
Han Ling mengangkat wajahnya, menatap Xue Chun Ling, menahan
kepalanya dan mencium bibir mungil itu. Han Ling tidak melepas ciuman,
menggendong Xue Chun Ling ke ranjang. Perlahan membaringkan dan memulai
pergumulan yang panjang bersama sang pujaan hati yang baru saja kembali padanya
itu.
Han Ling tertidur nyenyak dengan adanya Xue Chun Ling di sisinya.
Gerbang Zheng Guang Gong di tutup dari dalam, Han Ling tidak ingin diganggu. Han
Ling tersenyum manis, membelai kepala Xue Chun Ling di dekapannya.
Xue Chun Ling tertidur pulas karena kelelahan selama 10 hari
dalam kungkungan Han Ling. Xue Chun Ling yang bangun di hari ke 11, melihat
wajah Han Ling yang berseri-seri melihatnya “Han ge, apa kau mau meremukkan
tubuh mungilku ini ?” Han Ling tertawa kecil “aku akan merawatmu, tidak akan
membiarkan ada satu lukapun pada tubuh mungil kesayanganku ini !”
Xue Chun Ling memainkan wajahnya kesal “Han Ling Shen Jun… ah
tahu begini, aku tidak akan mempedulikanmu !” Han Ling tersenyum, memasukkan
Xue Ling ke pelukannya “tidak akan membiarkanmu meninggalkanku lagi ! Xiao Xue,
jangan seperti ini lagi ! daripada kau meninggalkanku, lebih baik kau
membunuhku !”
Xue Chun Ling “jadi jangan mengurungku !” berbicara dengan kesal.
Han Ling menggeleng “tidak akan mengurungmu ! aku hanya ingin kau lebih banyak
beristirahat !” cemberut dengan wajah tertindas. Xue Chun Ling tidak tega
melihat wajah Han Ling “Han ge, tubuhku sudah baik-baik saja ! Han ge
melarangku keluar, apa bukan karena hal lain ?” menyipitkan mata melihat Han
Ling.
Han Ling menghela nafas “Xiao Xue, jangan mencurigaiku apapun !
aku hanya ingin kau banyak beristirahat dan hidup dengan bebas dan bahagia !”
Xue Ling menyipitkan matanya “apa bukan karena kalian ingin menutup kejadian di
luar ? agar aku tidak mengetahui apapun ?”
Han Ling tersenyum miring “Xiao Xue, kejadian di luar tidak
berhubungan dengan kita… mereka mencari masalah sendiri… hanya hal kecil, tidak
termasuk apapun…” berbicara acuh tak acuh. Han Ling tahu tidak bisa menutupi
apapun dari Xue Ling. Dengan kepintaran Xue Ling, percuma bagi Han Ling untuk
menutupi sesuatu. Lagipula yang di katakan Han Ling bukanlah sebuah kebohongan.
Hingga saat ini, belum ada sesuatu yang perlu mereka khawatirkan.
Xue Ling memainkan wajahnya “kalau seperti itu, ceritakanlah hal
yang terjadi di luar !” Han Ling berdehem “apa yang Xiao Xue ingin ketahui ?”
Xue Ling memegang dagunya “hmm… pertama-tama, aku ingin mengetahui bagaimana
aku yang terdahulu ?” Han Ling mengerutkan kening.
Tidak mendengar jawaban Han Ling, Xue Ling menatap intens Han
Ling “kenapa ? tidak bisa memberitahuku ?” Han Ling menggeleng “Xiao Xue, kau
yang dulu dan kau yang sekarang tidak berbeda. Lagipula ini adalah kehidupan
kembalimu, untuk apa berhubungan dengan hal terdahulu ?” Xue Ling mengangkat
kedua alisnya “bukankah Han ge juga merupakan pasanganku terdahulu. Kalau
benar-benar tidak berhubungan, kenapa Han ge masih berhubungan denganku ?”
tidak menyerah dengan pernyataan Han Ling.
Han Ling tercengang “Xiao Xue, kau adalah dewi yang menjungjung
tinggi dan membedakan budi dan dendam. Kehidupanmu sebelumnya, kau hidup hanya
untuk membalas budi bahkan mengorbankan satu nyawamu. Segala budi dan dendam
sudah selesai dengan berakhirnya kehidupanmu sebelumnya. Di kehidupan ini, kau
hanya perlu hidup sesuai dengan keinginanmu tanpa beban. Apa kau mengerti ?”
pahami… kalau begitu, karena kisah yang lalu telah usai, mari membuat kisah
baru di hidup baru ini !” bersemangat. Han Ling tersenyum, memasukkan Xue Ling
dalam pelukannya “yah, kita akan membuat kisah baru, kisah kita berdua dan
anak-anak kita !”
“a… anak-anak !” Xue Ling tercengang. Han Ling mengangguk
“anak-anak kita ! Xiao Xue, ayo kita memiliki anak !” Xue Ling cemberut “Han
ge, aku sendiri masih seorang anak !” Han Ling mengerutkan kening “Xiao Xue
tidak menginginkan anak ? tidak menyukai anak-anak ?” Xue Ling menggeleng
“bukan tidak ingin, aku menyukai anak-anak. Hanya saja aku ingin memahami
kondisi Si Hai Ba Huang dahulu. Aku ingin memberikan satu semesta yang layak
bagi anak-anak kita nantinya !” tersenyum lembut.
Han Ling mengeratkan pelukan dengan senyuman “baik, semua
mendengarkanmu ! tapi Xiao Xue, berjanjilah jangan pernah meninggalkanku lagi
!” Xue Ling tersenyum “baiklah, berjanji padamu !” Han Ling tersenyum manis
“Xiao Xue, aku tidak ingin menunda memiliki anak…” Xue Ling mengerutkan kening
“tapi aku juga tidak akan memaksa. Kita biarkan berjalan apa adanya saja. Kapan
saja anak kita hadir disini, kita akan menerimanya, bagaimana ?” Han Ling
meneruskan kata-katanya dengan memegang perut datar Xue Ling. Xue Ling akhirnya
mengangguk “baiklah, akan menerima kapan saja !” membuat Han Ling sangat
bahagia.
Xue Ling merasakan kebahagiaan Han Ling “tapi sebelum itu, Han
ge, aku mau biguang !” “biguang ?” Han Ling terkejut, langsung memeriksa Xue
Ling “Xiao Xue, apa kau terluka ?” Xue Ling menggeleng “Han ge, kau sudah
bersamaku beberapa hari, apa melihat aku terluka ?”
Han Ling menggeleng “jadi ? kenapa tiba-tiba mau biguang ? apa
kau terluka dalam ?” Xue Ling tersenyum, menyandarkan kepalanya di dada Han
Ling “Han ge, selama beberapa hari menjagamu yang tidak tertidur. Aku meditasi
dan menemukan energiku yang tersegel. Hanya dengan meditasi, akan sangat lambat
mengembalikan semuanya, jadi aku memutuskan biguang.”
Han Ling berdehem “baik, jika Xiao Xue ingin biguang, aku akan
menemanimu !” Xue Ling tercengang “Han ge…” Han Ling mengecup bibir Xue Ling,
menghentikan kata-katanya “Xiao Xue, kau tahu bagaimana aku melewati 3 bulan
itu ? aku hampir gila merindukanmu. Aku tidak bisa tidak melihatmu. Xiao Xue
ingin biguang, Han ge tidak akan menghalangi, tapi kita biguang bersama. Dengan
merasakanmu di sisiku, aku juga bisa biguang dengan tenang, meningkatkan
kemampuan” tersenyum manis pada Xue Ling.
Xue Ling ikut tersenyum manis “Han ge, seberapa dalam cintamu
padaku ?” Han Ling membelai kepala Xue Ling “lebih penting dari diriku sendiri,
merasuk kedalam sanubariku, setiap sel jiwa dan ragaku. Xiao Xue, aku sangat
mencintaimu. Saat melihat kematian yang merenggutmu dariku, jiwaku juga sudah
hilang bersamamu. Beberapa saat itu, aku hanya patung yang bertahan untuk
menjalakan amanatmu. Xiao Xue, amanatmu adalah perintah bagiku, tapi selesai
melaksanakannya, aku akan menyusulmu. Han Ling tidak akan hidup tanpa Xue Ling.
Xiao Xue, aku tidak bisa mengatakan kata-kata manis, aku hanya bisa mengatakan
isi hatiku. Aku sangat mencintaimu, hidup hanya untuk dirimu”
Xue Ling tersenyum lembut, mengecup dada Han Ling “Han ge, aku juga
sangat mencintaimu… Aku sudah mengerti, kita tidak akan terpisah walau apapun
yang terjadi” Han Ling mengangguk-anggukkan kepalanya dengan antusias.