
Shalwa menaruh curiga kalau anak dan menantunya tidak sedang baik-baik saja , maka ia akan bertanya kepada Naura setelah menunaikan kewajibannya , apa yang sebenarnya sudah terjadi ? .
Setelah melaksanakan sholat Maghrib berjama'ah , semua mulai membaca ayat suci Al-Qur'an untuk menunggu waktu sholat isya tiba .
Dan waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba , suara adzan isya sudah berkumandang dan langsung menghentikan aktivitas mereka .
Azka yang menjadi imam langsung maju ke depan , dan Azzam ia langsung melafalkan iqomah .
###
Dimeja makan Naura atau pun Azka mereka tak ada interaksi , tapi Naura masih tetap melayani sang suami dengan mengambilkannya nasi dengan berbagai lauk pauk .
Setelah menyelesaikan acara makan malam , Azka pamit terlebih dahulu dengan beralasan ada pekerjaan yang harus segera ia selesaikan .
Naura hanya menatap punggung tegap suami nya yang semakin menjauh , lalu membantu para bibi untuk membereskan meja makan dan membawa semua piring serta gelas kotor ke dapur .
Naura menggambil alih pekerjaan bi Marni untuk mencuci semua piring dan gelas yang kotor . Sebenarnya bi Marni tak enak membiarkan Naura mengambil alih pekerjaannya , namun karna Naura memaksa dan Shalwa pun ikut mengiyakan keinginan Naura , Bi Marni pun akhirnya membiarkan pekerjaan nya diambil alih oleh Naura .
Naura lebih memilih mencuci semua piring dan gelas yang kotor dari pada harus cepat-cepat menyusul suaminya ke kamar . Naura malas bertemu Azka , belum lagi Naura kesal dengan tingkah Azka yang malah balik marah .
" Kak " Panggil Shalwa pelan .
" Kenapa bun ? , apa masih ada piring atau gelas yang kotor ?'' , tanya balik Naura seraya berbalik badan menghadap sang bunda .
" Bukan itu kak , bunda ingin menanyakan sesuatu sama kamu nak " Jawab Shalwa lalu ia mendudukkan badannya dikursi yang ada didapur .
Mendengar sang bunda ingin menanyakan sesuatu , Naura pun segera menyelesaikan pekerjaan mencuci semua piring dan gelas yang kotor , lalu ia mencuci dan mengelap tangannya .
" Ada apa Bun ? " , tanya Naura yang ikut mendudukan badannya disamping bunda Shalwa .
" Apa hubungan kalian baik-baik saja ?'' , tanya Shalwa yang langsung to the point .
" Maksud bunda ? '' , tanya balik Naura berpura-pura tidak mengerti .
" Memang perasaan seorang bunda sangatlah peka terhadap anak-anaknya " , pikir Naura .
" Hubungan kamu dan Azka nak , kalian baik-baik saja kan ? " , tanya Shalwa sekali lagi .
" Oh kami baik-baik saja kok Bun " , jawab Naura berbohong .
" Lalu kenapa dengan Azka ? , bunda rasa Azka berbeda dari biasanya ? " , tanya Shalwa sambil menatap anak sulungnya .
" Kak Azka hanya sedang banyak pekerjaan Bun , mungkin Bee juga sedikit cape " Jawab Naura mengarang .
Shalwa menganggukan kepala pertanda setuju dengan apa yang Naura katakan , dan ia tersenyum mendengar Naura memanggil Azka dengan panggilan Bee .Ternyata kecurigaannya salah , mungkin ia terlalu berlebihan dan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi .
" Syukurlah kalau baik-baik saja , bunda pikir kalian berantem " Ujar Shalwa sambil tersenyum .
" Ya ngga lah Bun , masa berantem kaya Azzam dan Azim saja " , jawab Naura sambil terkekeh , dan langsung pun langsung ikut terkekeh .
" Ya sudah kalau begitu coba kakak buatkan teh jahe hangat untuk Azka , agar ia merasa lebih rileks dan besok pagi ketika bangun merasa lebih segar " , Saran Shalwa yang langsung dituruti oleh Naura .
Melihat Naura yang sedang meracik teh jahe untuk Azka , Shalwa tersenyum dan ia segera pamit untuk bergabung dengan yang lainnya .
Tak begitu lama teh jahe hangat buatan Naura pun jadi , Namun Naura malah bengong seraya melihat teh jahe hangat yang ada didalam gelas .
Ia ragu-ragu untuk mengantarkannya pada Azka .
" Kak apa sudah selesai membuat teh jahe hangat nya ? ," tanya Bunda yang datang dari arah belakang .
" Eh bunda ? , ada apa Bun ? " , tanya balik Naura .
" Gapapa nak , bunda hanya ingin buatkan teh jahe untuk Ayah dan kakek " jawab Shalwa tersenyum .
" Oh kalau begitu biar Naura saja yang membuatnya bun " Tawar Naura dengan semangat .
" Ga usah nak , lebih baik kamu segera antarkan teh jahe untuk Azka , kalau keburu dingin nanti kurang enak " Tolak Shalwa seraya mengelus pipi Naura .
Naura hanya mengangguk , lalu pamit untuk pergi ke kamarnya dengan membawa segelas teh jahe hangat untuk Azka .
" Bee lagi ngapain ya ? '' , batin Naura bertanya pasalnya ia cukup malas bertatap muka dengan Azka .
Sesampai didepan pintu kamar , Naura berdiam diri sejenak untuk menarik nafasnya dalam-dalam , sebelum akhirnya ia mengetuk pintu seraya mengucapkan salam .
Naura berdiri menunggu Azka membukakan pintu dan menjawab salamnya , namun sudah beberapa menit tak ada tanda-tanda Azka akan membukakan pintu untuk nya .
Dengan perlahan Naura mendorong pintu kamarnya karna kebetulan pintunya tidak tertutup dengan rapat .
" Hufffhhh .... " Naura menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat Azka yang tengah duduk di sofa seraya menonton tv , tak lupa dengan ponsel ditangannya .
" Ini teh jahe hangat dari bunda " Ucap Naura dingin seraya menyimpan segelas teh jahe hangat dimeja yang ada dihadapan Azka .
Azka hanya melirik sekilas lalu kembali fokus dengan ponselnya .
" Minumlah selagi hangat " Ujar Naura lagi , lalu ia pergi mendekat ke arah ranjang dan mendudukkan badannya ditempat tidur . Tangan Naura teruluh untuk mengambil ponselnya yang ia charger diatas nakas dekat tempat tidur .
Tak mau ambil pusing teh jahe hangat yang sudah ia racik diminum atau tidak oleh Azka , yang terpenting Naura sudah membuatkannya sesuai saran bunda .
Naura mulai menyandarkan badannya dikepala ranjang , dan tangannya dengan lihai mulai mengotak-atik ponsel .
" Tak ada yang menarik " , batin Naura setelah beberapa aplikasi diponsel sudah ia buka .
Naura baru teringat kalau abangnya malam ini ada kunjungan ke panti Asuhan , ia pun dengan semangat langsung mencari kontak bang Anggi dan langsung menelponnya .
Telpon langsung terhubung pertanda Anggi langsung menjawab telponnya.
" Assalamu'alaikum " Salam Naura , yang langsung dijawab oleh Anggi dari sebrang sana .
" Tumben nelpon jam segini ? , ada apa dek ? , jangan bilang kamu kangen ? , " tanya Anggi beruntun dan diakhiri dengan tawanya .
Naura langsung tertawa mendengar pertanyaan bang Anggi .
Dan suara tawa Naura mampu membuat seorang laki-laki yang sedari tadi duduk di sofa langsung menatap tak suka pada Naura .
Naura terus mengobrol lewat telpon dengan bang Anggi dan tak jarang mereka tertawa karna candaan yang Anggi lontarkan .
Merasa jealous dan tidak suka melihat Naura teleponan seraya ketawa-ketawa , Azka pun langsung bangkit dari duduknya . Dan dengan gerak cepat Azka mengambil ponsel Naura dan mematikan sambungan telponnya .
" Kamu apa-apaan sii Ra ? , telponan sambil ketawa-ketawa , berisik tahu gak ? " Ujar Azka dengan kemarahannya , dan ini kali pertamanya Azka marah dengan Naura .
😘
😘
😘
Jangan lupa tinggalkan jejak , like , komen , Vote dan tambahkan ke favorit 💙 , terimakasih 🤗🤗🤗 .