
“jadi anda berencana untuk lepas tangan begitu saja ?” salah
satu tetua menghardik. Bai Feng Jiu tersenyum sopan “menurut anda para dewa
terhebat disini, apa yang Nu Jun kecil ini harus lakukan ?” “anda harus
bertanggung jawab dengan kata-kata anda sebelumnya !” tetua lain ikut
memprovokasi “hmm… jika yang mulia angkat bicara, apa anda sekalian masih akan
mendengarkan yang mulia ?” ruang pertemuan terdiam sejenak.
“Nu Jun, kenapa tidak anda mencoba sendiri ? menahan sumber San
Du dan menghadapi Miao Luo !” tetua lain menantang “ooo… jadi menurut anda,
yang mulia harus menyelesaikan semua masalah ini seorang diri ?” Bai Feng Jiu
berbicara sopan, tidak bisa melihat emosi apapun di wajah dan suaranya “Nu Jun,
bukankah anda mengatakan tidak memiliki pengalaman, ini adalah kesempatan yang
baik untuk anda belajar !” tetua lain memprovokasi.
Bai Feng Jiu tersenyum dan mengangguk “hmm… memang kesempatan
yang baik ! para dewa dewi besar disini dan anda sekalian mau mendorong semua
tanggung jawab pada yang mulia hanya karena tidak mampu menyelesaikan apa yang
sudah anda mulai sendiri !” aura Bai Feng Jiu mulai keluar, membuat semua bungkam sejenak.
Bai Feng Jiu tersenyum miring “hmm sebelumnya anda semua
mendorong semua tanggung jawab itu pada Di Jun dan hanya ingin menikmati hidup
senang anda” “Nu Jun…” anda tetua yang mau protes segera mendapat tatapan tajam
Bai Feng Jiu, membuat nyalinya menciut “berdasarkan apa anda sekalian mengira
bisa hidup senang hanya karena bergantung pada Di Jun !” terasa aura
menyeramkan dari Bai Feng Jiu.
Bai Feng Jiu nyengir “sekarang anda ingin melempar tanggung
jawab itu pada yang mulia…” “Nu Jun…” Lian Song ingin melerai, menerima lirikan
Bai Feng Jiu pun terdiam “anggap saja yang mulia menerima tanggung jawab ini,
menyelesaikan masalah besar ini sendirian.” “cih Nu Jun, anda tidak usah
berlagak… melihat Miao Luo saja, anda akan langsung lari !” seorang tetua
mengejek.
“ooo… hmm tidak hanya sekali, bahkan sudah beberapa kali bertemu
Miao Luo, yang mulia tidak pernah lari” pernyataan Bai Feng Jiu membungkam
mulut tetua yang mengejek. “Nu Jun, anda tidak laripun akan mengantar nyawa”
Bai Feng Jiu mengangguk “hmm… mungkin saja akan mengantar nyawa !” Dong Hua dan
lainnya berfokus pada Bai Feng Jiu ‘Xiao Bai, apa yang mau kau lakukan !’.
“baik, yang mulia mengulanginya. Jika yang mulia mengantarkan
nyawa. Setelah itu apa yang akan terjadi ?” Bai Feng Jiu menatap tajam semua
tetua “anda sekalian akan memajukan Dong Hua Di Jun dengan kemampuannya saat
ini dan seperti yang kalian katakan, mengantarkan nyawa. Satu persatu yang
berani akan kalian majukan hingga tidak bersisa. Setelah itu selesailah hidup
damai kalian” mengejek “Nu Jun, hanya karena anda Nu Jun, berani langcang di
hadapan kami, bagaimanapun kami termasuk tetua !”
“ah ini disebut langcang ? jadi saat kalian semua memojokkan
yang mulia, hal itu disebut apa ?” Bai Feng Jiu tidak mempedulikan protes para
tetua “Nu Jun, maafkan jika ada kata-kata menyinggung. Terus terang, kami hanya
panik dengan masalah San Du yang tiba-tiba bergejolak” Su Mo Ye berbicara
dengan nada menenangkan.
Bai Feng Jiu melirik Su Mo Ye yang menunduk memberi hormat
padanya dan tidak berdiri “pangeran, tidak perlu seperti itu !” Bai Feng Jiu
memijat pelipisnya, meredakan emosinya “Nu Jun, anda !” merasakan aura Bai Feng
Jiu yang tidak lagi menyeramkan, Dewa Chang Yi memberanikan diri bertanya “apa
terluka ? kenapa juga jika tidak terluka ?” Dong Hua menatap tajam Zhe Yan “Nu
Jun…” Zhe Yan berdiri, ingin memeriksa Bai Feng Jiu.
Seorang prajurit berlari masuk “Di Jun, Tian Jun, semua sumber
San Du bergejolak dan terhisap ke Fan Yin Gu…” “Xiao Jiu… Xiao Jiu…” Yan Ci Wu
juga berjalan cepat masuk “Di Jun, Nu Jun, Miao Luo sudah mengambil Xue Lei dan
masuk ke Fan Yin Gu. Jiejue teratai emas sudah hancur, yang mulia hanya bisa
memberi jiejue lemah di atasnya”. Semua terkejut dengan laporan ini, kecuali
Bai Feng Jiu yang terlihat memijat pelipisnya.
“Nu Jun…” Zhe Yan memegang bahu Bai Feng Jiu “Zhe Yan Shan Shen,
aku baik-baik saja !” menghela nafas kasar “Nu Jun, hal ini…” Lian Song melihat
gerak gerik Bai Feng Jiu yang tidak terkejut, seperti mendapat pemahaman. Bai
Feng Jiu melihat Lian Song “san dian xia, apa yang anda inginkan ?” Lian Song
tersenyum “Nu Jun, anda sudah memprediksi hal ini sebelumnya” Bai Feng Jiu acuh
tak acuh, semakin membuat Lian Song yakin dengan prediksinya. Semua menoleh
melihat Bai Feng Jiu yang acuh tak acuh.
Lian Song memberi hormat “Nu Jun, mohon memberi petunjuk…” Bai
Feng Jiu melirik Lian Song “san dian xia, apa yang ingin anda dengarkan ?
disini begitu banyak tetua, tidak perlu menanyakan pendapat yang mulia” Lian
Song tersenyum manis “Nu Jun, disini memang banyak para tetua. Sangat malu mengatakannya,
kami sudah ketinggalan jaman. Generasi muda berbakat sudah muncul, kami sangat
perlu membuka mata untuk menerima hal-hal baru. Nu Jun, tolong jangan
tersinggung akan perdebatan sebelumnya. Sudah hidup terlalu lama, terkadang
semua sifat tidak baik sudah terbawa. Mohon Nu Jun berbesar hati memaafkan
kelangcangan sebelumnya” semua saling melihat dan menyimak kata-kata Lian Song.
“Mohon Nu Jun memberi petunjuk !” Dewa Chang Yi segera menunduk.
Bai Feng Jiu melirik dengan malas “Nu Jun…” Dong Hua berkata dengan senyuman
“cih benar-benar malas meladeni kalian para dewa tua dengan otak rusak !”
berguman kecil yang hanya bisa di dengar Zhe Yan dan keluarga Bai. Zhe Yan
tidak dapat menahan tawa, cekikikan “benar-benar dewa tua dengan otak rusak !”
berkata santai. Bai Feng Jiu melihat Zhe Yan dengan wajah cemberut.
“Nu Jun, silahkan memberi petunjuk !” Ye Hua pun berdiri memberi
hormat. Bai Feng Jiu semakin cemberut melihat semua “menyebalkan cih !” membuang
muka “Nu Jun…” Bai Yi mengingatkan. Bai Feng Jiu menghela nafas kasar “his…
entah kenapa aku harus terjebak dengan kalian ini !” berbicara agak sedikit
keras hingga semua bisa mendengarnya “Nu Jun…” Bai Yi kembali mengingatkan, Bai
Feng Jiu melihatnya dengan wajah kesal.
Bai Feng Jiu “maafkan yang mulia, tapi ijinkan yang mulia
mengatakannya, kalian semua sangat menyebalkan !” semua terbelalak melihat Bai
Feng Jiu. Belum sempat ada yang sadar dan protes, Bai Feng Jiu sudah
melanjutkan kata “saat ini, anda ‘Para Tetua Sekalian Yang Terhormat’” menekan
setiap katanya “tolong kembali ke tempat anda berjaga sebelumnya. Tidak perlu
melakukan apapun, cukup awasi saja. Jika ada perubahan terbaru, kalian bisa
datang melaporkannya” semua termangu.
“Nu Jun, ini…” celetuk salah satu tetua. Bai Feng Jiu
menyeringai “tentu saja, jika anda merasa yang yang mulia katakan salah, anda
bisa tidak melakukannya !” “Nu Jun, yang mulia akan menjalankan ! mohon Nu Jun
memberi petunjuk selanjutnya” Dewa Chang Yi segera memberi hormat “Nu Jun, Fan
Yin Gu ?” Yan Ci Wu bertanya.