
" Kenapa bapak tidak bercerita dari awal ? " , tanya Ayah Alex yang tampak emosi .
" Maaf den saya bingung mau bercerita sama siapa karna saya sendiri sangat shock ditambah semua orang panik dan bersedih karena kepergian tuan besar " , Jawab Pak sopir menunduk takut .
" Sudah Lex , tak ada gunanya kita menyalahkan pak supir lagian yang dikatakan pak supir memang benar semua orang panik dan bersih jadi ia tak tahu harus bercerita pada siapa disituasi yang sangat genting " , Lerai kakek Andi menenangkan Alex .
" Yang penting sekarang kita harus selidiki siapa orang yang berani membuat kejahatan pada besanku " , Ucap kakek Andi lagi dengan tatapan mata yang dingin .
Dan dianggukan semuanya .
Naura langsung mengetikan sesuatu diponselnya namun ternyata Azka tengah memerhatikannya dan memberi isyarat dengan gelengan kepala .
" Biar aku yang urus semuanya ! " , Azka langsung mengirimkan pesan ke ponsel Naura .
Naura menghembuskan nafasnya kasar , mau tidak mau ia harus mengikuti apa yang dikatakan suaminya , walau ia sudah merasa geram ingin segera menghabisi orang yang telah mengakibatkan opanya meninggal dunia tapi saat ini tak ada pilihan lain .
Azka pamit undur diri dan ia berjalan ke kamarnya lalu menghubungi anak buahnya untuk segera mencari siapa pelaku yang sudah mencoba mencelakai keluarga nya .
*****
Tiga hari bukan waktu yang lama untuk anak buah Azka bisa menemukan siapa pelaku yang sudah mencelakai keluarga bossnya itu dan ternyata mereka orang suruhan yang dibayar seseorang memang bertujuan untuk menyelakai opa Abi .
Hari ke 4 pengajian memperingati meninggalnya opa Abi , Azka mendapatkan kabar yang sedikit terkejut , siapa dari dalang yang bernerniat mencelakai opa Abi .
Setelah selesai pengajian , Azka berniat akan menyampaikan pada semuanya dan ia sudah mengantongi beberapa bukti yang jelas kebenarannya .
" Bagaimana yah ? , apa pelaku sudah bisa diketahui siapa identitasnya ? " , Tanya Ayah Alex yang menyerahkan kasus atas kematian sang papah kepada Ayah mertuanya .
" Belum Lex , orang suruhan Ayah belum memberi kabar selanjutnya " , Jawab Kakek Andi lesu .
" Mmm maaf Ayah , Kakek dan semuanya kalau Azka secara diam-diam sudah menyeruh orang kepercayaan untuk menyelidiki kasus ini " , Timpal Azka sopan dan sangat hati-hati .
" Iya tidak apa-apa nak , lalu apa sudah ada kabar ? " , tanya Ayah Alex antusias .
Azka mengangguk dengan pelan , lalu ia pamit sebentar untuk ke kamarnya mengambil berkas-berkas .
Tak lama Azka sudah kembali dan ia menyodorkan berkas-berkas hasil foto tak lupa ia pun menyalakan laptopnya yang langsung memutar sebuah video .
" Barra Bactiar " , Gumam Kakek Andi dan Ayah Alex berbarengan .
Iya dalang semuanya adalah Barra Bactiar yang merasa punya dendam karena opa Abi menyelamatkan Dimas untuk bisa menikah dengan Zeela .
" Bukannya keluarga dia sudah gulung tikar ? " , tanya Ayah Alex heran .
" Iya yah tapi sekarang dia sudah bergabung di perusahaan Ayahnya Mauryn mereka bekerja sama ingin membalaskan dendam mereka " , tutur Azka dengan menahan amarahnya karna tidak menyangka temannya sendiri lagi-lagi berani mencelaki keluarga nya.
Iya Mauryn sudah keluar dari penjara dengan uang jaminan dari kedua orang tuanya lebih tepatnya karane ibu nya Mauryn yang terus merengek sang suami untuk membebaskan Mauryn bahkan ia mengancam akan bunuh diri jika Mauryn tidak segera bebas .
" Wanita itu lagi , sepertinya harus diberi pelajaran biar kapok " , gumam Naura dalam hati merencanakan sesuatu .
" Jadi apa yang selanjutnya kita lakukan jangan sampai kita mengambil langkah yang salah ? " , tanya Kakek Andi .
" Ngga " , tolak Alex dengan sorot mata kebencian .
" Kita harus buat mereka menderita terlebih dulu sebelum menjebloskan nya ke penjara " , Ujar Alex lagi .
" Rey perlahan buat perusahaan mereka gulung tikar dan pastikan tak ada orang yang akan membantu mereka ! " , Perintah Alex yang langsung dianggukan oleh Rey .
Papah Aydan , Dimas dan kawan-kawannya pun akan membantu perusahan papah Mauryn gulung tikar dan Dimas ia akan bermain sedikit dengan mantan calon suami istrinya itu , apalagi ia sudah salah membalas dendam bahkan sampai menghilangkan nyawa opa Abi .
Dimas dan teman-temannya segera merencanakan sesuatu , dan jangan lupa perusahan mereka sudah menjadi perusahaan besar yang terkenal , tak sulit untuk mereka membuat perusahaan Barra kembali guling tikar , begitupun dengan perusahaan keluarganya Mauryn .
Semua bukti-bukti yang sudah dikantongi sementara akan disimpan oleh Ayah Alex ,
Dan permainan pun akan segera dimulai .
*****
Sementara itu disebuah club malam seorang perempuan dan laki-laki yang tak lain adalah Mauryn dan Barra , mereka tengah merayakan keberhasilan rencananya .
Keduanya asik berjoget seraya menikmati minuman ditangannya , Mauryn berteriak tak jelas menyebut nama Naura dan Azka , begitupun dengan Barra yang terus berteriak tak jelas lalu ketawa seorang diri seperti orang gila .
Setelah Barra hampir kehilangan kesadarannya dan ia melihat Mauryn yang sudah menyudahi aksinya dengan terduduk lesu , Barra segera memapah Mauryn dengan sempoyongan ke sebuah kamar .
" Mauryn kita rayakan keberhasilan ini sampai pagi " , Gumam Barra yang diangkut dengan tertawa puas .
Keduanya merayakan keberhasilan nya sampai pagi dengan keadaan keduanya yang tak memakai sehelai benang pun , Dan ketika matahari sudah menampakkan wujudnya Mauryn bangun terlebih dulu , Mauryn sadar dan mengetahui kalau Barra melakukan hal yang menjijikan , ia langsung marah dan mencaki maki Barra lalu segera memakai pakaiannya dan meninggalkan Barra seorang diri dihotel .
" Munafik Lu Mauryn " , gumam Barra melihat kepergian Mauryn dan ia kembali melanjutkan tidurnya .
Dengan perasaan kesal Mauryn melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut seraya merasakan sakit di bagian bawahnya.
Ia marah dan kesal jika Barra berbuat seenaknya disaat ia kehilangan kesadaran , namun kekesalan itu perlahan menghilang ketika ia membayangkan dendamnya perlahan sudah terbalas dan membuat semua keluarga Naura menderita .
Mauryn segera menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah , namun dipertengahan jalan mobilnya terhenti karena ada segerombolan orang yang memberhentikan sepada motornya tepat didepan mobil Mauryn .
" Tok tok keluar ! " , salah satu dari mereka menggedor kaca mobil Mauryn dengan keras seraya menyuruh Mauryn untuk segera keluar .
" Siapa kalian ? ", teriak Mauryn dengan perlahan membuka pintu mobilnya walau ketakutan .
" Mau kalian apa ? " , teriak Mauryn lagi ketika orang-orang tersebut menarik tangannya dengan paksa .
Mauryn memberontak namun tengahnya kalah jauh dan ketika akan memberontaknya lagi tiba-tiba dari arah belakang ada yang membekas Mauryn dengan kain hitam sampai detik berikutnya Mauryn langsung tak sadarkan diri , dan orang-orang tersebut langsung membawa Mauryn , tak lupa mereka pun membawa mobil Mauryn dan mencoba menghilangkan semua jejak tentang Mauryn .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak like , komen, vote dan tambahkan ke favorit 💙 terimakasih 🤗🤗🙏 .