The Power Of Love

The Power Of Love
I - 29



     Dong Hua duduk di tepi ranjang, menyentuh wajah pucat Bai Feng


Jiu “Xiao Bai, seharusnya akulah yang terbaring disini !” “Dong Hua, jangan


seperti itu ! bukan hanya demi dirimu, Xiao Jiu melakukan semuanya juga untuk


melampiaskan emosinya… memang 200 tahun itu sudah membuatnya sangat menderita,


bahkan saat keluar dari Fan Yin Gu denganmu, Xiao Jiu masih terluka. Jika ingin


mengatakan salah, kita semua bersalah. Saat itu kekerasan Bai Yi,


kesalahpahaman denganmu, kehamilan yang kupastikan, gosip yang beredar. Segala


sesuatu yang terjadi, telah memaksa Xiao Jiu untuk memilih jalan pergi. Setelah


kembali, langsung dihadapkan persoalan besar, begitu besar penindasan yang


diterimanya hanya karena ketidak percayaan semua, hanya dikarenakan usianya.


Dari awal, dia tidak pernah beristirahat dengan baik, tubuhnya tidak pernah


pulih. Masih menerima rintangan yang begitu banyak. Bahkan kita dewa prasejarah


saja tidak akan sanggup bertahan, apalagi Xiao Jiu yang tidak sampai 32.000


tahun saat itu.” Entah sudah berapa puluh kali Zhe Yan mengulang penjelasan ini


untuk menenangkan Dong Hua. Semua merasa bersalah dan ingin melakukan sesuatu untuk


Bai Feng Jiu, tapi segalanya hanya usaha sia-sia selama ini.


     Disaat ulang tahun Gun Gun yang ke 5.000 tahun, semua berkumpul


di Bi Hai Cang Ling. Gun Gun masuk ke kamar Bai Feng Jiu “Niang Qin, sudah


hampir 5.000 tahun, berapa lama lagi Niang Qin akan tertidur ? Niang Qin, semua


menyiapkan hadiah untuk Gun Gun tapi yang paling Gun Gun inginkan adalah Niang


Qin. Niang Qin, bisakah Gun Gun meminta hadiah pada Niang Qin ? Bisakah Niang


Qin membuka mata dan tersenyum pada Gun Gun ? Niang Qin, walau hanya sekejab,


Gun Gun akan sangat bahagia. Niang Qin, Gun Gun sangat merindukan Niang Qin.”


memeluk Bai Feng Jiu dan mencium pipinya.


     “Gun Gun, ayo… semua sudah menunggumu diluar !” Bai Ce mengajak


Gun Gun keluar dari Shi Gong, meninggalkan Dong Hua dan Bai Feng Jiu “Xiao Bai,


bisakah mengabulkan permintaan hadiah dari Gun Gun ? Xiao Bai, aku juga sangat


merindukanmu ! Xiao Bai, aku tahu kau juga sedang berjuang… cepatlah kembali,


kami semua menunggumu. Xiao Bai, aku mencintaimu…” mengecup kening dan bibir


Bai Feng Jiu “Xiao Bai, aku keluar dulu, hari ini perayaan ulang tahun Gun Gun


yang ke 5.000 tahun. Aku akan segera kembali…” Dong Hua mengecup kening Bai


Feng Jiu sebelum keluar.


     Semua bersuka cita merayakan ulang tahun Gun Gun. Gun Gun


mendapat banyak hadiah dari keluarga dan teman. Dari Dong Hua adalah sebuah


pedang yang mirip dengan pedang Cang He. “Gun Gun, senjata apa yang paling kau


senangi ?” Yan Ci Wu bertanya, Gun Gun tersenyum, mengeluarkan sebuah benda


dari bajunya “ketapel ?” Yan Ci Wu melihat benda itu. Gun Gun menggenggam


ketapel berwarna ungu dengan ukiran rubah perak berekor sembilan.


     “Gun Gun, ini buatan Xiao Jiu ?” Bai Zhen melihat ketapel dengan


seksama. Gun Gun mengangguk “saat berusia 100 tahun di alam fana, Niang Qin


memberikan ini padaku. Niang Qin mengatakan aku masih kecil, tidak bisa


berhadapan langsung dengan musuh. Jika ada musuh, Gun Gun harus berlari menjauh


dan bisa diam-diam membantu Niang Qin menggunakan ini” Dong Hua membelai kepala


Gun Gun “Niang Qin akan sangat bangga padamu”.


     Gun Gun tersenyum sedih “walaupun keadaan saat itu begitu kacau.


Niang Qin masih menyempatkan diri membuatkan semeja makanan kesukaanku. Niang


Qin…” Dong Hua tersenyum “Niang Qin akan selalu bersama kita !” Gun Gun


mengangguk, semua berkaca-kaca bahkan ada yang meneteskan air mata.


     Kembali tersenyum “Gun Gun, apakah masakan laolao dan tai


ayahmu…” Lian Song menggoda Gun Gun. Gun Gun langsung bergidik ngeri. Ikan asam


manis Dong Hua sangat terkenal dengan khasiat membunuhnya. Gun Gun sudah pernah


mencobanya sekali, sakit hingga 5 hari. Yang terbaik yang pernah dibuat Dong


Hua adalah ikan asam manis yang jadi ikan asin. Dong Hua tersenyum ‘lihat Xiao


Bai, bahkan putra kita pun memandang rendah ikan asam manisku… Xiao Bai, kau


harus kembali dan memberi tahu mereka, bagaimana kau sangat menyukai ikan asam


manisku sebagai xiao hu li… Xiao Bai…’


     “Gun Gun, yang mana hadiah yang menurutmu paling kau sukai ?”


Yan Ci Wu bertanya dengan antusias. Gun Gun menghela nafas, melihat semua


hadiah yang diberikan padanya “apa tidak ada yang kau sukai ?” Yan Ci Wu


melihat Gun Gun yang tidak tertarik, jadi kecewa “bukan tidak suka, hanya…


bukan hadiah-hadiah ini yang kuharapkan…” menunduk sedih, diikuti lainnya yang


tersenyum sendu.


     “air sedanau hanya mengambil semangkok… Xiao Di Zhu, bukankah


anda juga terlalu serakah… hadiah sebanyak ini masih belum puas !” terdengar


suara merdu di telinga semua. Gun Gun segera mengangkat kepala melihat sumber


suara yang tersenyum manis menatapnya. Mata Gun Gun berkaca-kaca, segera


berlari “Niang Qin… Niang Qin…” langsung memeluk tubuh Bai Feng Jiu yang


berdiri di hadapannya. Bersamaan dengan suara Bai Feng Jiu yang terdengar. 9981


burung berterbangan diikuti 389 burung phoenix dan merak berputar-putar di atas


Bi Hai Cang Ling. Tidak cukup sampai sana, hujan Feng Wei Hua terjatuh di Bi


Hai Cang Ling membuat wangi yang sangat nyaman.


     “Niang Qin… Niang Qin… akhirnya kau sadar juga…” Gun Gun


menangis sambil tertawa melihat Bai Feng Jiu “hmm.. bukankah hanya ingin


melihat sekejab, jadi Niang Qin sudah bisa tidur lagi ?” Bai Feng Jiu menggoda


Gun Gun dengan wajah usilnya. Gun Gun menggelengkan kepala dengan kuat “tidak…


tidak… tidak boleh tidur lagi… Niang Qin… temani aku… temani aku merayakan


ulang tahunku, bagaimana ? Niang Qin jangan tidur lagi… bagaimana ?” Bai Feng


Jiu tersenyum manis menyentil kening Gun Gun “masih saja banyak permintaan…”


Gun Gun berkaca-kaca dan mengangguk “baiklah, karena ini ulang tahunmu, yang


mulia dengan berat hati akan mengabulkannya…” Bai Feng Jiu mengiyakan dengan


wajah tertindas.


     “Xiao Bai…” Dong Hua menghampiri “Di Jun, lama tak bertemu…” Bai


Feng Jiu menatap Dong Hua dengan senyuman. Dong Hua langsung memeluk Bai Feng


Jiu “lama tidak bertemu, sangat merindukanmu ! bagaimana ? apa ada yang tidak


nyaman ?” “masih pusing dan tidak bertenaga…” Bai Feng Jiu membalas pelukan


Dong Hua “bagaimanapun aku harus bangun karena permintaan untuk menjadi hadiah


anak nakal ini kan !” sambil membelai kepala Gun Gun. Dong Hua cemberut “hanya


untuk Gun Gun ?” “Di Jun, apa anda sedang cemburu dengan Gun Gun ?” Bai Feng


Jiu menggoda, Dong Hua mengangguk. Bai Feng Jiu cekikikan hingga


terbatuk-batuk.


     “Xiao Jiu, kau baru saja sadar… jangan berdiri terus, duduklah


!” Bai Qian menghampiri dan mengingatkan. Bai Feng Jiu melerai pelukan, melihat


dan memeluk Bai Qian “gugu…” “anak nakal, kau membuat semua khawatir padamu !”


Bai Qian membalas pelukan Bai Feng Jiu “gugu, Xiao Jiu merindukanmu…” Bai Qian


tersenyum “ayo… jangan sampai kelelahan lagi…” melerai pelukan “Gun Gun, ajak


Niang Qin-mu duduk…” mengingatkan Gun Gun. Gun Gun segera menggandeng Bai Feng


Jiu bersama Dong Hua, dengan senyum manisnya menghampiri yang lainnya.