The Power Of Love

The Power Of Love
TPOL 2 - Bab 5 - Rencana memiliki anak



    Han Ling mengangkat wajahnya, menatap Xue Chun Ling, menahan


kepalanya dan mencium bibir mungil itu. Han Ling tidak melepas ciuman,


menggendong Xue Chun Ling ke ranjang. Perlahan membaringkan dan memulai


pergumulan yang panjang bersama sang pujaan hati yang baru saja kembali padanya


itu.


    Han Ling tertidur nyenyak dengan adanya Xue Chun Ling di sisinya.


Gerbang Zheng Guang Gong di tutup dari dalam, Han Ling tidak ingin diganggu. Han


Ling tersenyum manis, membelai kepala Xue Chun Ling di dekapannya.


    Xue Chun Ling tertidur pulas karena kelelahan selama 10 hari


dalam kungkungan Han Ling. Xue Chun Ling yang bangun di hari ke 11, melihat


wajah Han Ling yang berseri-seri melihatnya “Han ge, apa kau mau meremukkan


tubuh mungilku ini ?” Han Ling tertawa kecil “aku akan merawatmu, tidak akan


membiarkan ada satu lukapun pada tubuh mungil kesayanganku ini !”


    Xue Chun Ling memainkan wajahnya kesal “Han Ling Shen Jun… ah


tahu begini, aku tidak akan mempedulikanmu !” Han Ling tersenyum, memasukkan


Xue Ling ke pelukannya “tidak akan membiarkanmu meninggalkanku lagi ! Xiao Xue,


jangan seperti ini lagi ! daripada kau meninggalkanku, lebih baik kau


membunuhku !”


    Xue Chun Ling “jadi jangan mengurungku !” berbicara dengan kesal.


Han Ling menggeleng “tidak akan mengurungmu ! aku hanya ingin kau lebih banyak


beristirahat !” cemberut dengan wajah tertindas. Xue Chun Ling tidak tega


melihat wajah Han Ling “Han ge, tubuhku sudah baik-baik saja ! Han ge


melarangku keluar, apa bukan karena hal lain ?” menyipitkan mata melihat Han


Ling.


    Han Ling menghela nafas “Xiao Xue, jangan mencurigaiku apapun !


aku hanya ingin kau banyak beristirahat dan hidup dengan bebas dan bahagia !”


Xue Ling menyipitkan matanya “apa bukan karena kalian ingin menutup kejadian di


luar ? agar aku tidak mengetahui apapun ?”


    Han Ling tersenyum miring “Xiao Xue, kejadian di luar tidak


berhubungan dengan kita… mereka mencari masalah sendiri… hanya hal kecil, tidak


termasuk apapun…” berbicara acuh tak acuh. Han Ling tahu tidak bisa menutupi


apapun dari Xue Ling. Dengan kepintaran Xue Ling, percuma bagi Han Ling untuk


menutupi sesuatu. Lagipula yang di katakan Han Ling bukanlah sebuah kebohongan.


Hingga saat ini, belum ada sesuatu yang perlu mereka khawatirkan.


    Xue Ling memainkan wajahnya “kalau seperti itu, ceritakanlah hal


yang terjadi di luar !” Han Ling berdehem “apa yang Xiao Xue ingin ketahui ?”


Xue Ling memegang dagunya “hmm… pertama-tama, aku ingin mengetahui bagaimana


aku yang terdahulu ?” Han Ling mengerutkan kening.


    Tidak mendengar jawaban Han Ling, Xue Ling menatap intens Han


Ling “kenapa ? tidak bisa memberitahuku ?” Han Ling menggeleng “Xiao Xue, kau


yang dulu dan kau yang sekarang tidak berbeda. Lagipula ini adalah kehidupan


kembalimu, untuk apa berhubungan dengan hal terdahulu ?” Xue Ling mengangkat


kedua alisnya “bukankah Han ge juga merupakan pasanganku terdahulu. Kalau


benar-benar tidak berhubungan, kenapa Han ge masih berhubungan denganku ?”


tidak menyerah dengan pernyataan Han Ling.


    Han Ling tercengang “Xiao Xue, kau adalah dewi yang menjungjung


tinggi dan membedakan budi dan dendam. Kehidupanmu sebelumnya, kau hidup hanya


untuk membalas budi bahkan mengorbankan satu nyawamu. Segala budi dan dendam


sudah selesai dengan berakhirnya kehidupanmu sebelumnya. Di kehidupan ini, kau


hanya perlu hidup sesuai dengan keinginanmu tanpa beban. Apa kau mengerti ?”


pahami… kalau begitu, karena kisah yang lalu telah usai, mari membuat kisah


baru di hidup baru ini !” bersemangat. Han Ling tersenyum, memasukkan Xue Ling


dalam pelukannya “yah, kita akan membuat kisah baru, kisah kita berdua dan


anak-anak kita !”


    “a… anak-anak !” Xue Ling tercengang. Han Ling mengangguk


“anak-anak kita ! Xiao Xue, ayo kita memiliki anak !” Xue Ling cemberut “Han


ge, aku sendiri masih seorang anak !” Han Ling mengerutkan kening “Xiao Xue


tidak menginginkan anak ? tidak menyukai anak-anak ?” Xue Ling menggeleng


“bukan tidak ingin, aku menyukai anak-anak. Hanya saja aku ingin memahami


kondisi Si Hai Ba Huang dahulu. Aku ingin memberikan satu semesta yang layak


bagi anak-anak kita nantinya !” tersenyum lembut.


    Han Ling mengeratkan pelukan dengan senyuman “baik, semua


mendengarkanmu ! tapi Xiao Xue, berjanjilah jangan pernah meninggalkanku lagi


!” Xue Ling tersenyum “baiklah, berjanji padamu !” Han Ling tersenyum manis


“Xiao Xue, aku tidak ingin menunda memiliki anak…” Xue Ling mengerutkan kening


“tapi aku juga tidak akan memaksa. Kita biarkan berjalan apa adanya saja. Kapan


saja anak kita hadir disini, kita akan menerimanya, bagaimana ?” Han Ling


meneruskan kata-katanya dengan memegang perut datar Xue Ling. Xue Ling akhirnya


mengangguk “baiklah, akan menerima kapan saja !” membuat Han Ling sangat


bahagia.


    Xue Ling merasakan kebahagiaan Han Ling “tapi sebelum itu, Han


ge, aku mau biguang !” “biguang ?” Han Ling terkejut, langsung memeriksa Xue


Ling “Xiao Xue, apa kau terluka ?” Xue Ling menggeleng “Han ge, kau sudah


bersamaku beberapa hari, apa melihat aku terluka ?”


    Han Ling menggeleng “jadi ? kenapa tiba-tiba mau biguang ? apa


kau terluka dalam ?” Xue Ling tersenyum, menyandarkan kepalanya di dada Han


Ling “Han ge, selama beberapa hari menjagamu yang tidak tertidur. Aku meditasi


dan menemukan energiku yang tersegel. Hanya dengan meditasi, akan sangat lambat


mengembalikan semuanya, jadi aku memutuskan biguang.”


    Han Ling berdehem “baik, jika Xiao Xue ingin biguang, aku akan


menemanimu !” Xue Ling tercengang “Han ge…” Han Ling mengecup bibir Xue Ling,


menghentikan kata-katanya “Xiao Xue, kau tahu bagaimana aku melewati 3 bulan


itu ? aku hampir gila merindukanmu. Aku tidak bisa tidak melihatmu. Xiao Xue


ingin biguang, Han ge tidak akan menghalangi, tapi kita biguang bersama. Dengan


merasakanmu di sisiku, aku juga bisa biguang dengan tenang, meningkatkan


kemampuan” tersenyum manis pada Xue Ling.


    Xue Ling ikut tersenyum manis “Han ge, seberapa dalam cintamu


padaku ?” Han Ling membelai kepala Xue Ling “lebih penting dari diriku sendiri,


merasuk kedalam sanubariku, setiap sel jiwa dan ragaku. Xiao Xue, aku sangat


mencintaimu. Saat melihat kematian yang merenggutmu dariku, jiwaku juga sudah


hilang bersamamu. Beberapa saat itu, aku hanya patung yang bertahan untuk


menjalakan amanatmu. Xiao Xue, amanatmu adalah perintah bagiku, tapi selesai


melaksanakannya, aku akan menyusulmu. Han Ling tidak akan hidup tanpa Xue Ling.


Xiao Xue, aku tidak bisa mengatakan kata-kata manis, aku hanya bisa mengatakan


isi hatiku. Aku sangat mencintaimu, hidup hanya untuk dirimu”


    Xue Ling tersenyum lembut, mengecup dada Han Ling “Han ge, aku juga


sangat mencintaimu… Aku sudah mengerti, kita tidak akan terpisah walau apapun


yang terjadi” Han Ling mengangguk-anggukkan kepalanya dengan antusias.