
Naura tak tahu harus berbuat apa agar semuanya tidak marah lagi , pasalnya ia tak diberi waktu sedikit pun untuk menjelaskan .
Naura berdiri dari duduknya lalu membantu bunda Shalwa membereskan meja makan , membawa semua piring dan gelas kotor ke dapur .
" Bunda " , panggil Naura ketika berpapasan dengan bunda Shlwa , namun bunda Shalwa tak menanggapinya entah tak mendengarkan panggilannya .
Naura melirik bunda Shalwa yang terus berjalan melewatinya , lalu ia meneruskan langkahnya membawa piring dan gelas kotor ke dapur dengan wajah yang ditekuk .
" Eh Non kenapa ? , kok pagi-pagi wajahnya ditekuk begitu ? " , tanya bi Inem yang melihat Naura .
" Mmm gapapa kok bi " , jawab Naura seraya memaksakan tersenyum .
" Non sakit ? , biar bibi aja yang beresin ini semua " , tanya bi Inem lagi sekaligus menawarkan diri .
" Eh engga kok bi Naura baik-baik saja , Alhamdulillah Naura sehat bi " , jawab Naura meyakinkan .
" Oh ya bi Inem dan bi Iyem sudah sarapan ? " , tanya Naura ramah .
" Sudah non " , jawab bi Inem dan bi Iyem berbarengan .
Naura memutuskan untuk mencuci semua piring dan gelas kotor yang ada di wastafel kebetulan masih ada waktu sebelum ia pergi ke kampus dan beruntung juga Azka mengajak Aira bermain .
Naura dengan hati-hati mulai mencuci dan membilas semua gelas dan piring , namun entah kenapa tiba-tiba piring yang sudah ia bilas jatuh begitu saja ke lantai .
" Ahhh. . Astagfirullah " , teriak Naura kaget , begitu pun dengan bi Inem dan bi Iyem yang juga ikut teriak karna kaget .
" Astagfirullah , non non gapapa kan ? " , tanya bi Inem yang langsung menghampiri Naura .
" Gapapa bi Naura gapapa kok , maaf bi Naura sudah bikin bi Inem dan bi Iyem kaget " , jawab Naura merasa bersalah .
" Ya Allah non namanya juga musibah ga ada yang tahu , tapi non beneran gapapa ? , ga ada yang luka ? " , tanya bi Iyem yang juga ikut menghampiri Naura .
" Iya bi beneran Naura gapapa kok " , jawab Naura apa adanya .
Dan berbarengan dengan itu Ayah Alex , Bunda Shalwa , Azka , Aira dan sikembar juga datang ke dapur .
Azka yang awalnya berniat ingin mengajak Aira dan sikembar ke halaman belakang tapi tiba-tiba mereka malah meminta ingin menonton film kartun favorit mereka , akhirnya Azka membawa mereka ke ruang tv , dan tak lama dari itu Azka mendengar teriakan Naura sekaligus suara benda yang jatuh .
" Kak ada apa ini ? '' tanya bunda Shalwa khawatir .
" Maaf bun , Naura gak sengaja menjatuhkan piringnya " , jawab Naura jujur seraya menunduk .
" Tapi kamu gapapa kan Ay ? " , tanya Azka yang juga merasa khawatir .
" Naura gapapa kok bee " , jawab Naura tersenyum tipis .
" Bi tolong beresin pecahan kacanya ya , dan ingat tetap hati-hati ! " , perintah Ayah Alex lalu ia meninggalkan dapur begitu saja .
Naura tak mau tinggal diam , ia langsung mengejar Ayah Alex dan meraih tangannya lalu berlutut seraya mencium tangan Ayah Alex , Naura menangis didepan Ayah Alex seraya meminta maaf .
" Ayah , Naura mohon maafin Naura , Naura tahu Naura sudah berbuat kesalahan " , ujar Naura seraya berderai air mata .
" Kak ayo bangun , Kita bicara diruang keluarga " , Balas Ayah Alex seraya menyentuh kedua bahu Naura dan membantunya untuk berdiri .
bi Inem dan bi Iyem yang tidak mengetahui apa-apa mereka menjadi bingung dan saling lirik .
" Bi Inem tolong titip anak-anak dulu ya " , Pinta bunda Shalwa sopan . Dan langsung dianggukan kepala oleh bi Inem.
Kini Azka , Naura , Ayah Alex dan Bunda Shalwa sudah duduk diruang keluarga .
Naura ia terus menunduk dan menitipkan air mata , bahkan ia tak berani menatap Ayah Alex .
" Ma af Ayah " , hanya kata maaf yang keluar dari mulut Naura , itu pun Naura berbicara dengan sesegukan .
Ayah Alex tak tega melihat Naura yang sudah menangis sesegukan , ia memberi isyarat pada bunda Shalwa untuk pindah duduk dan memeluk Naura .
Mendapat pelukan dari bunda Shalwa , Naura semakin menangis , ia memeluk erat bunda Shalwa seraya mencurahkan semua rasa sedih , takut dan penyesalan yang dirasakan.
Diruangan itu hanya terdengar suara isakan tangis Naura , Ayah Alex dan Azka mereka hanya diam menunduk , jujur mereka sangat-sangat tidak tega melihat Naura menangis seperti itu , sedangkan bunda Shalwa ia memeluk Naura seraya mengelus lembut punggung Naura .
Setelah beberapa menit Naura sudah sedikit lebih tenang , dan Ayah Alex pun kembali angkat suara .
" Kak minum dulu " , Ujar Ayah Alex dan tadi ia sendiri yang mengambilkan air minum untuk Naura .
Naura dengan perlahan menenguk air mineral tersebut .
" Kak coba jelaskan apa alasan kamu sampai melakukan hal tersebut ? " , tanya Ayah Alex to the point .
Ayah Alex sudah mengetahui jika pemilik Caffe Zana sesungguhnya adalah Naura , kedua matanya sudah menyaksikan langsung ketika Naura masuk ke ruangan khusus dan berbicara dengan anak buahnya , walau Ayah Alex tidak bisa mendengarkan perbincangan mereka tapi Ayah Alex yakin kalau Naura memang pemilik Caffe Zana sesungguhnya .
" Maafkan Naura yah tapi Naura tidak ada maksud apa-apa Naura hanya tidak ingin semua orang mengetahui jika pemilik Caffe Zana sesungguhnya adalah Naura , Naura hanya ingin dikenal seperti orang biasa " , jawab Naura seraya mengelap sisa air matanya .
" Tapi berbohong bukan cara yang baik kak ? " , tanya Ayah Alex lagi .
" Apalagi sampai membohongi kedua orang tua kamu kak , Dan kamu juga sampai melibatkan karyawan dan juga suami kamu untuk berbohong " tutur Ayah Alex lagi seraya menggelengkan kepalanya .
" Maafkan Naura yah , Naura benar-benar minta maaf " , Ujar Naura sungguh-sungguh .
" Bunda maafin Naura ", Ujar Naura seraya memeluk bunda Shalwa dan ia kembali terisak .
Sama halnya ketika mengetahui jika Naura sudah membangun panti asuhan untuk anak yatim piatu , Ayah Alex bangga sekaligus terharu , namun kali ini Ayah Alex ingin memberi sedikit pelajaran pada Naura agar ia tidak selalu berbohong menyembunyikan pencapaiannya .
" Kak Ayah akan maafin kamu tapi ada syaratnya " , Ujar Ayah Alex tegas .
Naura langsung melepaskan pelukannya dari bunda Shalwa , dan dengan cepat mengelap air matanya .
" Syarat apa yah ? " tanya Naura menatap Ayah Alex .
Ayah Alex berdiri lalu merogoh isi saku dicelananya , dan mengeluarkan 2 lembar kertas .
" Tiket ? " , tanya Naura bingung setelah mengambil 2 kertas yang Ayah Alex sodorkan .
" Iya itu tiket menuju ke Phuket Thailand untuk kalian berdua , Ayah mau kalian melakukan honeymoon '' , Jawab Ayah Alex panjang lebar .
Mendengar perkataan Ayah Alex , Azka langsung menatap Ayah Alex , ada rasa bahagia dalam hatinya namun ia tak yakin Naura mau melakukan honeymoon saat ini .
" Tapi yah " , ujar Naura merasa keberatan .
" Tidak ada penolakan kak " , balas Alex tegas .
Azka langsung tersenyum lebar sedangkan Naura ia hanya bisa menundukan kepalanya .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , Terimakasih 🤗🤗🙏 .