, anda !” merasakan aura Bai Feng


Jiu yang tidak lagi menyeramkan, Dewa Chang Yi memberanikan diri bertanya “apa


terluka ? kenapa juga jika tidak terluka ?” Dong Hua menatap tajam Zhe Yan “Nu


Jun…” Zhe Yan berdiri, ingin memeriksa Bai Feng Jiu.


     Seorang prajurit berlari masuk “Di Jun, Tian Jun, semua sumber


San Du bergejolak dan terhisap ke Fan Yin Gu…” “Xiao Jiu… Xiao Jiu…” Yan Ci Wu


juga berjalan cepat masuk “Di Jun, Nu Jun, Miao Luo sudah mengambil Xue Lei dan


masuk ke Fan Yin Gu. Jiejue teratai emas sudah hancur, yang mulia hanya bisa


memberi jiejue lemah di atasnya”. Semua terkejut dengan laporan ini, kecuali


Bai Feng Jiu yang terlihat memijat pelipisnya.


     “Nu Jun…” Zhe Yan memegang bahu Bai Feng Jiu “Zhe Yan Shan Shen,


aku baik-baik saja !” menghela nafas kasar “Nu Jun, hal ini…” Lian Song melihat


gerak gerik Bai Feng Jiu yang tidak terkejut, seperti mendapat pemahaman. Bai


Feng Jiu melihat Lian Song “san dian xia, apa yang anda inginkan ?” Lian Song


tersenyum “Nu Jun, anda sudah memprediksi hal ini sebelumnya” Bai Feng Jiu acuh


tak acuh, semakin membuat Lian Song yakin dengan prediksinya. Semua menoleh


melihat Bai Feng Jiu yang acuh tak acuh.


     Lian Song memberi hormat “Nu Jun, mohon memberi petunjuk…” Bai


Feng Jiu melirik Lian Song “san dian xia, apa yang ingin anda dengarkan ?


disini begitu banyak tetua, tidak perlu menanyakan pendapat yang mulia” Lian


Song tersenyum manis “Nu Jun, disini memang banyak para tetua. Sangat malu mengatakannya,


kami sudah ketinggalan jaman. Generasi muda berbakat sudah muncul, kami sangat


perlu membuka mata untuk menerima hal-hal baru. Nu Jun, tolong jangan


tersinggung akan perdebatan sebelumnya. Sudah hidup terlalu lama, terkadang


semua sifat tidak baik sudah terbawa. Mohon Nu Jun berbesar hati memaafkan


kelangcangan sebelumnya” semua saling melihat dan menyimak kata-kata Lian Song.


     “Mohon Nu Jun memberi petunjuk !” Dewa Chang Yi segera menunduk.


Bai Feng Jiu melirik dengan malas “Nu Jun…” Dong Hua berkata dengan senyuman


“cih benar-benar malas meladeni kalian para dewa tua dengan otak rusak !”


berguman kecil yang hanya bisa di dengar Zhe Yan dan keluarga Bai. Zhe Yan


tidak dapat menahan tawa, cekikikan “benar-benar dewa tua dengan otak rusak !”


berkata santai. Bai Feng Jiu melihat Zhe Yan dengan wajah cemberut.


     “Nu Jun, silahkan memberi petunjuk !” Ye Hua pun berdiri memberi


hormat. Bai Feng Jiu semakin cemberut melihat semua “menyebalkan cih !” membuang


muka “Nu Jun…” Bai Yi mengingatkan. Bai Feng Jiu menghela nafas kasar “his…


entah kenapa aku harus terjebak dengan kalian ini !” berbicara agak sedikit


keras hingga semua bisa mendengarnya “Nu Jun…” Bai Yi kembali mengingatkan, Bai


Feng Jiu melihatnya dengan wajah kesal.


     Bai Feng Jiu “maafkan yang mulia, tapi ijinkan yang mulia


mengatakannya, kalian semua sangat menyebalkan !” semua terbelalak melihat Bai


Feng Jiu. Belum sempat ada yang sadar dan protes, Bai Feng Jiu sudah


melanjutkan kata “saat ini, anda ‘Para Tetua Sekalian Yang Terhormat’” menekan


setiap katanya “tolong kembali ke tempat anda berjaga sebelumnya. Tidak perlu


melakukan apapun, cukup awasi saja. Jika ada perubahan terbaru, kalian bisa


datang melaporkannya” semua termangu.


     “Nu Jun, ini…” celetuk salah satu tetua. Bai Feng Jiu


menyeringai “tentu saja, jika anda merasa yang yang mulia katakan salah, anda


bisa tidak melakukannya !” “Nu Jun, yang mulia akan menjalankan ! mohon Nu Jun


memberi petunjuk selanjutnya” Dewa Chang Yi segera memberi hormat “Nu Jun, Fan


Yin Gu ?” Yan Ci Wu bertanya.